Risky ingin membelikan orangtuanya rumah.
Keinginan itu terlontar lantaran sejak kecil, Risky tinggal di rumah berdinding papan.
Dia ingin orangtuanya tinggal di tempat yang lebih baik.
"Saya sebagai orangtuanya hanya bisa berdoa, apa yang menjadi keinginannya bisa terwujud," harap Sumarni.
Saat ditanya persiapan pelantikan itu, Sumarni maupun Supriyadi mengaku siap datang dengan baju terbaik mereka.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa unik sekaligus menyentuh terjadi dalam acara Latja (Latihan Kerja) para siswa Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara atau SPN Labuan Panimba.
Hal ini terjadi kala salah seorang peserta tampak bersujud dan mencium kaki ayahnya yang hadir dalam acara tersebut.
Dikutip dari akun media sosial Humas Polres Palu, kejadian tersebut terjadi di tengah-tengah arahan Kapolres Palu AKBP H.Moch Sholeh, SIK.SH.MH kepada siswa Latja SPN Labuan Panimba
Kejadian unik tersebut terjadi di Polda Sulteng di Baruga Polres Palu (18/02/2020) Senin lalu.
Kala itu, tiba-tiba menyapa seorang bapak yang lagi berdiri menonton dekat siswa .
Kapolres spontan bertanya "Pak cari siapa ?”
Bapak tersebut kemudian menjawab “lihat anak saya pak lagi latja disini”.
Mendengar pernyataan sang bapak kemudian Kapolres menanyakan nama anak sang bapak.
Bapak tersebut lantas membalas “Itu Pak Kapolres” sambil menunjuk salah seorang peserta Latja SPN.
Langsung saja Kapolres memanggil maju ke depan siswa latja yang ditunjuk oleh bapak tersebut.
Tak selang beberapa waktu kemudian, sang siswa tersebut langsung mencium kaki bapaknya.
Para peserta yang hadir pun tampak haru melihat pemandangan tersebut.
Usut punya usut, bapak dari salah satu peserta Latja tersebut adalah seorang penjual sate dan bakso keliling.
Melalui profesi sederhana tersebut, sang bapak tetap bisa menyekolahkan anaknya sampai masuk polisi karena cita citanya dari kecil.
“Jadi adik-adik pelajar kalau pingin jadi polisi mulai sekarang siapkan mental, fisik dan kesehatan percayalah pasti bisa."