Kekecewaan WNI yang Terjebak di Wuhan, Sebut Ada Kesalahan Soal Evakuasi : Kami Ingin Pulang

Kekecewaan WNI yang tertahan di Wuhan, tertinggal dari evakuasi, sebut ada informasi salah terhadap 7 warga yang putuskan tinggal di China


zoom-inlihat foto
korban-virus-corona-wuhan.jpg
HECTOR RETAMAL / AFP
File foto ini diambil pada 30 Januari 2020 yang memperlihatkan seorang pria yang mengenakan sungkup muka melewati seorang lelaki tua pingsan dan meninggal di trotoar di sepanjang jalan dekat sebuah rumah sakit di Wuhan.


Justru 4 orang itulah termasuk saya yang ingin pulang.

Sedangkan 3 orang lainnya memang memutuskan tinggal."

"Saya juga sedih dengan nasib teman saya di Jingzhou (Kris) yang juga ketinggalan evakuasi.

Dia perempuan lho, seorang diri di sana.

Nangis-nangis dia.

Lalu berita yang salah itu muncul membuat kami merasa Indonesia telah melupakan kami.

Untung saja saya dan dua teman lain juga tertinggal, jadi Kris tidak merasa sendiri," ungkap Humaidi, dikutip dari Kompas.com.

Pemerintah China telah memblokir aplikasi chatting WhatsApp dan sebagai gantinya aplikasi WeChat banyak digunakan warga China dalam berkomunikasi secara daring.

Baca: VIRAL Pengemudi Mobil Pribadi di Bintaro Hadang Ambulans yang Bawa Pasien Lalu Pukul Sopir

Baca: Marc Marquez Melempem pada Tes Pramusim MotoGP 2020 Qatar, Alberto Puig Sebut Honda Belum Siap

Meski kecewa terhadap layanan evakuasi pemerintah Republik Indonesia, Humaidi mengaku kalau dirinya dan kawan-kawan mendapatkan bantuan logistik berupa obat-obatan dan masker.

"Masker sekarang langka.

Jadi pihak KBRI mengirimkan kami masker dan obat-obatan.

Juga mengirimkan uang."

Sampai saat ini, Humaidi sudah mendapatkan bantuan uang sebanyak tiga kali.

Terakhir bantuan dana yang diberikan pemerintah RI sebesar 1.500 yuan China atau setara dengan Rp 2,9 juta.

"Saya hanya tidak habis pikir, kenapa kok karena batuk saja tidak bisa dievakuasi, karena hanya suhu tubuh tinggi saja tidak bisa pulang."

Coronavirus
Coronavirus (CNN)

Humaidi juga menjelaskan kalau dirinya saat itu sangat yakin bisa dievakuasi karena dia berpikir,

"Yang jemput kan pemerintah, saya saat itu yakin sekali bisa pulang.

Saya yakin mereka bisa evakuasi saya.

Tapi nyatanya tidak.

Sekelas negara lho, masa sih tidak ada power?" ujar Humaidi dengan intonasi bicara yang terdengar kecewa.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved