Hotman meminta pihak yang berwajib untuk segera menindak Sajad, lantaran telah melecehkan instansi negara.
"Kepada bapak Kapolri dan bapak Kapolda Metro, mohon dicek, mohon diperiksa media sosial yang sudah viral di mana-mana.
"Di mana ada oknum orang asing yang suaranya, yang kata-katanya sangat menghina instansi kepolisian RI," ungkap Hotman.
"Dan juga sangat melecehkan Negara Republik Indonesia yang berdaulat," lanjutnya.
Hotman bahkan meminta pihak imigrasi untuk mengecek paspor milik Sajad.
"Tolong segera dicek di media sosial, agar segera disidik, termasuk oknum orang-orang yang didekat di sekitarnya, yang membantu.
"Demikian juga kepada bapak Direktur Penindakan Imigrasi, agar segera dicek paspor kedatangan dan dicegah tangkal, atau melakukan tindakan sesuai keimigrasian," kata Hotman.
"Orang asing, mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakiti hati bangsa Indonesia," tandasnya.
Berikut sejumlah fakta soal Sajad Ukra yang dirangkum TribunStyle.com:
1. Bukan WNI
Sajad Ukra bukanlah Warga Negara Indonesia (WNI).
Sajad Ukra adalah warga negara Selandia Baru.
Ia bekerja sebagai seorang bankir di Singapura.
Sajad dan Niki pertama kali bertemu di negara tersebut.
2. Besar di Inggris
Meski merupakan warga Selandia Baru, Sajad Ukra sebenarnya merupakan keturunan Irak.
Ia tumbuh besar dan pernah tinggal di Inggris.
Namun karena pekerjaannya, ia kini lebih banyak tinggal di Singapura.
3. 10 Tahun Lebih Tua
Jarak usia Sajad Ukra dan Nikita Mirzani terpaut cukup jauh.