Pasar Beringharjo Yogyakarta

Pasar Beringharjo yang terletak di kawasan wisata Malioboro adalah pasar tertua dengan nilai historis dan filosofis yang tidak dapat dipisahkan dengan Keraton Yogyakarta.


zoom-inlihat foto
pasa-beringharjo.jpg
Instagram/@malioboro_insta
Bagian depan Pasar Beringharjo Yogyakarta surganya belanja

Pasar Beringharjo yang terletak di kawasan wisata Malioboro adalah pasar tertua dengan nilai historis dan filosofis yang tidak dapat dipisahkan dengan Keraton Yogyakarta.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pasar Beringharjo merupakan pasar tradisional terbesar, tertua, dan terlengkap di Yogyakarta yang juga terkenal sebagai surga belanja. (4)

Pasar yang terletak di kawasan wisata Malioboro ini adalah pasar tertua dengan nilai historis dan filosofis yang tidak dapat dipisahkan dengan Keraton Yogyakarta.

Beringharjo memiliki makna harafiah hutan pohon beringin yang diharapkan memberikan kesejahteraan bagi warga Yogyakarta.

Pasar Beringharjo tepatnya terletak di Jalan Margo Mulyo No.16, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berbagai jenis barang dapat dibeli di Pasar Beringharjo, mulai dari batik, jajanan pasar, uang kuno, pakaian anak dan dewasa, makanan cepat saji, bahan dasar jamu tradisional, sembako hingga barang antik.

  • Sejarah #


Lahan yang ditempati Pasar Beringharjo mulanya adalah hutan beringin.

Tidak lama setelah berdirinya Keraton Yogyakarta pada tahun 1758, wilayah pasar ini kemudian dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya. 

Ratusan tahun kemudian pada tanggal 24 Maret tahun 1925, Keraton Yogyakarta menugaskan Nederlansch Indisch Beton Maatschappij (Perusahaan Beton Hindia Belanda) untuk membangun los-los pasar.

Hingga pada akhir Agustus 1925, 11 kios telah rampung dibangun dan yang lainnya menyusul secara bertahap.

Nama Beringharjo diberikan setelah bertahtanya Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tanggal 24 Maret tahun 1925.

Sri Sultan Hamengku Buwono VIII memerintahkan agar semua instansi di bawah naungan Kesultanan Yogyakarta menggunakan Bahasa Jawa.

Beringharjo dipilih karena memiliki arti wilayah yang semula hutan beringin (bering) yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo). 

Nama Beringharjo sendiri dinilai tepat karena lokasi pasar merupakan bekas hutan beringin dan pohon beringin merupakan lambang kebesaran dan pengayoman bagi banyak orang.

Pasar Beringharjo memiliki nilai historis dan filosofis dengan Keraton Yogyakarta karena telah melewati tiga fase, yakni fase kerajaan, penjajahan, dan kemerdekaan.

Pembangunan Pasar Beringharjo merupakan salah satu bagian dari rancang bangun pola tata kota Kesultanan Yogyakarta yang disebut Catur Tunggal.

Pola tata kota ini mencakup empat hal, yaitu keraton sebagai pusat pemerintahan, alun-alun sebagai ruang publik, masjid sebagai tempat ibadah, dan pasar sebagai pusat transaksi ekonomi. (1)

Selain itu, Pasar Beringharjo juga memiliki makna simbolis dalam perjalanan tujuan akhir hidup manusia (paraning dumadi), yaitu sebagai simbol godaan duniawi seperti kekayaan, harta, dan wanita.

Disebutkan makna simbolis ini adalah manusia harus mampu mengalahkan godaan duniawi tersebut agar layak memasuki kehidupan yang abadi. (2)

Baca: Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Baca: Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

  • Barang yang Dijual di Pasar Beringharjo #


Bagian depan pintu masuk Pasar Beringharjo dipenuhi dengan aneka kulner, dari makanan ringan berat.

  • Aneka Kuliner

Beberapa di antaranya adalah sate yang terdiri dari daging dan lemak sapi, orang Yogya menamakannya sate ‘kere’.

Rasanya manis, karena bumbunya sama dengan bumbu bacem khas makanan Yogya.

Selain sate, ada juga ayam atau burung puyuh yang juga dibumbu bacem.

Saat sore tiba, banyak jajanan mulai dijual di bagian depan pasar.

Jajanan tersebut antara lain putu, klepon, lumpia dengan berbagai isi, dan masih banyak lagi lainnya. (3)

Ada juga pecel urap, pecel urap disajikan dalam mangkuk dari daun pisang yang disebut pincuk.

Pecel ini berisi berbagai macam sayuran seperti bayam, tauge, sawi dan bumbu kacang.

Tidak lupa dilengkapi dengan tahu dan tempe bacem atau tempe gembus.

  • Koleksi Batik

Pasar Beringharjo memiliki berbagai jenis batik mulai batik kain maupun sudah jadi pakaian, bahan katun hingga sutra.

Koleksi batik kain dijumpai di los pasar bagian barat sebelah utara.

Sementara koleksi pakaian batik dijumpai hampir di seluruh pasar bagian barat.

Selain pakaian batik, los pasar bagian barat juga menawarkan baju surjan, blangkon, dan sarung tenun maupun batik.

Selain itu juga dijumpai sandal dan tas di sekitar eskalator pasar bagian barat.

  • Aneka Rempah-Rempah

Lantai dua bagian timur Pasar Beringharjo merupakan pusat penjualan bahan dasar jamu Jawa dan rempah-rempah.

Bahan jamu yang dijual adalah kunyit yang biasa dipakai untuk membuat kunyit asam dan temulawak yang dipakai untuk membuat jamu sangat pahit, serta masih banyak bahan jamu lainnya.

Rempah-rempah yang ditawarkan adalah jahe (biasa diolah menjadi minuman ronde ataupun hanya dibakar, direbus dan dicampur gula batu) dan kayu (dipakai untuk memperkaya citarasa minuman seperti wedang jahe, kopi, teh dan kadang digunakan sebagai pengganti bubuk coklat pada cappucino).

Baca: Malioboro, Yogyakarta

Baca: Gudeg Yogyakarta

  • Aneka Barang Antik

Pasar Beringharjo juga menjadi tempat yang tepat untuk berburu barang antik.

Pusat penjualan barang antik terdapat di lantai tiga bagian timur Pasar Beringharjo.

Di tempat itu, wisatawan bisa mendapati mesin ketik tua, helm buatan tahun 60-an yang bagian depannya memiliki mika sebatas hidung dan sebagainya.

Di lantai itu pula, wisatawan dapat memburu beberapa barang bekas berkualitas.

Berbagai macam barang bekas impor seperti sepatu, tas, dan pakaian dijual dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga aslinya dengan kualitas yang masih baik.

  • Aneka Jajan Pasar

Pasar Beringharjo menjual berbagai macam jajanan pasar khas Yogyakarta yang dikemas dengan cara tradisional.

Untuk mendapatkan harga yang sesuai, wisatawan bisa menawar harga jajanan pasar ini.

  • Kue Kipo

Kipo adalah makanan khas Kotagede.

Kue kipo terbuat dari tepung ketan dan dipanggang kecil-kecil.

Bahan dasarnya terbuat dari tepung ketan dan unti kelapa.

Kipo menjadi makanan khas karena proses pembuatannya tergolong unik.

Kue tidak dikukus tetapi dibakar di wajan tanah liat.

  • Mendut dan Mega Mendhung

Makanan ini berbahan ketan yang berbentuk bulat, berwarna merah dan hijau yang disiram dengan kuah santan.

Makanan lain yakni mega mendhung, yaitu makanan kecil yang terbuat dari hungkwe berwarna biru dan putih.

  • Legomoro

Makanan ini terbuat dari beras ketan dan diisi daging yang dicacah.

Legomoro hampir mirip dengan lemper yang dibungkus daun pisang dan dikukus. (1)

(TribunnewsWiki.com/Ronna)



Alamat Jalan Margo Mulyo No.16, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Isi Pasar aneka batik, jajanan pasar, uang kuno, pakaian anak dan dewasa, makanan cepat saji, bahan dasar jamu tradisional, sembako hingga barang antik.
   


Sumber :


1. www.yogyes.com
2. jogja.tribunnews.com
3. www.kompasiana.com
4. www.sintiaastarina.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved