Hari berikutnya, otoritas kesehatan mengumumkan bahwa dia adalah kasus ke-31 di negara tersebut.
Hanya dalam hitungan hari, angka korban yang terjangkit COVID-19 di Korea Selatan mengalami ledakan jumlah korban ketika ratusan orang di Gereja Shincheonji dan daerah sekitarnya dinyatakan positif.
Pusat Pengendalian & Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengabarkan pada hari Sabtu bahwa mereka telah memperoleh daftar 9.300 orang yang telah menghadiri dua kebaktian gereja Shincheonji, sekitar 1.200 di antaranya mengeluh gejala seperti flu.
Ratusan kasus kini telah dikonfirmasi di sana.
Cluster besar kedua muncul dari rumah sakit terdekat di Cheongdo, sebuah desa yang dekat dengan Daegu.
Pihak berwenang sedang menyelidiki hubungan antara gereja di Daegu dan layanan pemakaman di rumah sakit, yang dihadiri sejumlah anggota gereja dari 31 Januari - 2 Februari.
Jika dikonfirmasi, itu berarti Pasien 31 dapat dihubungkan dengan kedua kluster.
Antara daerah Daegu dan Cheongdo, wilayah tersebut mencakup sekitar 80% dari kasus di seluruh Korea Selatan.
Penyelidikan masih dilakukan oleh pihak berwenang mengenai sebab Pasien 31 tertular virus.
Pasien tersebut tidak memiliki catatan baru-baru ini tentang perjalanan ke luar negeri atau kontak yang sebelumnya diketahui dengan kasus-kasus lain yang dikonfirmasi.
Hampir semua kota besar dan provinsi di Korea Selatan sekarang telah melaporkan beberapa infeksi.
Namun, Daegu menjadi tempat dengan kasus terbanyak.
Daegu merupakan tempat gereja itu berada, dan di dekat Gyeongbuk, di mana rumah sakit itu berada.
Sedangkan Seoul, wilayah metropolitan yang berpenduduk lebih dari 25 juta orang, hanya memiliki porsi kecil kasus virus corona.
“Virus corona lebih menular dan menyebar dengan cepat selama tahap awal wabah, dan oleh karena itu diperlukan tindakan pencegahan mengingat kemungkinan bahwa virus dapat berkembang menjadi penyebaran nasional dari penyebaran komunitas,” jelas menteri kesehatan Korea Selatan Park Neung-hoo.
“Kami meyakini, minggu depan hingga 10 hari ke depan akan sangat penting untuk menentukan sejauh mana penyebaran virus corona,” imbuhnya.
(Tribunnewswiki.com/Kaa)(Kontan/Barratut Taqiyyah Rafie)