Kisah Sosok Penyumbang Emas Monas, Justru Dijebloskan ke Penjara dan Nasibnya Berakhir Tragis

Kisah sosok penyumbang emas Monas, justru dijebloskan ke penjara dan nasibnya berakhir tragis.


zoom-inlihat foto
kisah-sosok-penyumbang-emas-monas-justru-dijebloskan-ke-penjara.jpg
kolase foto wikipedia
Kisah sosok penyumbang emas Monas, justru dijebloskan ke penjara dan nasibnya berakhir tragis.


Dia menamatkan pendidikannya dengan pangkat Letnan Satu.

Suasana di Monumen Nasional.
Suasana di Monumen Nasional. (kompas.com/Setyo Adi)

Teuku Markam kemudian bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI), serta pernah mengikuti pertempuran di Tembung, Sumatera Utara.

Meski demikian, Teuku Markam pernah merasakan mendekam di Penjara.

Teuku Markam berada di penjara karena persaingan bisnisnya dengan Teuku Hamzah sekitar tahun 1957.

Saat itu, Teuku Hamzah menjadi Panglima Kodam Iskandar Muda.

Namun, pada tahun 1958 Teuku Markam baru keluar dari penjara.

Usai bebas dari penjara, Teuku Markam kembali menggeluti dunia bisnis.

Dia banyak mengembangkan bisnisnya pada sektor pembuatan kapal.

Teuku Markam pun menjadi pengusaha yang sangat sukses saat itu.

Kondisi kawasan Monumen Nasional setelah penebangan 205 pohon untuk revitalisasi, Kamis (23/1/2020).(KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)
Kondisi kawasan Monumen Nasional setelah penebangan 205 pohon untuk revitalisasi, Kamis (23/1/2020).(KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO) (KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)

Oleh karena itu, dia berkomitmen untuk membantu Presiden Soekarno memberantas buta huruf, dan membebaskan Irian Barat.

Selain membantu dalam kedua hal itu, dia juga berkomitmen membantu Soekarno membangun Monas, dan menyumbangkan emas seberat 28 kilogram.

Nahas, nasib Teuku Markam tak selalu mujur.

Sebab, dia harus kembali mendekam di penjara.

Pada era pemerintahan Orde Baru, Teuku Markam dituding sebagai PKI, dan koruptor.

Sehingga, pada tahun 1966, Teuku Markam pun dijebloskan ke penjara tanpa adanya proses pengadilan.

Baru pada tahun 1974 Teuku Markam dibebaskan oleh pemerintah.

Meski demikian, seluruh aset perusahaan dan kekayaannya telah disita oleh pemerintah Orde Baru.

Teuku Markam tutup usia akibat komplikasi penyakitnya pada tahun 1985. (Dikutip dari Wikipedia, dan berbagai sumber)

Baca: Monumen Nasional (Monas)

Baca: Ibu Kota Pindah Jadi Trending Topic di Media Sosial: Ada Meme Monas Terbang ke Kaltim

(TribunJatim/Tribunnews)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved