TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dunia sepak bola internasional diramaikan dengan kabar bahwa juara bertahan Liga Inggris, Manchester City dijatuhi hukuman oleh UEFA.
Tak tanggung-tanggung, pelanggaran yang menurut temuan UEFA telah dilakukan oleh Manchester City akhirnya dikenai sanksi berupa larangan dua musim bermain di kompetisi level Eropa, termasuk Liga Champions dan Liga Europa.
Berikut pernyataan resmi yang Tribunnewswiki.com kutip dari laman resmi UEFA pada Sabtu (15/2/2020):
“Menyusul sidang yang diadakan pada 22 Januari 2020, Adjudicatory Chamber UEFA yakni Club Financial Control Body (CFCB), yang diketuai oleh José da Cunha Rodrigues, hari ini (Jumat, 14/2/2020 waktu Swiss) telah memberi tahukan bahwa Manchester City Football Club tentang keputusan akhir tentang kasus yang dirujuk oleh Kepala Investigator CFCB.”
“Setelah mempertimbangkan semua bukti, Adjudicatory Chamber telah menemukan bahwa Manchester City Football Club melakukan pelanggaran serius terhadap Peraturan UEFA Club Licensing dan Financial Fair Play Regulation dengan melebih-lebihkan pendapatan sponsor dalam akun-akunnya dan break-even point yang diserahkan ke UEFA antara 2012 dan 2016.”
“Adjudicatory Chamber juga menemukan bahwa dalam pelanggaran peraturan, Manchester City gagal bekerja sama dalam penyelidikan kasus ini oleh CFCB.”
“Adjudicatory Chamber telah menjatuhkan sanksi disiplin pada Manchester City Football Club dengan dikeluarkan dari partisipasi di kompetisi klub dibawah naungan UEFA dalam dua musim berikutnya (musim Musim 2020/21 dan 2021/22) dan membayar denda sebesar 30 juta euro,” demikian pernyataan UEFA terkait hukuman untuk Manchester City.
Baca: Jika Liverpool Juara Liga Inggris, Juventus Sodorkan Rp 2,6 Triliun untuk Rekrut Virgil Van Dijk
Baca: Bintang Muda Incaran Manchester United dan Juventus Ini Pecahkan Rekor Gol Liga Jerman
Meski begitu, putusan dari Adjudicatory Chamber iyu masih bisa Manchester City bawa ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS) untuk diajukan banding.
Jika Manchester City menggunakan haknya, keputusan penuh dari Adjudicatory Chamber terkait bagaimana klub milik Sheikh Mansour itu akan mendapat hukuman akan tergantung dari putusan final dari CAS.
Mengapa City dihukum?
Berdasarkan temun bukti UEFA, Manchester City telah terbukti melebih-lebihkan catatan laporan keuangan terkait pendapatan sponsor mereka dan informasi break-even point yang mereka serahkan ke UEFA antara 2012 dan 2016.
UEFA membuka penyelidikan ke Manchester City setelah media asal Jerman Der Spiegel, membuka skandal keuangan yang dilakukan oleh klub tersebut.
Jika banding yang dilakukan ke CAS dimenangkan oleh UEFA, maka klub berjuluk The Citizens itu tidak akan dapat bermain di kompetisi Eropa tingkat apapun pada musim 2020/21 dan 2021/22.
Baca: Performa Lembek, Manajemen Juventus Incar Guardiola dan Allegri Sebagai Pelatih Baru
Baca: Jelang Final Liverpool vs City, Ederson Cedera dan Klopp Minta Penjual Hot Dog Bersiap Diri
Meski begitu, partisipasi Manchester City di musim 2019-20 tak akan terganggu.
Pasukan Pep Guardiola akan tetap berlaga di ajang 16 besar melawan Real Madrid di leg pertama pada 26 Februari di Bernabeu dan leg kedua pada 10 Maret di Stadion Etihad.
Manchester City diketahui melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) yang diperkenalkan oleh UEFA sebagai upaya untuk mencegah klub jatuh ke dalam masalah finansial karena pengeluaran tak dibatasi.
Klub diharapkan beroperasi sesuai kemampuan mereka dan memenuhi setidaknya break-even point atau titik impas keuangan (tak merugi dan memperoleh laba) dan transaksi keuangan yang harus transparan.
Respon Manchester City
Manchester City pun menyatakan diri "kecewa”, meski tak terlalu terkejut dengan putusan UEFA tersebut serta menyebut proses yang organisasi sepak bola Eropa lakukan itu “tak sempurna atau cacat”
Langkah pertama pihak klub yakni dengan mengajukan banding terhadap sanksi kepada CAS atau Pengadilan Arbitrase Olahraga.
Manchester City harus menunggu hasil dari proses banding yang akan datang dan belum diketahui kapan seluruh proses dari rangkaian penyelesaian kasus ini akan menghadirkan putusan yang final dan mengikat bagi mereka.
Klub saat ini tidak yakin berapa lama waktu yang dibutuhkan tetapi siap untuk bersabar saat mereka melawan ketidakadilan yang dirasakan.
(Tribunnewswiki.com/Haris)