Malioboro, Yogyakarta

Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta.


zoom-inlihat foto
palang-jalan-malioboro.jpg
Net
Palang jalan Malioboro

Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta.

Penamaan Malioboro berasal dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough.

Kolonial Hindia Belanda membangun Malioboro di pusat kota Yogyakarta pada abad ke-19 sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan perekonomian.

Secara simbolis juga bermaksud untuk menandingi kekuasaan Keraton atas kemegahan Istananya yang mendominasi kawasan tersebut.(1)

Sementara, dalam bahasa Sansekerta, kata Malioboro dapat dimaknai sebagai karangan bunga.

Selain itu, Malioboro juga lekat hubungannya dengan Keraton Yogyakarta.

Baca: PT Dahana (Persero)

Baca: PT Semen Baturaja (Persero) Tbk

Pasalnya, Malioboro kerap dikaitkan dengan tiga tempat sakral di Jogja: Keraton, Gunung Merapi, dan Pantai Selatan.

Konon, jika ditarik garis lurus, Malioboro merupakan sumbu imajiner antara Pantai Selatan, Keraton Jogja, dan Gunung Merapi.

 Sebagai kawasan wisata, Malioboro kaya akan berbagai bangunan sejarah yang didirikan oleh Belanda di era kolonial. Bangunan-bangunan tersebut masih ada hingga sekarang dan dapat dikunjungi wisatawan.

Beberapa di antaranya yakni Museum Benteng Vredeburg, Istana Kepresidenan Gedung Agung, Pasar Beringharjo, dan kawasan pertokoan Malioboro.(2)

Palang jalan Malioboro
Palang jalan Malioboro

  • Sejarah


Banyak orang menganggap bahwa nama Malioboro berkaitan dengan nama seorang tokoh militer Inggris, Marlborough.

Karena pengucapan kata "Marlborough" dianggap terlalu sulit, maka orang mengucapkannya dengan Malioboro.

Hal itu didasarkan pada sebuah catatan sejarah yang mengatakan bahwa Kraton Yogyakarta di zaman Sultan Hamengku Buwono II pernah dirampok oleh pasukan Inggris.

Peristiwa perampokan itu dikenal sebagai Geger Sepehi pada tahun 1812.

Akan tetapi, benarkah ada perwira Inggris bernama Malborough yang pernah datang ke Yogyakarta?

Raffles, dalam bukunya The History of Java (1817), tidak satu halaman pun menyebut nama Marlborough.

Meski demikian, nama itu memang pernah ada di Inggris, tetapi ia telah meninggal pada tahun 1722, sebelum peristiwa Geger Sepehi.

Terkait dengan asal-usul yang pertama ini, banyak sejarawan yang mempertanyakan keabsahannya, tentu saja dengan berbagai bukti pembanding.(3)

Selanjutnya, nama Malioboro disebut berasal dari kata Malyabhara.

Dalam bahasa Sansekerta, Malya berarti karangan bunga dan bhara berarti menyajikan.

Kata Malyabhara ditemukan dalam buku Ramayana asli.

Muncul juga dalam Ramayana versi Jawa dari abad ke-9 dan ke-10, yaitu dalam buku Adiparwa dan Wirathaparwa.

Tak hanya itu, nama tersebut juga dijumpai dalam buku Parthawijaya dari abad ke-14 dan dimunculkan kembali dalam Dharmasunya yang ditulis di Kartasura pada tahun 1714.

Beberapa sejarawan meyakini, kata "Malyabhara" menginspirasi Sultan Hamengku Buwono I, yang dikenal sebagai seorang perancang kota, untuk menamakan kotanya.

Klaim tersebut dikuatkan dengan adanya gagasan Malyabhara sebelum perjanjian Giyanti pada 1755.

Disebutkan bahwa telah berfungsinya malyabhara pada margaraja di Yogyakarta abad ke-19 dan 20 dalam upacara penyambutan kedatangan tamu-tamu pembesar Belanda dari Batavia.

Di sepanjang Maliabara dipasang lengkung-lengkung papah kelapa berjanur kuning dan karangan bunga warna warni, sama seperti arti Malyabhara dalam bahasa Sansekerta.

Pendapat kedua ini merupakan pendapat yang terkuat dan diyakini oleh banyak sejarawan.(4)

Malioboro Yogyakarta
Suasana jalan Malioboro, Yogyakarta.(indonesia.travel)

  • Wisata Belanja


Malioboro memiliki banyak tujuan belanja dan Anda akan menemukan segalanya mulai dari pasar lokal hingga mal-mal canggih.

Dapatkan penawaran terbaik di sepanjang jalan perbelanjaan Malioboro, area perbelanjaan murah di jantung Yogya!

Mulai dari tas, kemeja, dan lebih banyak barang suvenir, semuanya ada di sini!

Item harga dari aula toko kecil dan PKL tidak jauh berbeda.

Berjalan di sepanjang jalan Malioboro seperti memasuki pasar kerajinan besar di mana penjual kerajinan menjual kerajinan tangan kepada para pengunjung.

Ada kerajinan tangan dan batik, juga sandal, sarung, topi dan tas yang semuanya terbuat dari kulit, tanaman kering, kerang, kelapa, dan rotan.

Anda dapat menawar harga untuk kerajinan tangan dan batik dan dapat membelinya seharga seperempat dari harga dan seringkali setengah dari harga yang diminta.

Musim liburan selama Juni - Agustus adalah waktu tersibuk di jalan Malioboro dan bisa menjadi sangat ramai dengan wisatawan internasional serta pengunjung dari seluruh Indonesia.

Pasar Beringharjo menjadi bagian dari Malioboro yang layak untuk dikunjungi.

Anda akan menemukan banyak kios berjejer yang menjual apa pun yang dapat Anda pikirkan, mulai dari pakaian, tas, produk rotan dan perhiasan perak, makanan, dan apa pun yang mungkin Anda temukan di Indonesia.

Cara terbaik untuk mengakhiri perjalanan Anda di Yogyakarta adalah dengan mendapatkan suvenir murah yang benar-benar bagus di Malioboro.(5)

Baca: Kota Pematangsiantar

 

  • Wisata Kuliner


Jika Anda merasa lapar di jalan Malioboro ada banyak pilihan restoran dan tempat makan dan minum. Parade makanan jalanan juga dapat ditemukan di sepanjang jalan.

Ada banyak penjual makanan yang tersedia di malam hari dari jam 10 malam - 4 pagi.

Makanan lokal dijual di pinggir jalan dan termasuk gudeg, steak, saus bawang, teh, kopi, dan jus.

Anda dapat memilih makanan apa pun yang Anda suka dari Penjual Lesehan, letakkan di atas piring, lalu duduk di trotoar dan nikmati!(5)

Baca: Sumatra Utara

  • Akomodasi


Ada banyak tempat yang tersedia untuk menginap jika Anda berniat untuk bermalam atau untuk waktu yang lama di dekat jalan Marlioboro.

Di ujung utara jalan Malioboro ada dua jalan utama; Pasar Kembang dan Sosrowijayan di mana beberapa hotel dan motel buka 24 jam untuk para tamu.

Sangat mudah untuk mencapai Pasar Kembang dan Sosrowijayan karena Anda dapat berjalan ke utara sampai dekat Stasiun Kereta Api Tugu.

Hotel dan motel adalah tempat paling strategis untuk menginap karena terletak di posisi sentral dan Anda dapat pergi ke mana pun dari titik ini dan ada banyak pilihan transportasi yang tersedia.(6)

(TribunnewsWiki.com/Saradita)



Alamat Jl. Malioboro, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Lokasi Yogyakarta, Indonesia
Google Map -7.792627, 110.365845
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Lagu Kolaborasi Coldplay dengan Selena

    Coldplay dan Selena Gomez menciptakan Let Somebody Go,
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved