TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komite Kesehatan Nasional China mengumumkan kabar terbaru korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 427 orang.
Dalam laporan resminya, tercatat total 20.623 kasus orang telah terinfeksi virus corona di China.
Komisi Kesehatan Nasional menyatakan bahwa terdapat sejumlah laporan kematian baru akibat terkena virus yang menyerang pernapasan itu, seperti dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Sabtu (2/2/2020).
Sebagian besar kematian terbaru berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, pusat wabah ini.
Menanggapi penyebaran penyakit yang cepat ini, banyak negara di Dunia memperketat pembatasan pelancong dari China.
Banyak kasus baru bermunculan telah dikonfirmasi yang sebagian besar berada di China, sejak muncul pada bulan Desember.
Baca: Seorang Perempuan Ditangkap di Supermarket karena Menolak Memakai Masker Pelindung Virus Corona
Dilansir AFP, jumlah orang yang terinfeksi di Negeri yang dijuluki Tirai Bambu ini juga meningkat tajam, sehingga angka total pengidap pneumonia akibat coronavirus jenis baru ini menembus 20.623.
Jumlah itu mengejutkan di tengah upaya Beijing untuk mencegah penularan, antara lain dengan menutup Wuhan dan kota di sekitar Hubei.
Kekhawatiran akan bertambahnya penyebaran virus membuat sejumlah maskapai mengurangi penerbangannya ke China.
Sedangkan sejumlah besar perusahaan mulitnasional juga membatasi perjalanan karyawannya ke negara tersebut.
Dilaporkan oleh CNBC, pihak Gedung Putih mengatakan maskapai Amerika Serikat akan menunda semua penerbangan China-AS akibat wabah tersebut.
Sementara itu, Jepang telah mengangkut sekitar 200 warganya keluar dari kota, diikuti AS yang mengangkut 240 warganya melalui udara.
Sekitar lebih dari 50 juta warga Kota Wuhan terkurung di pusat-pusat industri ketika pemerintah China sedang berusaha menghentikan penyebaran ke kota-kota lain.
Baca: China Perintahkan Keluarga Segera Kremasi Jenazah Korban Virus Corona dengan Sederhana dan Cepat
Perintah Kremasi
Kementerian urusan sipil di China memerintahkan kepada keluarga korban virus corona untuk mengkremasi kerabat mereka yang meninggal dunia.
Aparat sipil di China juga meminta meraka untuk mengadakan pemakaman yang sederhana demi menghentikan penyebaran lebih lanjut virus corona.
Terlebih lagi, mereka meminta agar pemakaman harus dilakukan dengan cepat untuk menghindari kerumunan dan pertemuan orang yang dianggap dapat semakin mempercepat penularan virus corona.
Jenazah korban tidak boleh dikuburkan atau dipindahkan ke daerah di mana orang tersebut meninggal.
Ini juga diharapkan agar acara persemayaman harus diadakan dengan 'cara yang sederhana' serta 'cepat'.
Hal ini dimaksudkan agar tidak ada kontak fisik yang dapat menularkan virus corona.