"Saya pikir orang-orang seperti itu, yang akan mengambil risiko bertarung kemudian memiliki pinggul kuat, dan pengetahuan gulat untuk tetap bertahan, akan memberikan masalah," katanya menjelaskan.
Gaethje sebelumnya pernah melawan Poirier pada UFC on Fox: Poirier vs. Gaethje pada 14 April 2018.
Saat itu, Poirier menumbangkan Gaethje melalui TKO di ronde keempat.
Baca: Khabib Nurmagomedov Diklaim Dapat Bayaran Rp 1,3 Triliun jika Lawan Floyd dan McGregor di Arab Saudi
Baca: Ingin Lakukan Hal Buruk pada McGregor, Juara UFC Ini Enggan Bertarung Lawan Khabib: Dia Saudara
Dustin Poirer Tantang Nate Diaz setelah Kalah dari Khabib Nurmagomedov
Sementara itu, Poirier sendiri dikabarkan tengah menantang Nate Diaz.
Petarung kelahiran 1989 ini memang belum melakoni pertandingan setelah kalah dari Khabib Nurmagomedov pada UFC 242.
Dalam pertarungan yang diselenggarakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab itu, Poirier mengakui takluk lewat kuncian Khabib.
Sejak saat itu, petarung berusia 31 tahun ini belum pernah kembali ke oktagon.
Dustin Poirier belum mendapat lawan berikutnya.
Dilansir Bolasport.com dari MMA Junkie, baru-baru ini muncul kabar bahwa sang bintang oktagon akan kembali bertarung.
Kabarnya, ia sudah mantap menantang Nate Diaz.
Bahkan Dustin Poirier rela meninggalkan kelas ringan.
Ia harus menuju ke kelas welter untuk melayangkan tantangan pada Nate Diaz.
"Saya berbicara dengan Sean Shelby (pihak UFC) kemarin malam," kata Poirier.
"Saya tahu bahwa mereka menawari dia (Diaz) pertarungan ini di California pada bulan Mei atau International Fight Week (Juni di Las Vegas), jadi kami lihat saja nanti.
Meski demikian, Poirier mengatakan belum tahu apakah Diaz akan menerima tantangan ini atau tidak.
"Kami akan melihat apakah dia akan mengambilnya, tapi tawarannya ada di luar sana," katanya menjelaskan.
Baca: Conor Anthony McGregor
Baca: Kalahkan Donald Cerrone dalam 40 Detik, Conor McGregor Peluk Nenek The Cowboy Usai Pertandingan
Sebelumnya, kedua petarung ini pernah dijadwalkan bertemu di UFC 230.
Namun, pertarungan gagal dihelat.
Kala itu, Poirier harus mangkir karena tengah mengalami cedera.