Selama setahun terakhir hubungannya dengan Anwar memburuk karena dia disebut berambisi menyalip Anwar sebagai PM.
Dua Kubu dalam Satu Partai
Akibat perpecahan ini, PKR terpecah menjadi dua faksi, yaitu kubu Anwar dan kubu Azmin.
Keduanya mempunyai loyalis masing-masing di mana loyalis Azmin menyebut keluar dari PKR dan membentuk koalisi baru bersama partai lain.
Baca: Penantian Panjang Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri Malaysia, Rela Menunggu 22 Tahun
Dukungan Partai Bersatu
Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) lembaga politik tempat Mahathir Mohamad bernaung dilaporkan ikut keluar dari koalisi Pakatan Harapan menyusul kondisi politik yang berubah dramatis pada Senin (24/2/2020).
Dilansir CNA, keputusan ini diambil menyusul keluarnya 11 anggota Partai Keadilan Rakyat (PKR), termasuk Deputi Presiden Partai, Azmin Ali yang menyatakan pergi dari koalisi untuk membentuk blok independen di parlemen.
Azmin Ali adalah wakil Anwar Ibrahim, pimpinan Parti Keadilan Rakyat yang hubungan keduanya dikabarkan sedang memburuk sejak Azmin digadang-gadang akan menggantikan Mahathir.
Sementara itu, Anwar Ibrahim sendiri merupakan sosok lama yang sempat diberi janji oleh Mahathir beserta koalisi Pakatan Harapan akan memimpin Malaysia setelah Mei 2020.
Namun, hal itu sirna ketika nama Azmin Ali dan sejumlah anggota Parti Keadilan Rakyat keluar dan membentuk koalisi baru bersama dengan partai lainnya.
Baca: Mahathir Mohamad
Koalisi Baru
Presiden Bersatu, Muhyiddin Yassin menerangkan keputusan keluar dari koalisi dibuat oleh dewan tertinggi partai, pada Minggu (23/2).
"Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan perkembangan politik saat ini dan masa depan negara (Malaysia)," katanya.
Muhyiddin menambahkan bahwa semua anggota parlemen dari Partai Bersatu telah menandatangani deklarasi sumpah untuk terus mendukung Dr Mahathir sebagai perdana menteri Malaysia.
Adapun koalisi baru partai di luar Pakatan Harapan terdiri dari: Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Parti Islam Se-Malaysia (PAS), Gabungan Parti Sarawak (GPS), serta Parti Warisan Sabah (Warisan).
Pengunduran Diri Mahathir
Keinginan anggota parlemen Partai Bersatu untuk mempertahankan Dr Mahathir menguat setelah PM Malaysia ini mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai kepala pemerintahan.
Dr Mahathir juga menyatakan mundur dari pimpinan Partai Bersatu.
Surat pengunduran dirinya diserahkan kepada Raja Malaysia, Sultan Abdullah.
Sudah menjadi hal umum kabar kemunduran Dr Mahathir setelah sebelumnya pria 94 tahun ini pernah menyebut akan menyerahkan kekuasaannya segera.
Namun, pada pekan lalu, Mahathir menyebut akan melanjutkan kekuasaannya sampai penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Malaysia.
Tentu publik Malaysia dan Dunia bertanya-tanya ihwal dinamika politik di Malaysia yang membuat Mahathir mengirim surat pengundurannya lebih cepat. (TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)