Chen juga berulang kali dipanggil oleh sejumlah departemen pemerintah untuk diinterogasi.
Tak hanya itu, semua akun media sosialnya pun kemudian dihapus. Semenjak saat itu, ia banyak menunjukkan diri ke publik.
Akan tetapi, ia kembali pada awal Oktober dalam sebuah video yang diunggahnya di YouTube dan bersumpah untuk terus berbicara.
"Karena kebebasan berbicara adalah hak dasar warga negara yang ditulis dalam pasal 35 UU China.
Saya perlu bertahan karena saya pikir ini adalah hal benar untuk dilakukan, tak peduli berapa banyak tekanan dan hambatan yang saya temui," kata Chen dalam unggahan videonya itu.
Pada malam tahun baru Imlek, alih-alih berkumpul dengan keluarganya, Chen justru pergi ke Wuhan.
Sejak saat itu, ia menjadi mata bagi banyak orang luar yang ingin mengikuti situasi nyata di Wuhan.
Beragam potret pasien virus corona di banyak rumah sakit ia tampilkan dalam videonya.
Chen hanya memiliki masker dan sepasang kacamata untuk perlindungan dirinya.
"Saya takut, saya berhadapan dengan virus corona di depan saya dan penegak hukum China di belakang saya," kata Chen dalam video yang direkam pada 30 Januari 2020.
"Tapi saya akan tetap semangat. Selama masih hidup, saya akan melanjutkan laporan di kota ini. Saya tak takut mati," sambungnya.
Baca: Dokter Li Wenliang Meninggal Karena Corona, Ternyata Sang Istri Akan Melahirkan Pada Bulan Juni
Baca: Dokter yang Tangani Virus Corona Meninggal, Warga China Tuntut Permintaan Maaf Pemerintah Wuhan
(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi, Kompas.com/Ahmad Naufal Dzulfaroh)