Para ahli pun tetap khawatir terhadap penyebaran wabah dan jumlah orang yang akan terinfesksi.
Pihak-pihak yang berwenang juga tetap mempersiapkan kemungkinan Covid-19 sebagai pandemik selanjutnya yang harus dihadapi dunia.
Sampai saat ini, status wabah virus corona masih dikategoikan sebagai epidemik.
Epidemik biasanya ditujukan untuk kasus penyakit yang mengalami peningkatan tiba-tiba dan di atas jumlah kasus yang diperkirakan pada populasi di suatu wilayah.
Ini terjadi ketika suatu penyakit menyebar secara cepat ke banyak orang.
WHO juga telah memperingatkan negara-negara di dunia untuk "mempersiapkan diri akan adanya potensial pandemik virus corona", istilah yang digunakan untuk menggambarkan epidemik yang menyebar ke berbagai benua.
Baca: Nenek 60 Tahun Gagal Umrah setelah 7 Tahun Menabung Gegara Arab Saudi Tangguhkan Umrah
Baca: Italia Tak Gubris Saran dari WHO, Kini Tercatat Ada Belasan Kematian Akibat Virus Corona
Pengaruhi saham global
Wabah virus corona yang terus meluas juga turut berpengaruh pada saham glonal.
“Saat ini, virus corona terlihat seperti pandemic. Pasar dapat bertahan meskipun risikonya besar selama kami dapat melihat ujung dari semua ini. Namun, saat ini, tidak ada yang dapat menjamin berapa lama seberapa parah nantinya,” kata Kepala Strategi Investasi di Mistubishi UFJ Morgan Stanley Securities, Norihiro Fujito.
Sementara, beberapa pihak juga memperingatkan bahwa dampak virus corona juga dapat melampaui dampak perang dagang AS-China.
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, berjanji untuk melindungi kondisi ekonomi negara yang juga terpengaruh dari wabah ini.
"Namun, saya menyadari pandangan bahwa jika virus menyebar, akan berdampak besar pada perekonomian. Jika perkembangan berubah, kami akan memastikan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah virus menjadi risiko kerugian besar bagi ekonomi Jepang," kata Abe.
(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Kompas.com/Dandy Bayu Bramasta)