Hari Ini dalam Sejarah: 9 Orang Tewas Tersedot Keluar dari Pesawat Setelah Pintu Boeing 747 Lepas

Sembilan orang terlempar dan jatuh ke Samudra Pasifik setelah pintu kargo Boeing 747 terlepas


Hari Ini dalam Sejarah: 9 Orang Tewas Tersedot Keluar dari Pesawat Setelah Pintu Boeing 747 Lepas
Commons.wikimedia.org
Kondisi pesawat United Airlines Flight 811 setelah mengalami kecelakaan 

Sembilan orang terlempar dan jatuh ke Samudra Pasifik setelah pintu kargo Boeing 747 terlepas




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sembilan orang tewas tersedot keluar dari pesawat setelah pintu kargo Boeing 747 yang digunakan United Airlines 747 Flight 811 terlepas pada 24 Februari 1989.[1]

Lepasnya sebagian badan pesawat yang terjadi 17 menit setelah lepas landas ini menyebakan dekompresi eksplosif, membuat sebuah lubang besar, dan merusak dua dari empat mesinnya.

Sebanyak sembilan penumpang tersedot keluar dari Boeing 747 dan jatuh di Samudra Pasifik.

Pesawat United Airlines Flight 811 membawa 336 penumpang dan 18 kru, direncanakan terbang dari Honolulu menuju Auckland.

Setelah peristiwa ini terjadi, pilot segera membawa kembali Boeing 747 ke Honolulu International Airport dan berhasil mendarat dengan selamat.

Sebanyak 23 orang kemudian dirawat di rumah sakit karena mengalami luka.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah, 21 Februari 1848, Manifesto Komunis Karl Marx dan Friedrich Engels Terbit

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 21 Februari 1965 Aktivis Afro-Amerika Malcolm X Dibunuh saat Berpidato

N4713U tujuh tahun sebelum terjadi kecelakaan
N4713U tujuh tahun sebelum terjadi kecelakaan (Commons.wikimedia.org)

  • Sekilas pesawat United Airlines Flight 811


Pesawat United Airlines Flight 811 yang melayani penerbangan Los Angeles ke Sydney menggunakan Boeing 747-122.

Pesawat ini mempunyai nomor registrasi N4713U dan mempunyai empat mesim Pratt & Whitney JT9D-7A.

Sementara construction number dan manufacture serial number-nya adalah 19875/89.

Terbang perdana pada 20 Oktober 1970, Boeing ini mempuntau airframe hours 58814 dan cycles 15027.[3]

Setelah peristiwa kecelakaan pada 24 Februari 1989, pesawat ini kemudian diperbaiki dan digunakan kembali oleh United Airlines, tetapi dengan registrasi N4724U.

Boeing ini kemudian dipensiunkan United Airlines pada 1997, kemudian digunakan Air Dabia sebagai C5-FBS.

Ketika Air Dabia berhenti beroperasi pada 1998, pesawat ini ditinggalkan Plattsburgh International Airport.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah, 20 Februari 1985: Pemerintah Irlandia Legalkan Kontrasepsi

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 20 Feb 1993 Kematian Ferruccio Lamborghini, Kreator Mobil Super Lamborghini

  • Kronologi kecelakaan


United Airlines Flight 811 lepas landas dari Honolulu, Hawaii, pada 01.33 waktu setempat menuju Sydney Australia.

Sebelum mencapai Sydney, pesawat ini dijadwalkan melakukan pemberhentian sementara di Auckland New Zealand.

Pesawat ini dikapteni David Cronin (59 tahun) yang sudah dipekerjakan United Airlines sejak 10 Desember 1954.

David Cronin memegang Airline Transport Pilot (ATP) Certificate No. 1268493 dan mempunyai jam terbang 28.000.

1.600 sampai 1.700 jam di antaranya berada di Boeing 747.[5]

Ketika awal melaju, pesawat ini berada di area badai petir sehingga kapten memilih menjaga seat belt-nya sign-on.

Ketika pesawat melaju pada ketinggian antara 22.000 dan 23.000 kaki, setelah terbang selama 17 menit, terjadi dekompresi eksplosif.

Satu setengah detik kemudian pintu kargo depan lepas dan terbang.

Pintu ternyata mengayun keluar dengan sangat kuat sehingga membanting ke dalam sisi badan pesawat, membuatnya terbuka.

Perbedaan tekanan dan gaya aerodinamika membuat lantai kabin runtuh, menyebabkan sepuluh kursi terlempar dari kabin.

Beberapa penumpang tersedot keluar dari pesawat dan jatuh di Samudra Pasifik.

Sebuah lubang menganga kemudian terlihat di badan pesawat.

Pintu kargo Boeing 747
Pintu kargo Boeing 747 (Commons.wikimedia.org)

Pada awalnya pilot percaya ada bom meledak di dalam pesawat dan segera turun di ketinggian yang memungkinkan orang dapat bernafas.

Pilot juga membalikkan pesawat 180 derajat untuk kembali ke Honolulu.

Dua dari empat mesin terpaksa dimatikan karena rusak oleh puing-puing yang terlempar dari pesawat selama dekompresi eksplosif.

Namun, pesawat akhirnya berhasil mendarat selamat di Honolulu.

Meski sudah dilakukan pencarian, sembilan korban terlempar tidak ditemukan di laut.

Setelah melakukan beberapa penyelidikan, NTSB (National Transportation Safety Board) memberi kesimpulan final bahwa penyebab kecelakaan ini terbukanya pintu kargo secara tiba-tiba.

Terbukanya pintu ini diduga karena pengkabelan yang tidak layak dan kecacatan desain pintu.[6]

(TribunnewsWiki/Febri)



Peristiwa 9 orang tewas tersedot keluar dari pesawat setelah pintu kargo United Airlines Flight 811 lepas
Pada 24 Januari 1989
   


Sumber :


1. wikivisually.com
2. www.nytimes.com
3. aviation-safety.net
4. www.ntsb.gov


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved