PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di transportasi kelautan.


zoom-inlihat foto
pt-pelayaran-nasional-indonesia-persero.jpg
pelni.co.id
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di transportasi kelautan.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di transportasi kelautan.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) adalah perusahaan pelayaran milik negara yang didirikan pada tanggal 28 April 1959 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. M2/1/2 tanggal 28 April 1952.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) bergerak dibidang jasa transportasi kapal laut yang handal dan profesional dengan memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) beralamat kantor pusat di Jl. Gajah Mada No. 14, Jakarta Pusat, 10130, DKI Jakarta, Indonesia.

  • Sejarah


Sejarah berdirinya PT PELNI bermula dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum tanggal 5 September 1950 yang isinya mendirikan Yayasan Penguasaan Pusat Kapal-kapal (PEPUSKA).

Latar belakang pendirian Yayasan PEPUSKA diawali dari penolakan pemerintah Belanda atas permintaan Indonesia untuk mengubah status maskapai pelayaran Belanda yang beroperasi di Indonesia, N.V. K.P.M (Koninklijke Paketvaart Matschappij) menjadi Perseroan Terbatas (PT).

Pemerintah Indonesia juga menginginkan agar kapal-kapal KPM dalam menjalankan operasi pelayarannya di perairan Indonesia menggunakan bendera Merah Putih. Pemerintah Belanda dengan tegas menolak semua permintaan yang diajukan oleh pemerintah Indonesia.

Dengan modal awal 8 (delapan) unit kapal dengan total tonage 4.800 DWT (death weight ton), PEPUSKA berlayar berdampingan dengan armada KPM yang telah berpengalaman lebih dari setengah abad. Persaingan benar-benar tidak seimbang ketika itu, karena armada KPM selain telah berpengalaman, jumlah armadanya juga lebih banyak serta memiliki kontrak-kontrak monopoli.

Akhirnya pada 28 April 1952 Yayasan Pepuska resmi dibubarkan. Pada saat yang sama didirikanlah PT PELNI dengan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor M.2/1/2 tanggal 28 Februari 1952 dan No. A.2/1/2 tanggal 19 April 1952, serta Berita Negara Republik Indonesia No. 50 tanggal 20 Juni 1952. Sebagai Presiden Direktur Pertamanya diangkatlah R. Ma'moen Soemadipraja (1952-1955).

Delapan unit kapal milik Yayasan Pepuska diserahkan kepada PT PELNI sebagai modal awal. Karena dianggap tidak mencukupi maka Bank Ekspor Impor menyediakan dana untuk pembelian kapal sebagai tambahan dan memesan 45 "coaster" dari Eropa Barat.

Sambil menunggu datangnya "coaster" yang dipesan dari Eropa, PELNI mencarter kapal-kapal asing yang terdiri dari berbagai bendera. Langkah ini diambil untuk mengisi trayek-trayek yang ditinggalkan KPM.

Setelah itu satu persatu kapal-kapal yang dicarter itu diganti dengan "coaster" yang datang dari Eropa. Kemudian ditambah lagi dengan kapal-kapal hasil pampasan perang dari Jepang.

Status PT PELNI mengalami dua kali perubahan. Pada tahun 1961 pemerintah menetapkan perubahan status dari Perusahaan Perseroan menjadi Perusahaan Negara (PN) dan dicantumkan dalam Lembaran Negara RI No. LN 1961.

Kemudian pada tahun 1975 status perusahaan diubah dari Perusahaan Negara (PN) menjadi Perseroan terbatas (PT) PELNI sesuai dengan Akte Pendirian No. 31 tanggal 30 Oktober 1975. Perubahan tersebut dicantumkan dalam Berita Negara RI No. 562-1976 dan Tambahan Berita Negara RI No. 60 tanggal 27 Juni 1976.

Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan usaha, perusahaan mengalami beberapa kali perubahan bentuk Badan Usaha. Pada tahun 1975 berbentuk Perseroan sesuai Akta Pendirian Nomor 31 tanggal 30 Oktober 1975 dan Akte Perubahan Nomor 22 tanggal 4 Maret 1998 tentang Anggaran Dasar PT. Pelni yang diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 16 April 1999 Nomor 31 tambahan Berita Negara Nomor 2203.

Baca: PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero)

poemif
Kantor pusat PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).

  • Visi, Misi dan Nilai


Visi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) :

“Menjadi Perusahaan Pelayaran dan Logistik Maritim Terkemuka di Asia Tenggara”

Misi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) :

  • Menjamin aksesibilitas masyarakat dengan mengelola angkutan laut untuk menunjang terwujudnya Wawasan Nusantara
  • Mengelola dan mengembangkan usaha logistik maritim di Indonesia dan Asia Tenggara
  • Meningkatkan nilai perusahaan melalui kreativitas, inovasi, digitalisasi proses bisnis, dan pengembangan sumber daya manusia untuk mencapai pertumbuhan yang berkesinambungan
  • Menjalankan usaha secara adil dengan memperhatikan azas manfaat bagi semua pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip good corporate governance
  • Berkontribusi positif terhadap negara dan karyawan, serta berperan aktif dalam pembangunan lingkungan dan pelayanan kepada masyarakat

Nilai PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) :

Tata Nilai Utama, Budaya Dan Perilaku Perusahaan adalah jiwa Transformasi Pelni untuk menjadi pendorong Peningkatan Kinerja, Operational dan Service Excelence. Maksud dan Tujuan Penetapan Tata Nilai Utama (Corporate Values), Budaya Perusahaan (Corporate Culture) dan Perilaku Utama (Core Behavior) adalah sebagai berikut :

  • Membantu seluruh Insan PT PELNI (Persero) baik di darat maupun di laut agar berperilaku secara benar baik secara hukum maupun secara etis dalam rangka menjaga dan meningkatkan citra Perusahaan.
  • Membentuk Insan PT. PELNI (Persero) berintegritas kuat dan perilaku yang beretika, diharapkan Perusahaan akan memperoleh kepercayaan yang terus-menerus dari para stakehorlders
  • Memberikan kejelasan dalam bersikap dan berperilaku bagi Insan PT PELNI (Persero) dalam menjalankan aktivitas kerjanya sehingga menghasilkan reputasi yang baik, yang pada akhirnya mewujudkan keberhasilan usaha dalam jangka panjang.
  • Membentuk karakter Insan PT PELNI (Persero) yang bertanggung jawab dan beretika dalam berinteraksi baik dengan sesama Insan PT PELNI (Persero) maupun dengan pihak di luar Perusahaan.
  • Menciptakan suasana dan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, etika dan keterbukaan sehingga akan meningkatkan kinerja dan produktivitas setiap Insan PT PELNI (Persero).

Tata Nilai Utama Pelni :

INTEGRITY. Selalu bertindak jujur, disiplin, komitmen, konsisten antara pikiran, perkataan dan tindakan, berani menyatakan kebenaran dan dapat dipercaya sesuai ketentuan perusahaan dan standar etika.

CONTINOUS IMPROVEMENT. Selalu semangat melakukan perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan nilai tambah dan selalu menjadi yang Terbaik

CUSTOMER FOCUS. Selalu berorientasi pada kepentingan Pelanggan dan berkomitmen untuk memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan

COMPETITIVE. Mampu berkompetisi dalam skala Nasional maupun Regional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.

  • Penugasan


Penugasan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) :

Sebagai perusahaan negara yang melayani transportasi laut antar pulau, PELNI menjalankan peran strategis dalam jalannya roda perekonomian dan sosial masyarakat kepulauan. Tanpa kehadiran kapal-kapal PELNI, masyarakat kepulauan akan kesulitan untuk melakukan aktivitas hariannya, termasuk diantaranya jual beli barang kebutuhan pokok, akses pendidikan dan kesehatan, serta yang terutama akses transportasi dari pulau-pulau kecil ke kota yang lebih besar.

Menimbang peran strategis yang dimiliki PT PELNI, maka Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memberikan penugasan dalam bentuk kewajiban pelayanan publik atau PSO (public service obligation). Dengan menerima PSO, PT PELNI berkewajiban untuk menjalankan rute kapal yang ditentukan oleh Pemerintah demi memastikan bahwa daerah-daerah dengan keterbatasan akses transportasi dapat terlayani.

Penugasan Kapal Penumpang. Saat ini PT PELNI mengoperasikan 26 kapal penumpang--mulai kapasitas 500 hingga 3000 seat--dan melayani lebih dari 90 pelabuhan dan 1200 ruas/rute. Setiap tahun, rute yang dilayani oleh Kapal PELNI dapat mengalami perubahan, sesuai dengan usulan Perusahaan, permintaan dari masyarakat, maupun penugasan baru dari Pemerintah.

Penugasan Kapal Perintis. Sejak akhir 2015, Kementerian Perhubungan menyerahkan pengoperasian sebanyak lebih dari 46 Kapal Perintis kepada PT PELNI dengan dasar penugasan sebagai berikut:

Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Kapal Perintis Milik Negara.

Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM. 6 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Kapal Perintis Milik Negara.

Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor AL.108/7/1/DJPL-15 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor AL.108/5/18/DJPL-15 Tentang Jaringan Trayek Dan Kebutuhan Kapal Pelayaran Perintis Tahun Anggaran 2016 Serta Ketentuan-Ketentuan Pelaksanaannya Tanggal 30 November 2015.

Kapal Perintis merupakan kapal penumpang berkapasitas 500 orang yang melayari pulau-pulau dengan kategori 3TP (Terpencil, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan).

Penugasan Kapal Tol Laut. Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, salah satu program yang dimasukkan dalam 9 Agenda Prioritas Nawacita adalah Program Tol Laut, yaitu angkutan barang-barang kebutuhan pokok dari sentra produksi ke pulau-pulau menggunakan kapal laut, atau dinamakan Kapal Tol Laut dengan tipe kapal barang/kontainer. Kapal Tol Laut dimaksudkan untuk meningkatkan dan mempercepat arus distribusi barang kebutuhan pokok, sehingga dapat menekan perbedaan harga barang antara Indonesia bagian barat dengan bagian timur. Saat ini PT PELNI mengoperasikan 8 (delapan) Kapal Tol Laut, yang didalamnya termasuk Kapal Ternak yang mengangkut ternak hidup (sapi) dari sentra pembiakan ternak sapi seperti wilayah Nusa Tenggara untuk dikirimkan ke Pulau Jawa.

Dasar penugasan Kapal Tol Laut, antara lain:

Peraturan Presiden No. 71 Tahun 2015 Tentang Penetapan Dan Penyimpanan Barang Kebutuhan

Pokok dan Barang Penting.

Peraturan Menteri Perhubungan No. PM. 4 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 161 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang di Laut.

Peraturan Menteri Perhubungan No. 17 Tahun 2017 tentang Tarif Angkutan Barang Di Laut Dalam Rangka Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Publik (public service obligation).

Dalam menjalankan penugasannya, PT PELNI selalu menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan secara berkala memberikan laporan pertanggungjawaban kepada Pemerintah. Dengan menerima penugasan PSO, PT PELNI bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

  • Struktur Organisasi


Dewan Komisaris PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) :

Komisaris Utama

Bambang Prihartono

Komisaris Independen

J. Widodo Hario Mumpuni

Komisaris

Sudarto

Raldi Hendro Koestoer

Satya Bhakti Parikesit

Direksi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) :

Direktur Utama

‚ÄčInsan Purwarisya L Tobing

Direktur Keuangan

Tri Andayani

Direktur Umum dan SDM

Ganefi

Direktur Usaha Angkutan Kapal Barang dan Tol Laut

Harry Boediarto

Direktur Usaha Angkutan Kapal Penumpang dan Perintis

O.M Sodikin

Direktur Armada

Tukul Harsono

Struktur organisasi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) :

styukltut
Struktur organisasi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).

(Tribunnewswiki.com/Haris)



Nama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)
Alamat (pusat) Jl. Gajah Mada No. 14, Jakarta Pusat, 10130, DKI Jakarta, Indonesia
Kontak T. 162 (Jabodetabek) F. +62 21 6385 4130
Email infopelni162@pelni.co.id
Jenis BUMN/Persero
Bidang Transportasi kelautan
Situs pelni.co.id
Direktur utama Insan Purwarisya L Tobing


Sumber :


1. pelni.co.id


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved