Digadang Pimpin Jakarta, Risma Dihina Bermuka Jelek dan Tak Layak : Saya Pantang Minta Jabatan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dihina bermuka jelek tak layak pimpin Jakarta oleh netizen : saya pantang minta jabatan.


zoom-inlihat foto
tri-rismaharini_.jpg
Instagram/trirismaharini01
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dihina bermuka jelek tak layak pimpin Jakarta oleh netizen : saya pantang minta jabatan. 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku kerap mendapat hinaan dan disebut tak pantas memimpin Jakarta oleh sejumlah netizen.

Seperti diketahui, Risma tengah digadang-gadang untuk maju dalam Pilkada Jakarta 2022.

Terlebih, masa jabatan Risma sebagai wali kota Surabaya selesai tahun ini.

"Saya dibilang muka saya jelek, tidak layak di Jakarta.

Saya juga jadi wali kota (Surabaya) dulu tidak minta.

Karena bagi saya pantang jabatan untuk diminta," kata Risma di rumah dinas wali kota Surabaya, Rabu (5/2/2020), dikutip dari Kompas.com.

Risma mengaku heran dengan semua hinaan itu.

Dirinya tak pernah menyatakan bersedia maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Politikus PDI-P itu juga tak mau banyak bicara tentang kemungkinan bertarung di ibu kota.

"Saya tidak pernah ngomong, saya mau atau tidak, tidak pernah," ujar Risma.

Wali Kota Surabaya itu meminta masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial.

Jangan sampai masyarakat terus-terusan mengunggah ujaran kebencian di media sosial.

Bagaimanapun, kata Risma, semua manusia merupakan ciptaan Tuhan.

"Ayolah, sejelek apapun saya, saya ciptaan Allah, saya ciptaan Tuhan," kata Risma.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menghadiri sekaligus membuka acara pameran, pementasan, dan diskusi kultur merdeka petani Indramayu 'Daulat Para Jagoan' di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (5/6/2014) malam. Pameran yang diikuti oleh para petani ini berlangsung 6-14 Juni 2014.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menghadiri sekaligus membuka acara pameran, pementasan, dan diskusi kultur merdeka petani Indramayu 'Daulat Para Jagoan' di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (5/6/2014) malam. Pameran yang diikuti oleh para petani ini berlangsung 6-14 Juni 2014. ((Tribunnews/Jeprima))

Sebelumnya, Risma mengaku menerima banyak hinaan dari beberapa akun media sosial, selain akun milik Zikria Dzatil.

Risma pernah dihina seperti calon tenaga kerja wanita (TKW) karena membantu pekerjaan petugas kebersihan di Surabaya.

Ia heran masih ada pihak yang merendahkan sebuah pekerjaan atau profesi seperti TKW.

Pada kesempatan itu, Risma telah memaafkan Zikria Dzayil. Tapi, proses hukum tetap berjalan.

Kasus tersebut ditangani Polrestabes Surabaya. Zikria telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved