Update Virus Corona 29 Februari 2020:1023 Kasus Baru, Korea Selatan & Italia Terbanyak setelah China

UPDATE korban meninggal dunia akibat virus corona Covid-19 mencapai 2.924 orang, sementara kasus terkonfirmasi mencapai 85,207. 1.023 kasus baru


zoom-inlihat foto
turis-yang-memakai-masker-pelindung-pada-28-februari-2020-di-pusat-milan.jpg
MIGUEL MEDINA / AFP
Turis di Milan pada 28 Februari 2020, setelah COVID-19, virus corona baru, menyebar ke Italia. Italia mendesak para wisatawan yang ketakutan oleh virus corona baru pada 28 Februari untuk tidak menjauh, tetapi upaya untuk meyakinkan dunia bahwa mereka mengelola wabah dengan baik dibayangi oleh peningkatan tajam dalam jumlah kasus. Sekitar 650 orang telah dinyatakan positif terkena virus di Italia, meskipun hanya 303 yang dianggap sebagai kasus klinis serius, dan kematian mencapai 17 - sejauh ini merupakan yang tertinggi di Eropa - menurut angka terbaru dari badan perlindungan sipil.


136 Orang Suspect Corona Covid-19 di Indonesia dalam Pengawasan

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mengeluarkan data pengawasan virus corona di Indonesia.

Hingga saat ini Indonesia masih mengklaim bahwa belum ada pasien positif virus corona di Indonesia.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan telah ditemukan 136 orang pasien dalam pengawasan virus corona.

Pasien dalam pengawasan tertinggi sebanyak 35 orang ada di Jakarta.

Baca: Viral Perempuan asal Indonesia Positif Terkena Virus Corona, Nekat Main Tik Tok di Rumah Sakit

Sementara untuk di Kepri sebanyak 11 orang pengawasan negatif corona hasil dari observasi.

Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan pasien dalam pengawasan novel corona virus per 27 Februari 2020.

Sebelumnya, pasien dalam pengawasan ini tersebar di 44 rumah sakit yang ada di 22 Provinsi di Indonesia.

Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat.
YONHAP / AFP
Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. YONHAP / AFP (YONHAP / AFP)

Diantaranya DKI Jakarta 35 orang, Bali 21 orang, Jateng 13 Orang, Kepri 11 orang, Jabar 9 orang, Jatim 10 orang, Banten 5 oang, Sulut 6 orang, Jogya 6 orang, Kaltim 3 orang, Sulsel 2 orang, Jambi 1 orang, Papua Barat 1 orang, NTB 2 orang, Bengkulu1 orang, Kalbar 1 orang, Kalteng 1 orang, Sultra 1 orang, Maluku 1 Orang, Sumbar 1 orang, Babel 1 orang, Sumsel 2 orang.

Berdasarkan hasil observasi menyatakan pasien negatif virus corona.

Diketahui, pasien dalam pengawasan ini memiliki gejala dan riwayat tertentu.

Seperti demam tinggi dan suhu badan mencapai 38 derajat.

Selain itu, pasien dalam pengawasan ini berada dalam kondisi batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan.

Baca: Update Krisis Corona di Italia, Satu Pesepak Bola Klub Serie C Positif Tertular

Pneumonia ringan hingga berat berdasarkan gejala klinis dan gambaran radiologis.

Pasien dalam pengawasan ini juga diperiksa terkait riwayat perjalanan ke China atau wilayah negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum gejala timbul.

Serta memiliki riwayat kontak, bekerja, dan mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien positif virus corona atau wilayah negara yang terjangkit.

Kemenkes Klaim Belum Menyebar di Indonesia

Dikutip dari Kompas.com, Kementerian Kesehatan mengklaim bahwa virus corona masih belum menyebar di Indonesia.

Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto.

Baca: Arab Saudi Stop Visa Umrah dan Turis, Jamaah Indonesia Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta

"Penderita yang terkena virus corona di Indonesia sampai detik ini masih belum ada," kata Yurianto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/1/2020).





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved