TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi persoalan banjir Jakarta yang terjadi berkali-kali termasuk hari ini, Selasa (25/2/2020).
Diketahui sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya terendam banjir setelah hujan mengguyur sejak Senin malam.
Anies Baswedan mengatakan, menurut informasi yang diterimanya, lebih dari 200 RW di Ibu Kota terkena dampak banjir.
Ketika disinggung banjir yang sudah berkali-kali terjadi di Jakarta sejak Tahun Baru 2020, Anies tak banyak berkomentar.
Baca: Berniat Singkirkan Bambu Yang Melintang, Gadis di Pekalongan Meninggal Tersengat Listrik
Baca: Banjir Jakarta Landa Pemukiman Kemang, Ketinggian Air 1,6 M Buat Warga Harus Mengungsi di Mushala
Ia hanya mengatakan, pihaknya saat ini berkonsentrasi menangani korban banjir.
"Sekarang konsentrasi pada penanganan,
Cuaca seperti ini masih akan terjadi beberapa waktu ke depan," ucap Anies saat memantau Pintu Air Manggarai, Jakarta, Selasa pagi seperti dikutip dari Kompas.com.
Gubernur DKI Jakarta itu juga menyinggung ramalan BMKG pada Desember 2019 lalu, bahwa cuaca ekstrem akan terjadi hingga Maret 2020.
Baca: Gempa Tektonik
Baca: BMKG - Prakiraan Cuaca Rabu 26 Februari 2020: Yogyakarta dan 3 Wilayah Lain Waspada Hujan Petir
Anies enggan berkomentar lagi ketika ditanya antisipasi Pemprov DKI menghadapi cuaca ekstrem tersebut.
"Cukup," kata Anies sambil berjalan meninggalkan para wartawan.
Dikutip dari Kompas.com, pada awal pernyataan, Anies mengatakan, banjir yang terjadi Selasa pagi, karena curah hujan yang tinggi.
Bukan karena aliran dari hulu di Bogor.
Baca: Sudah Berjuang Mati-Matian Rawat Pasien Virus Corona, Kini 3.000 Tim Medis di China Malah Terinfeksi
Baca: Underpass Senen Terendam Banjir 2 Meter, Belum Ada Pompa, Warga: Sebelumnya Mana Pernah
Seperti di Pintu Air Manggarai, sempat berada pada level Siaga I dan kini turun menjadi Siaga II.
Menurut Anies, seluruh jajaran Pemprov DKI saat ini berada di lapangan untuk membantu warga yang terdampak banjir.
Ia menginformasikna, bagi warga korban banjir yang membutuhkan bantuan, dapat menghubungi 112.
Warga juga dapat medatangi kantor kelurahan terdekat.
Baca: DKI Jakarta Kembali Banjir, 326 Gardu Listrik Ibu Kota dan Bekasi Dipadamkan, Berikut Daftarnya
Baca: Banjir Kepung Ibukota, Sosok Ini Beri Pujian Untuk Gubernur Jakarta, Sebut Kinerja Anies Lebih Baik
"Kita akan bantu respons semua yang jadi kebutuhan masyarakat," ucap Anies.
Untuk saat ini, kata Anies, pihaknya sedang konsentrasi pada penanggulanan bencana.
"Semua sumber daya kita siapkan untuk terjun ke lapangan.
Semua kegiatan Pemprov difokuskan di lapangan.
Semua pertemuan, rapat batal semuanya, turun ke lapangan," ucap Anies.
Baca: Anies Baswedan
Baca: Elias Alderete
Dikutip dari Tribunnews.com, gara-gara banjir Jakarta, Anies diminta untuk mundur dari jabatannya.
Salah satunya dikatakan oleh Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan.
"Gubernur Jakarta Anies Baswedan tidak kerja.
Ayo Anies Baswedan lempar handuk putih ke air banjir dan mundurlah dari kursi Gubernur Jakarta karena tidak mampu kerja," ujar Tigor melalui keterangan tertulis yang diterima Tribunnews, Selasa (25/2/2020).
Baca: Satu Lagi Pemain Muda Indonesia Dikontrak Klub Eropa, Menyusul Egy dan Witan
Baca: Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
Tigor pun memberi seruan kepada DPRD DKI Jakarta untuk memecat Anies Baswedan.
"Ayo DPRD Jakarta pecat gubernur Jakarta Anies Baswedan," ujarnya.
Menurut Tigor, Anies Baswedan sudah membuat rakyat DKI menderita karena banjir.
"Rakyat Jakarta sudah menderita karena didera banjir terus menerus akibat tidak bekerjanya Gubernur Jakarta, Anies Baswedan," sebutnya.
Baca: Kisah Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Merasa Seperti Sampah, Nyaris Ikuti Jejak Sang Ayah
Baca: Sepanggung, Ahmad Dhani Sapa Maia Estianty : Selamat Malam Ibunya Al, El, dan Dul yang Tersayang
Banjir yang terjadi hari ini disebut Tigor layaknya sinetron, berjilid-jilid.
"Banjir Jakarta berjilid-jilid seperti sinetron, ya sinetron Pemprov Jakarta tidak kerja, sinetron Anies Baswedan tidak kerja," ungkapnya.
"Melihat situasi banjir Jakarta jilid 8, atau ke-8 kali dalam waktu 7 minggu di tahun 2020 membuktikan sistem drainase tidak berfungsi menyalurkan air hujan," imbuhnya.
Hal ini disebut Tigor lantaran tidak pernah dibersihkan.
"Hujan yang menguyur Jakarta sejak semalaman dan terhambat mengalir karena drainase tersumbat dan tidak pernah dibersihkan," ungkapnya.
Baca: The Panturas
Baca: Korban Virus Corona di Korea Selatan Capai 893, Kini Ribuan Orang Penuhi Jalanan Antri Beli Masker
Tigor pun mengungkapkan pengalamannya terhalang banjir saat beraktivitas pagi ini.
"Pagi ini saya jam 05.50 WIB saya mengantar anak ke sekolah.
Perjalanan kami mulai dari Jalan Matraman Raya Jakarta Timur ke Jalan Menteng Raya Jakarta Pusat," ungkap Tigor.
Baca: Digugat Rp 9,5 Miliar, Manajemen Gen Halilintar Mengaku Awam Pengetahuan Soal Hak Cipta
Baca: Tragis, Pendukung Teori Bumi Datar Tewas dalam Kecelakaan Roket Buatannya, 2 Kali Gagal Meluncur
Tigor mengungkapkan sepanjang perjalanan semua ruas jalan alami banjir sekitar 30 cm hingga 50 cm.
"Akibat jalan ditutup air banjir, jalan macet dan banyak kendaraan yang mogok akibat banjir," ungkapnya.
Disebutnya ada pula kendaraan yang berbalik arah menghindari banjir.
(Tribunnewswiki.com/Saradita Oktaviani/Kompas.com/Tribunnews.com)