Wakil Ketua DPR Temui Para Ojol yang Demo, Geram Perkataannya Disela: Anda yang Masuk Akal Dong

"Eh saya sudah kasih menerima aspirasi Anda yang masuk akal juga dong. Saya ke sini mau terima aspirasi kalian," kata Sufmi Dasco Ahmad


zoom-inlihat foto
wakil-ketua-dpr-sufmi-dasco-ahmad-dan-rachmat-gobel-menemui-massa-pengemudi-ojek-online.jpg
KOMPAS.com/ TSARINA MAHARANI
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Rachmat Gobel menemui massa pengemudi ojek online (ojol) yang menggelar aksi di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/2/2020).(KOMPAS.com/ TSARINA MAHARANI)


"Yang kami tuntut hari ini adalah tentang legalitas angkutan roda dua menjadi transportasi khusus terbatas," kata juru bicara Tiposi 2020 (Tahun Ideal Perjuangan Ojol Seluruh Indonesia) Lutfi Iskandar di lokasi.

Ia memahami jika kendaraan roda dua tidak bisa menjadi transportasi umum.

Baca: Kunci (Chord) Gitar dan Lirik Lagu Into The Unknown - Idina Menzel, OST Film Frozen II

Baca: WHO Ingatkan Jangan Ada Negara yang Beranggapan Bisa Bebas dari Virus Corona: Itu Kesalahan Fatal

Aksi demonstrasi yang digelar pengemudi Gojek di depan gedung Kedubes Malaysia, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019)(KOMPAS.COM/WALDA MARISON)
Aksi demonstrasi yang digelar pengemudi Gojek di depan gedung Kedubes Malaysia, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019)(KOMPAS.COM/WALDA MARISON) (KOMPAS.COM/WALDA MARISON)

Namun, dengan kebutuhan masyarakat, ia menilai kendaraan roda dua bisa dikategorikan sebagai transportasi khusus terbatas.

Lutfi mengatakan dengan tegas jika ojol nantinya dihapuskan.

“Kalau jadi transportasi umum kan memang tidak dibenarkan di negara mana pun.

Kami minta jadi transportasi khusus terbatas. Jadi kami bisa bawa orang,” ucapnya.

Lutfi pun menjelaskan aksi demo ojol hari ini awalnya berangkat dari pernyataan Wakil Ketua Komiasi V DPR dari Fraksi PPP Nurhayati Monoarfa terkait revisi UU Lalu Lintas.

Baca: Pakai Masker Bukan Solusi, Begini Cara Terbaik untuk Cegah Penularan Virus Corona

Baca: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 29 Februari 2020, Cancer Terima Tanggung Jawa Baru, Virgo Boros

Massa pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/2/2020).(KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI )
Massa pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/2/2020).(KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI ) (KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI)

Menurut Lutfi, pernyataan Nurhayati soal revisi UU Lalu Lintas bisa mengancam keberadaan ojol.

"Beberapa waktu lalu Ibu Nurhayati mengeluarkan statement penolakan angkutan roda dua jadi transportasi."

"Di sini yang terancam adalah driver ojol. Karena kami muncul ya sebagai ojek yang bawa orang."

"Kalau bawa makanan atau barang kan kurir. Makanya kami memperjuangkan masa depan kita," tuturnya.

Baca: Lirik Lagu Lourder Than Bombs - BTS, Lengkap Terjemahan Indonesia: Lagu di Album Map of The Soul: 7

Baca: Kasus Kepsek Perkosa Siswi Sejak SD, Pakai Foto untuk Ancam Korban, Dihapus Karena Kepergok Istri

Selain itu ia menjelaskan, bahwa selama ini para pengemudi ojol selalu mengutamakan safety riding.

"Karena kami punya safety riding. Kalau alasannya dihapuskan karena keselamatan, saya rasa enggak relevan."

"Karena ojol ini juga ada karena kebutuhan," ucap Lutfi.

(Tribunnewswiki.com/Saradita Oktaviani/Kompas)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved