TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beredar video YouTube testimoni bule soal wisata seks 'halal' Bogor, ternyata sudah berjalan 5 tahun.
Bareskrim Polri mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus booking out kawin kontrak dan short time di wilayah Puncak, Bogor.
Dir Tipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferry Sambo mengungkapkan, sindikat ini telah beroperasi sejak 2015 lalu.
Hal tersebut diungkapkan Ferry dalam sebuah tayangan yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Sabtu (15/2/2020).
"Berdasarkan pemeriksaan tersangka yang sudah ditangkap itu mereka bekerja sejak 2015 sampai dengan sekarang," terang Ferry dikutip dari YouTube KompasTV.
Baca: Banjir Jabodetabek, Satu Keluarga Tewas Kena Asap Genset, 2 Kampung di Bogor Ditinggal Warga
Baca: Syok Digerayangi Sesama Wanita, Penghuni Baru Rutan di Bandung Laporkan Tentang Penyimpangan Seksual
"Sejak 2015 mereka melakukan aktivitas ini kemudian baru sekarang tertangkap," lanjutnya.
Ferry menjelaskan, satu orang mucikari memiliki 20 sampai 30 orang pengikut atau istilahnya jaringan yang siap untuk dipertemukan dengan warga negara asing yang membutuhkan.
"Jadi satu mucikari ini satu penghubung wanita ini kemudian memiliki beberapa perempuan yang bisa dihubungkan dengan pengguna-pengguna dari warga negara asing," ungkapnya.
Ferry menyebut, sindikat ini terungkap dari video di YouTube yang menyebut lokasi ini sebagai wisata seks 'halal' bagi turis.
"Rekan-rekan semua bisa melihat ada di YouTube Saudis Traveling for halal sex to Indonesia itu dibuat oleh warga negara Perancis."
"Ini ada syutingan dengan durasi 3 menit, di situ menceritakan bagaimana seorang wanita Indonesia menjadi korban dari wisata seks halal ini," ungkap Ferry.
Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa video testimoni tersebut sebenarnya sudah dibuat sejak 8 tahun lalu.
Video berdurasi 3,33 menit tersebut diproduksi oleh media asing dan pertama kali diunggah pada 2011 silam.
Setelahnya, video tersebut kembali diunggah pada 2013 hingga kemudian kembali menjadi perbincangan beberapa bulan lalu.
Bupati Bogor Ade Yasin menduga bahwa isu kawin kontrak yang bertajuk 'halal sex' yang kembali tersebar ini merupakan upaya oknum tertentu yang ingin menjelek-jelekan Bumi Tegar Beriman.
Tak hanya itu, Ferry juga menambahkan, terbongkarnya sindikat ini juga berdasarkan tulisan-tulisan yang sudah ada.
"Ini kemudian juga didukung dengan beberapa tulisan-tulisan yang memang sudah menjadi rahasia umum."
"Bahwa ada proses tindak perdagangan orang di sana," jelas Ferry.
Baca: Pelanggan Prostitusi Berkedok Kawin Kontrak di Bogor dari Timur Tengah, Ijab Kabul cuma 5 menit
Baca: Pria Bogor Ini Beli Honda ADV150 Pakai Koin Receh, Pegawai Dealer Harus Hitung Koin hingga Enam Jam
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)(Tribun-Video.com / Nila)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)