TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mentahkan Pendapat Komisioner KPAI, Dokter Ungkap Daya Tahan Sperma di Luar Tubuh, Ini Faktanya
Sperma diketahui bisa hidup di luar tubuh laki-laki.
Namun, berapa lamanya tergantung pada lokasinya.
Antara lain, di permukaan yang kering, seperti pakaian atau sprei.
Maka, sperma akan langsung mati begitu cairan semen kering.
Dokter Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG, menjelaskan, sperma yang berada di liang genital wanita bisa bertahan selama 2-3 hari.
Meski demikian, dia membutuhkan medium yaitu cairan tubuh.
Untuk bisa melakukan pembuahan sel telur, sel sperma harus berenang melalui vagina, tuba falopi, hingga mencapai indung telur yang subur dan siap dibuahi.
“Baru nanti sperma akan punya kapasitas untuk bisa berenang dan nanti akan ada proses filtrasi,” kata Ivan lagi.
Jika sperma sperma tidak bisa menembus sel telur maka sperma itu tidak bisa bertahan.
Untuk itu pernyataan yang mengatakan bahwa wanita bisa hamil saat berenang dengan lawan jenis, bisa dikatakan tidak mungkin.
“Dalam medis semua hal bisa saja mungkin.
Namun untuk hal itu (berenang bersama lawan jenis bisa menyebabkan hamil), itu mendekati ke yang sangat tidak mungkin,” ujarnya.
Pendapat ini sekaligus mematahkan pernyataan viral Komisioner KPAI Sitti Hikmawaty yang menyebut pria dan wanita yang berenang di kolam renang yang sama bisa terjadi kehamilan jika pria ejakulasi.
Seperti dikutip dari situs WebMD, disebutkan bahwa di air, sperma bisa bertahan lebih lama dibanding di permukaan kering, terutama air yang hangat.
Namun, hampir tidak mungkin sel sperma itu akan bergerak dan menuju vagina untuk melakukan pembuahan.
Geger Pernyataan Kehamilan di Kolam Renang, Sitti Hikmawaty Buka Suara
Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty belakangan ini tengah ramai diperbincangkan.
Bahkan, nama Sitti Hikmawatty ini masuk daftar trending Twitter hari ini, Minggu (23/2/2020) pukul 16.20 WIB.
Hal itu setelah pernyataannya tentang wanita bisa hamil jika berenang dengan pria.