"Yang kami tuntut hari ini adalah tentang legalitas angkutan roda dua menjadi transportasi khusus terbatas," kata juru bicara Tiposi 2020 (Tahun Ideal Perjuangan Ojol Seluruh Indonesia) Lutfi Iskandar di lokasi.
Ia memahami jika kendaraan roda dua tidak bisa menjadi transportasi umum.
Baca: Kunci (Chord) Gitar dan Lirik Lagu Into The Unknown - Idina Menzel, OST Film Frozen II
Baca: WHO Ingatkan Jangan Ada Negara yang Beranggapan Bisa Bebas dari Virus Corona: Itu Kesalahan Fatal
Namun, dengan kebutuhan masyarakat, ia menilai kendaraan roda dua bisa dikategorikan sebagai transportasi khusus terbatas.
Lutfi mengatakan dengan tegas jika ojol nantinya dihapuskan.
“Kalau jadi transportasi umum kan memang tidak dibenarkan di negara mana pun.
Kami minta jadi transportasi khusus terbatas. Jadi kami bisa bawa orang,” ucapnya.
Lutfi pun menjelaskan aksi demo ojol hari ini awalnya berangkat dari pernyataan Wakil Ketua Komiasi V DPR dari Fraksi PPP Nurhayati Monoarfa terkait revisi UU Lalu Lintas.
Baca: Pakai Masker Bukan Solusi, Begini Cara Terbaik untuk Cegah Penularan Virus Corona
Baca: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 29 Februari 2020, Cancer Terima Tanggung Jawa Baru, Virgo Boros
Menurut Lutfi, pernyataan Nurhayati soal revisi UU Lalu Lintas bisa mengancam keberadaan ojol.
"Beberapa waktu lalu Ibu Nurhayati mengeluarkan statement penolakan angkutan roda dua jadi transportasi."
"Di sini yang terancam adalah driver ojol. Karena kami muncul ya sebagai ojek yang bawa orang."
"Kalau bawa makanan atau barang kan kurir. Makanya kami memperjuangkan masa depan kita," tuturnya.
Baca: Lirik Lagu Lourder Than Bombs - BTS, Lengkap Terjemahan Indonesia: Lagu di Album Map of The Soul: 7
Baca: Kasus Kepsek Perkosa Siswi Sejak SD, Pakai Foto untuk Ancam Korban, Dihapus Karena Kepergok Istri
Selain itu ia menjelaskan, bahwa selama ini para pengemudi ojol selalu mengutamakan safety riding.
"Karena kami punya safety riding. Kalau alasannya dihapuskan karena keselamatan, saya rasa enggak relevan."
"Karena ojol ini juga ada karena kebutuhan," ucap Lutfi.
(Tribunnewswiki.com/Saradita Oktaviani/Kompas)