Hasil jualan daun kelor dia tabungkan di sebuah bank.
Saat ini tabungannya telah mencapai Rp 25 juta.
Tepat pada 3 Oktober 2019, Mbah Marjo resmi terdaftar sebagai calon haji.
Setelah dana mengendap tiga tahun, dia mengajukan percepatan sehingga pada 2023 dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci.
"Saya masih menabung, ingin nyimpan lagi Rp 11 juta buat ke Tanah Suci," beber pria kelahiran 17 Agustus 1936 ini.
Sumarjo mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena diberikan rezeki yang tidak terduga setiap hari.
"Banyak pembeli yang beli dua bungkus tapi memberi uang lebih.
Ketika saya mau mengembalikan, mereka tidak mau," kenangnya.
Sikap para pembeli itulah yang kadang membuat Sumarjo trenyuh.
Dia mengatakan tidak bisa membalas apa pun kebaikan tersebut.
"Lemah teles, Gusti Allah ingkang mbales (Tuhan yang akan membalas)," kata kakek asal Parakan, Temanggung, ini.
(TribunJateng/Iwan Arifianto)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)