Hari Ini dalam Sejarah: Pembantaian Hari Valentine, 7 Anggota Geng North Side Dibunuh di Garasi

Tujuh anggota geng North Side dibantai beberapa pria berpakaian polisi pada 14 Februari 1929


Hari Ini dalam Sejarah: Pembantaian Hari Valentine, 7 Anggota Geng North Side Dibunuh di Garasi
Commons.wikimedia.org
Bos Geng Chicago Outfit, Al Capone, sering dianggap sebagai otak di belakang Pembantaian Hari Valentine 1929 

Tujuh anggota geng North Side dibantai beberapa pria berpakaian polisi pada 14 Februari 1929




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Tujuh anggota Geng North Side dibunuh oleh beberapa orang berpakaian polisi di sebuah garasi di Kota Chicago pada Hari Valentine, 14 Februari 1929.

Pembunuhan tujuh anggota Geng North Side terjadi dalam konteks peperangan geng di Chicago pada 1920-an.

Geng North Side pimpinan George “Bugs” Moran beperang dengan geng Chicago Outfit yang dipimpin seorang keturunan Italia bernama Al Capone atau “Scarface”.

Pada saat itu, Al Capone berusaha menyingkirkan lawan-lawannya dalam perdagangan ilegal, perjudian, dan prostitusi.

Pembantaian Hari Valentine atau St Valentine’s Day Massaces masih menjadi misteri dan tidak pernah secara resmi dikaitkan pada Al Capone.

Namun, umumnya Al Capone dianggap sebagai orang yang berada di balik peristiwa berdarah itu.[1]

Pembantaian Hari Valentine dan pembunuhan antar geng lainnya sering digambarkan dengan jelas media masa di seluruh dunia dan menjadi simbol Prohibition Era di Chicago.[2]

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 13 Februari 1542, Dituduh Selingkuh, Ratu Catherine Howard Dihukum Pancung

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ibu Kota India (British Raj) Resmi Berpindah dari Calcutta ke New Delhi

Bugs Moran, pemimpin geng North Side
Bugs Moran, pemimpin geng North Side (Commons.wikimedia.org)

  • Konteks


Pada dekade 1920-an, tepatnya pada 1924 hingga 1930, Kota Chicago terkenal karena kekerasan dan kriminalitasnya.

Fenomena ini bertepatan dengan masa berkuasanya seorang kepala kriminal bernama Al Capone, mempunyai julukan “Scarface”.

Al Capone mengambil alih kepemimpinan bosnya bernama Johnny Torris pada 1925.

Torris pensiun karena pada 1924 terluka serius akibat percobaan pembunuhan.

Pada dekade yang sama, dengan Prohibition atau Undang-Undang Pelarang, Amerika melarang  penjualan dan impor alkohol.

Pelarangan ini memunculkan kenaikan organisasi kriminal, hingga Prohibition dihapus pada 1933.

Prohibition membuat terjadinya penyelundupan atau penyulingan dan penjualan alkohol secara ilegal.

Al Capone menjadi salah satu gangster yang mendapat keuntungan dari aktivitas penyelundupan ini. [3]

Selain itu, dia juga mendapat keuntungan dari bisnis perjudian dan prostitusi.

Pada 1927, keuntungan yang diperolehnya bahkan mencapai sekitar $100 juta.

Selama bertahun-tahun, Al Capone memperkuat kendalinya atas Chicago dengan menyingkirkan para rivalnya.

Pada 1924, pihak berwenang mencatat sekitar 16 pembunuhan yang berhubungan dengan geng.

Lima tahun kemudian bahkan sudah meningkat menjadi 64.

Pihak berwenang Federal, termasuk Federal Bureau of Investigation, memiliki lebih sedikit yurisdiksi daripada hari ini dan tidak termasuk aktivitas geng di Chicago.[4]

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 12 Februari 1912, Kaisar Terakhir China Hsian-Tung atau Pu Yi Turun Tahta

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Jatuhnya Meteorit Terbesar yang Terekam Sejarah, Meteorit Sikhote-Alin

  • Pembantaian


Perang antar-geng mencapai puncaknya pada Hari Valentine 1929.

Salah satu musuh lama Al Capone adalah George “Bugs” Moran, yang  menjalankan operasi penyelundupannya dari sebuah garasi di 2122 North Clark Street.

Pada 14 Februari pukul 10.30, 7 anggota geng Moran datang ke garasi untuk menunggu truk yang datang.

Sebuah mobil polisi kemudian datang, berisi dua pria berseragam polisi dan dua pria lain berpakaian biasa.

Keempat orang itu memasuki depot, membawa anggota geng ke pojok, dan meminta mereka berbaris menghadap tembok.

Mereka kemudian dihujani tembakan dan keempat orang tersebut kemudian kabur menggunakan mobil patroli polisi, tidak pernah teridentifikasi.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 11 Februari 1990 Nelson Mandela Dibebaskan Setelah Dipenjara Selama 27 Tahun

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 11 Februari 1916, Aktivis Hak-Hak Perempuan, Emma Goldman Ditangkap Polisi

  • Penyelidikan


Ketika polisi datang, seorang anggota geng bernama Frank Gusenberg masih hidup dan dipaksa mengungkap apa yang terjadi.

Namun, dia tidak mau bicara meninggal beberapa menit kemudian.

Polisi hanya mendapat beberapa saksi, tetapi tidak bisa mengungkap pelakunya.

Moran dan yang lainnya kemudian menuduh gang Al Capone berada di balik pembantaian ini.

Namun, Al Capone mengatakan dirinya sedang di rumahnya, di Florida, ketika kejadian itu terjadi.

Tidak ada yang pernah dibawa ke persidangan atas kasus pembunuhan ini.

Pembantaian Hari Valentine masih menjadi salah satu kasus kejahatan yang terbesar yang belum terungkap hingga saat ini.[6]

(TribunnewsWiki/Febri)



Peristiwa Pembantaian Hari Valentine
Pada 14 Februari 1929
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.britannica.com
3. www.khanacademy.org
4. www.independent.co.uk


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved