Hari Ini dalam Sejarah: Mark Twain Terbitkan Novel Kontroversial The Adventures of Huckleberry Finn

Penulis masyhur Amerika Mark Twain menerbitkan The Adventures of Huckleberry Finn pada 18 Februari 1855, setelah terbit di Inggris setahun sebelumnya


Hari Ini dalam Sejarah: Mark Twain Terbitkan Novel Kontroversial The Adventures of Huckleberry Finn
Commons.wikimedia.org
The Adventures of Huckleberry Finn edisi pertama 

Penulis masyhur Amerika Mark Twain menerbitkan The Adventures of Huckleberry Finn pada 18 Februari 1855, setelah terbit di Inggris setahun sebelumnya




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COMMark Twain menerbitkan novel The Adventures of Huckleberry Finn di Amerika pada 18 Februari 1885.

Menjadi novel Mark Twain paling masyhur, The Huckleberry Finn memfokuskan pada institusi perbudakan dan aspek-aspek kehidupan lain di wilayah Selatan pada masa sebelum perang.

The Adventures of Huckleberry Finn menceritakan perjalanan Huck dan temannya bernama Jim, seorang budak yang melarikan diri, menyusuri Sungai Missisippi menggunakan rakit.

Karena berisi pandangan satire tentang rasisme agama, dan etika yang berlaku saat itu, The Adventures of Huckleberry Finn sempat dilarang

Pada 1950-an, buku ini juga dikritik kelompok Afro-Amerika karena dianggap rasis dalam menggambarkan karakter orang kulit hitam.

Meski banyak dikritik, The Adventures of Huckleberry Fin juga dianggap sebagai sebuah mahakarya dalam sastra Amerika.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Filsuf Giordano Bruno Dibakar Hidup-Hidup karena Dianggap Sesat oleh Gereja

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 17 Februari 1801, Thomas Jefferson Terpilih sebagai Presiden Ketiga Amerika

Penulis Amerika Mark Twain
Penulis Amerika Mark Twain (Commons.wikimedia.org)

  • Sekilas


Samuel Langhorne Clemens atau lebih dikenal sebagai Mark Twain, nama samaran, lahir pada 30 November 1835 di Florida.

Twain merupakan anak keenam dari pasangan John Marshall dan Jane Lampton Clemens.

Pada 1839, keluarga mereka pindah ke Hannibal, sebuah kota pelabuhan di Sungai Mississippi.

Ayahnya membuka sebuah toko di sana, dan pada akhirnya menjadi seorang justice of the piece.

Pada waktu itu banyak kematian yang terjadi karena wabah.

Saudara perempuannya meninggal karena demam dan ayahnya meninggal karena penumonia pada 1847.

Kematian ayahnya membuat ekonomi keluarganya memburuk dan terpaksa menjual tanah dan budak satu-satunya yang mereka miliki.

Twain kemudian membantu ekonomi keluarga dengan melakukan beberapa pekerjaan di kota.[1]

Pada 1851, dia bekerja sebagai pencetak, penulis, dan editor sebuah koran bernama Hannibal Western Union yang dimiliki saudara laki-lakinya bernama Orion.

Sembilan tahun setelahnya, dia ganti bekerja sebagai nakhoda kapal uap.

Dia sempat juga bergabung Tentara Konfederasi sebelum unitnya dibubarkan.

Twain kemudian berkelana ke Barat dan bekerja sebagai wartawan Virginia City Territorial Enterprise.

Pada waktu itu dia mulai menulis cerita dan menggunakan nama Mark Twain.

Cerita-ceritanya meledak di pasaran dan ketika berumur 34 tahun, dia sudah menjadi salah satu penulis Amerika paling masyhur.[2]

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 15 Februari 1898, Meledaknya Kapal USS Maine di Havana Kuba, 260 Kru Tewas

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Pembantaian Hari Valentine, 7 Anggota Geng North Side Dibunuh di Garasi

  • The Adventures of Huckleberry Finn terbit di Amerika


The Adventures of Huckleberry Finn milik Mark Twain sudah lebih dulu terbit di Inggris pada 1884.

Namun, novel ini justru baru terbit di Amerika pada 18 Februari 1885.

The Adventures of Huckleberry Finn dianggap sebagai sekuel novel sebelumnya, The Adventures of Tom Sawyer (1976).

Novel ini terkenal dengan deskripsinya mendetailnya tantang masyarakat dan tempat di sepanjang Sungai Mississippi.[3]

Inti novel ini adalah petualangan Huck dan temannya bernama Jim, seorang budak yang melarikan diri, menyusuri Sungai Mississippi menggunakan rakit.

Jim melarikan diri karena dirinya akan dijual dan dipisahkan dari istri dan anaknya.

Huck memutuskan membantu Jim pergi ke Ohio untuk mendapatkan kebebasannya.

Salah satu yang mengejutkan dari novel ini adalah pandangan satirenya pada rasisme, agama, dan etika sosial yang berlaku saat itu.

Jim digambarkan sebagai seorang yang kuat, pemberani, dermawan, dan bijaksana.

Sementara banyak tokoh kulit putih digambarkan jahat, bodoh, atau sekadar egois.

Huck yang naif pada akhirnya mempertanyakan kemunafikan dan ketidakadilan dalam masyarakat secara umum.

Sebulan setelah diterbitkan, The Adventures of Huckleberry Finn dinyatakan sebagai buku terlarang oleh beberapa perpustakaan.

Novel ini memancing kontroversi, bahkan jauh setelah Twain meninggal pada 1910.

Pada 1950-an novel ini dikritik kelompok-kelompok Afro-Amerika karena dianggap rasis dalam menggambarkan tokoh-tokoh kulit hitam.

Namun, di samping kontroversi yang meliputinya, novel ini tetap populer bagi para pembaca muda.

Bahkan, The Adventures of Huckleberry Finn juga dianggap sebagai mahakarya sastra Amerika.

Ernest Hemingway menyatakan tulisan Twain tersebut sebagai penanda kemunculan sastra Amerika.[4]

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 13 Februari 1542, Dituduh Selingkuh, Ratu Catherine Howard Dihukum Pancung

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ibu Kota India (British Raj) Resmi Berpindah dari Calcutta ke New Delhi

(TribunnewsWiki/Febri)



Peristiwa The Adventures of Huckleberry Finn terbit di Amerika
Pada 18 Februari 1885
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.britannica.com
3. www.biography.com
4. wikivisually.com


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved