TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bagaimana cara Bernie Sanders dapat memenangkan kaukus Partai Demokrat di Nevada, Amerika Serikat?
Pertanyaan ini mencuat kala senator Vermont berumur 78 tahun ini mampu unggul poin besar atas rivalnya dalam kaukus ketiga setelah Iowa dan New Hampshire.
Bernie Sanders, seorang politikus aliran sosial demokrat yang empat tahun lalu pernah kalah oleh rival demokratnya Hillary Clinton kini dinilai tak patah semangat untuk maju kembali dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat yang akan digelar pada 3 November 2020.
Meskipun Hillary kalah oleh Donald Trump, namun semangat 'mengalahkan Trump' kembali disuarakan Bernie Sanders dalam kampanyenya.
Sebelum hajatan pilpres berlangsung, masing-masing partai sama-sama menggelar pemilihan pendahuluan atau kaukus untuk menjaring suara dari pendukung kandidat mana yang bakal diusung oleh partai.
Partai Republik hampir dipastikan mengusung kembali Donald Trump sebagai petahana.
Sementara, Partai Demokrat hampir dipastikan membangun suasana politik yang cair dan dinamis saat banyak kandidatnya yang masih memiliki peluang besar menjadi rival Trump.
Baca: Bernie Sanders Menang Pemilihan Kaukus di Nevada Amerika Serikat, Jadi Unggulan Partai Demokrat
Menang Telak
Memasuki kaukus ketiga, secara mengejutkan Bernie Sanders berada di urutan pertama, unggul poin besar jauh dari rivalnya, Joe Biden, Pete Buttigieg, Elizabeth Warren, dan Amy Klobuchar yang menyusul setelahnya.
Kemenangan besar ini menjadi rumusan masalah bagi Politico, (22/2/2020) dalam menganalisa dan mencari tahu bagaimana Bernie Sanders dapat memenangkan kaukus di Nevada.
Media analitik, Politico menyebut Bernie mengunci basis suara dari anak-anak muda, kelompok Latino, dan Liberalis.
Ketiga basis suara ini lebih dari cukup memperbesar raihan suaranya di kaukus Nevada, Sabtu (22/2/2020).
Masyarakat Nevada tergolong multirasial dan beragam jenis usia. Bernie mampu merebut atensi mereka terkhusus mayoritas pemilih di bawah usia 45 tahun.
Anak-anak muda liberal yang terbuka dengan isu-isu seperti feminisme, perubahan iklim, kesehatan, dan lain sebagainya menjadi amunisi utama Bernie di Nevada.
Lebih jauh lagi, ia juga berhasil menarik minat kelompok Latino yang hampir seperlima masyarakatnya berada di Nevada.
Baca: Bernie Sanders Peringatkan Rusia Tak Ikut Campur dalam Kampanye Pilpres AS 2020
Bernie Pernah Kalah di Nevada
Saat bersaing dengan rivalnya sesama Demokrat, Hillary Clinton sekitar empat tahun yang lalu, Bernie pernah kalah tipis di Nevada.
Namun, dinamika politik yang begitu cair saat ini membalikkan keadaan dan menempatkan Bernie sebagai frontrunner di kandidat Demokrat lain seperti Joe Biden, Pete Buttigieg, Elizabeth Warren dan sebagainya.
Menurut sebuah lembaga survei, para pemilih Bernie telah memutuskan pilihannya enam minggu sebelum dilangsungkannya kaukus.
Hal ini menandakan betapa kuatnya basis pemilih Bernie Sanders di Nevada.