TRIBUNNEWSWIKI.COM - Partai Gerindra akan mengadakan kongres pada tahun ini.
Dalam Kongres itu, akan dipilih Ketua Umum Partai Gerindra yang baru.
Terkait hal ini, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani buka suara.
Diberitakan Tribunnews.com, Muzani menyebut semua kader ingin Prabowo Subianto kembali menjabat sebagi Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Gerindra.
"Tidak ada calon lain, InsyaAllah hanya Pak Prabowo yang akan maju," ujar Ahmad Muzani di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (25/2/2020).
Baca: Ahmad Muzani
Baca: Tanggapi soal Banjir Jakarta, Anies: Pertemuan dan Rapat Batal, Semua Turun ke Lapangan.
Menurut Muzani, kepemimpinan tokoh yang kini menjabat sebagai menteri pertahanan itu masih dibutuhkan Gerindra.
"Pak prabowo masih diperlukan untuk menjaga kita semuanya," ucap Muzani.
Karena tidak ada calon lain sebagai Ketua Umum Gerindra, Prabowo akan dipilih secara aklamasi oleh seluruh kader Gerindra.
Meski demikian, jadwal Kongres Gerindra belum bisa dipastikan.
Muzani mengatakan akan melakukan rapimnas terlebih dulu dengan pimpinan di daerah.
"Tahun ini kongres, tapi waktu dan tempat akan kami rapatkan. Kami lakukan rapimnas untuk memutuskan pelaksanaan kongres," ucap Muzani.
Baca: Elektabilitas Anies Baswedan Hanya Kalah dari Prabowo, Survei Median: Dipilih Bukan Karena Kinerja
Elektabilitas Tertinggi
Memang tidak salah jika Prabowo menjadi Ketum Gerindra.
Pasalnya, berdasarkan survei Indo Barometer, elektabilitas Prabowo Subianto menjadi yang tertinggi.
Prabowo Subianto disebut sebagai calon Presiden Indonesia 2024 yang paling banyak didukung.
Menhan mengungguli nama lain, yang akan didukung menjadi capres dalam kontestasi empat tahun mendatang.
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari saat pemaparan hasil Survei Nasional 'Mencari Pemimpin: Road to Capres dan Parpol 2024' di Hotel Century Park, Jakarta, Minggu (23/2/2020).
Diberitakan Tribunnews.com, Qodari mengatakan dalam pertanyaan tertutup sebanyak 22,5 persen publik mengaku akan memilih Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2024.
Dalam pertanyaan itu, nama Jokowi sudah tidak disertakan lagi.
Hal itu karena Jokowi sudah menjabat dua kali periode, tidak bisa mendaftar lagi sebagai capres.