Hingga saat artikel ini diunggah, jumlah kematian yang dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan Korea Selatan adalah sejumlah 17 jiwa.
Dari angka 376 tersebut, 333 kasus diantaranya menjangkit wakga Daegu yang berada sekitar 300 km dari Seoul.
26 kasus diantaranya menjangkit warga Provinsi Gyeongsang, Korea Selatan.
Sejumlah wilayah metropolitan dan kota besar di Korea Selatan juga telah melaporkan adanya beberapa kasus.
Diantaranya 1 kasus di Ibu Kota Negara Korea Selatan, Seoul dan 1 lagi kasus dari Busan.
Setelah status kewaspadaan akan virus corona di Korea Selatan ditingkatkan menjadi merah atau tinggi, beberpa kota di negara tersebut mulai diawasi ketat.
Otoritas setempat kini mulai berfokus untuk menghentikan penyebaran virus corona di pusat penyebaran awal virus corona di Korea Selatan.
Yaitu di wilayah Daegu, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan.
Kondisi Korea Selatan pascawabah virus corona
Saat ini, hiruk pikuk Korea Selatan cukup menurun pascawabah virus corona melanda negeri gingseng tersebut.
Dilansir oleh Kompas.com, KCDC mengatakan, lebih dari 85 persen kasus virus corona di Korea Selatan terjadi di Daegu dan Provinsi Gyeongsang Utara
Di antara para penderita yang dinyatakan positif terkena virus, 80 persen dapat diobati karena memiliki gejala ringan.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Kim Gang-lip, dan menambahkan bahwa sisanya akan memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
Kini jalan-jalan di Daegu sebagian besar telah sepi selama berhari-hari, terlepas dari antrean panjang di beberapa toko yang menjual masker.
Pihak berwenang telah mendesak masyarakat untuk berhati-hati dan siapa saja yang menderita demam atau gejala pernapasan agar tinggal di rumah.
Meski begitu, pemerintah setempat mengatakan mereka tidak melakukan karantina di seluruh kota, seperti yang dilakukan di Wuhan, China.
Lonjakan jumlah kasus infeksi yang besar ini menyebabkan banyak acara dibatalkan atau ditunda.
Konser boyband BTS harus dibatalkan, sedangkan Kejuaraan Dunia Tenis Meja Tim diundur penyelenggaraannya.
Musim ajaran baru di sekolah juga diundur satu minggu secara nasional, sedangkan di Daegu diundur tiga minggu.
Tentara militer AS dan Korea Selatan turut terkena dampaknya.