TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jumlah pasien terinfeksi corona semakin bertambah setiap harinya.
Dari data yang dirilis SCMP pada Minggu, (1/3/2020), kasus yang terkonfirmasi mencapai 86,529 penderita secara global.
Dari angka tersebut, total orang yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 2.979 jiwa.
Meskipun demikian, angka kesembuhan juga terus meningkat yang kini mencapai 41.958 pasien dinyatakan telah pulih.
Sebanyak 61 negara telah mengkonfirmasi adanya temuan infeksi virus corona.
Di mana 5 urutan negara terbanyak dengan kasus Covid-19 adalah China, Korea Selatan, Italia, Iran dan Jepang.
Baca: Gara-gara Nama Virus Corona, Perusahaan Bir Terbesar di Dunia Ini Rugi Ratusan Juta Dolar AS
Baca: Ancaman Kim Jong Un Bagi Pejabatnya Jika Virus Corona Infeksi Korea Utara: Ada Konsekuensi Serius
Lansia di Korea Selatan kembali terkena corona setelah sebelumnya dinyatakan sembuh
Seorang lansia berjenis kelamin perempuan dilaporkan terkena virus corona untuk kedua kalinya.
Sebelumnya nenek tersebut memang pernah dinyatakan positif terjangkit virus corona pada Februari lalu.
Dikutip dari The Korea Times, setelah menjalani proses karantina dan perawatan intensif, dirnya diperbolehkan pulang pada Sabtu, (22/2/2020).
Namun pada Kamis, (27/2/2020) sang nenek kembali mengalami gejala terinfeksi virus corona.
Hingga akhirmya dikatakan oleh Korea Centers for Disease Control and Prevention (KCDC), sang nenek kembali dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu, (29/2/2020).
Padahal sang nenek mengatakan dirinya tidak pernah berpergian keluar rumah setelah kepulangannya dari perawatan Covid-19 yang pertama.
Saat pertama kali dinyatakan positif terjangkit virus corona, sang nenek diperkirakan tertular dari sang putra dan menantunya.
Hal tersebut lantaran keduanya sempat mengunjungi Provinsi Guangdong, China.
Keduanya kemudian dinyatakan terinfeksi virus corona sekembalinya ke Korea Selatan.
Namun, untuk kasus kedua, sang nenek mengaku tidak bepergian kemanapun pasca dinyatakan sembuh dari Covid 19.
Kasus virus corona di Korea Selatan terus meningkat
Minggu (1/3/2020), diberitakan oleh The Korea Times pada pukul 11.23 waktu setempat, kasus virus corona di Korea Selatan bertambah 376 penderita.
Angka tersebut menambah total kasus virus corona di Korea Selatan menjadi 3,526 penderita.
Hingga saat artikel ini diunggah, jumlah kematian yang dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan Korea Selatan adalah sejumlah 17 jiwa.
Dari angka 376 tersebut, 333 kasus diantaranya menjangkit wakga Daegu yang berada sekitar 300 km dari Seoul.
26 kasus diantaranya menjangkit warga Provinsi Gyeongsang, Korea Selatan.
Sejumlah wilayah metropolitan dan kota besar di Korea Selatan juga telah melaporkan adanya beberapa kasus.
Diantaranya 1 kasus di Ibu Kota Negara Korea Selatan, Seoul dan 1 lagi kasus dari Busan.
Setelah status kewaspadaan akan virus corona di Korea Selatan ditingkatkan menjadi merah atau tinggi, beberpa kota di negara tersebut mulai diawasi ketat.
Otoritas setempat kini mulai berfokus untuk menghentikan penyebaran virus corona di pusat penyebaran awal virus corona di Korea Selatan.
Yaitu di wilayah Daegu, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan.
Kondisi Korea Selatan pascawabah virus corona
Saat ini, hiruk pikuk Korea Selatan cukup menurun pascawabah virus corona melanda negeri gingseng tersebut.
Dilansir oleh Kompas.com, KCDC mengatakan, lebih dari 85 persen kasus virus corona di Korea Selatan terjadi di Daegu dan Provinsi Gyeongsang Utara
Di antara para penderita yang dinyatakan positif terkena virus, 80 persen dapat diobati karena memiliki gejala ringan.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Kim Gang-lip, dan menambahkan bahwa sisanya akan memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
Kini jalan-jalan di Daegu sebagian besar telah sepi selama berhari-hari, terlepas dari antrean panjang di beberapa toko yang menjual masker.
Pihak berwenang telah mendesak masyarakat untuk berhati-hati dan siapa saja yang menderita demam atau gejala pernapasan agar tinggal di rumah.
Meski begitu, pemerintah setempat mengatakan mereka tidak melakukan karantina di seluruh kota, seperti yang dilakukan di Wuhan, China.
Lonjakan jumlah kasus infeksi yang besar ini menyebabkan banyak acara dibatalkan atau ditunda.
Konser boyband BTS harus dibatalkan, sedangkan Kejuaraan Dunia Tenis Meja Tim diundur penyelenggaraannya.
Musim ajaran baru di sekolah juga diundur satu minggu secara nasional, sedangkan di Daegu diundur tiga minggu.
Tentara militer AS dan Korea Selatan turut terkena dampaknya.
Mereka harus menunda latihan bersama yang awalnya direncanakan beberapa hari ke depan.
Perusahaan manufaktur Hyundai juga menghentikan operasional di salah satu pabriknya di Ulsan, usai seorang karyawannya dinyatakan positif virus corona.
Baca: BTS Batalkan Konser Map of The Soul Tour di Seoul Karena Virus Corona, Fans Sumbangkan Uang Tiket
Baca: 136 Pasien Terkait Virus Corona di Indonesia dalam Pengawasan, Ternyata Negatif
Baca: 6 Kota di Indonesia Disebut Zona Kuning Penyebaran Virus Corona, Kemenkes Pastikan Tidak Benar
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Aditya Jaya Iswara)