Hari Ini dalam Sejarah, 18 Februari 1930, Penemuan Pluto oleh Astronom Clyde W Tombaugh

Hari ini dalam sejarah, 18 Februari 1930, Pluto yang sempat dipercaya sebagai planet kesembilan ditemukan oleh astronom, Clyde W. Tombaugh di Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona, Amerika Serikat.


Hari Ini dalam Sejarah, 18 Februari 1930, Penemuan Pluto oleh Astronom Clyde W Tombaugh
Wikimedia
Penemuan Pluto yang sempat disebut sebagai planet kesembilan 

Hari ini dalam sejarah, 18 Februari 1930, Pluto yang sempat dipercaya sebagai planet kesembilan ditemukan oleh astronom, Clyde W. Tombaugh di Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona, Amerika Serikat.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari ini dalam sejarah, 18 Februari 1930, Pluto yang sempat dipercaya sebagai planet kesembilan ditemukan oleh astronom, Clyde W. Tombaugh di Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona, Amerika Serikat.

Penemuan Pluto yang sebelumnya tidak diketahui ini pertama kali diajukan oleh Percival Lowell yang berteori bahwa gerakan yang terjadi di orbit Uranus dan Neptunus disebabkan oleh tarikan gravitasi dari benda yang tidak diketahui.

Lowell menghitung perkiraan lokasi 'benda yang tidak diketahui' ini dengan teori yang ia bangun.

Ia mencarinya lebih dari satu dekade.

Namun demikian, pencarian Pluto olehnya gagal dan tanpa hasil.

Pada tahun 1929, pencarian Pluto kembali dilanjutkan oleh Clyde W. Tombaugh.

Di sinilah astronom ini berhasil menemukan Pluto yang sempat dipercaya sebagai planet kesembilan. [1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Mark Twain Terbitkan Novel Kontroversial The Adventures of Huckleberry Finn

Astronom penemu Pluto, Clyde Tombaugh
Astronom penemu Pluto, Clyde Tombaugh (Wikimedia)

  • Penemuan


Proses pencarian Pluto dilanjutkan oleh astronom Clyde W. Tombaugh.

Tombaugh kembali melanjutkan teori Lowell dan W.H. Pickering untuk dijadikan panduan hitungan.

Pada 18 Februari 1930, Tombaugh berhasil menemukan sebuah planet kecil yang letaknya sangat jauh.

Ia menggunakan teknik baru fotografi astronomi yang dikombinasikan dengan peralatan mikrospik.

Keberhasilannya menemukan Pluto dikonfirmasi oleh sejumlah astronom lainnya.

Pada 13 Maret 1930, penemuan ini diumumkan secara terbuka. [2]

  • Karakteristik


Pluto memiliki suhu permukaan sekitar -360 derajat Fahrenheit.

Pemberian nama 'Pluto' berasal dari nama Romawi yang mengacu pada dewa bawah tanah dalah mitologi Yunani.

Jarak rata-rata Pluto dari Matahari adalah hampir empat miliar mil atau sekitar 248 tahun perjalanan.

Pluto juga memiliki orbit yang bentuknya paling elips dan miring dari planet mana pun.

Pada titik terdekatnya dengan matahari, Pluto melintas ke dalam orbit Neptunus, yang merupakan planet kedelapan. [3]

  • Bukan Lagi Planet


Setelah penemuannya, sejumlah astronom mempertanyakan apakah Pluto punya massa yang cukup untuk masuk dalam orbit Uranus dan Neptunus.

Pada tahun 1978, James Christy dan Robert Harrington menemukan satu-satunya satelit yang diketahui milik Pluto.

Satelit itu dinamai Charon yang berjarak 1428 mil dari Pluto.

Pada tahun 2006, International Astronomical Union mengumumkan bahwa Plato tidak akan lagi disebut sebagai planet.

Hal itu disebabkan karena aturan baru yang menyebut bahwa sebuah benda angkasa dapat disebut planet apabila orbitnya bebas dari benda-benda lain di sekitarnya.

Karena orbit lonjong Pluto tumpang tindih dengan Neptunus, maka Pluto kemudian selanjutnya dianggap sebagai 'planet minor/planet katai', dan didiskualifikasi sebagai planet. [4]

--

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Informasi Detail
Nama Hari Ini Dalam Sejarah
Tanggal 18 Februari 1930
Peristiwa Penemuan Pluto


Sumber :


1. www.history.com
2. www.space.com
3. coolcosmos.ipac.caltech.edu
4. nineplanets.org


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved