Wiendra mengatakan virus corona tidak semengerikan yang dibayangkan.
Apalagi penularan infeksi saluran pernapasan kepada orang lain melalui udara (droplet infection) juga belum dapat dipastikan.
"Kita lihat dulu lah virus yang dihebohkan ataupun ditakuti masyarakat tidak seperti yang kita bayangkan."
"Artinya dia kan menularnya masih droplet infection maupun airbond itu pun juga belum tau," jelas Wiendra
Dia mengatakan, jarak penularan biasanya dari jarak yang cukup dekat.
"Nah kalau droplet infection itupun jaraknya satu sampai lima meter juga tidak terkena, lima meter," tambahnya.
Virus corona tidaklah separah SARS yang terjadi beberapa tahun silam.
"Nah yang paling penting masyarakat jangan dulu resah dengan virus ini mematikan, kita lihat SARS pada tahun 2003 itu juga lebih tinggi 10 persen, kalau ini kita lihat virus yang ditakuti masyarakat sebenarnya angka kematian itu baru sekitar empat persen," ujar Wiendra.
Orang yang meninggal akibat virus ini juga merupakan orang yang sudah tua dengan riwayat penyakit lain.
"Dan yang meninggal itu juga orang tua yang ada penyakit lainnya, itu artinya begitu," lanjutnya.
Maka dari itu, Wiendra meminta masyarakat untuk tak berlebihan menanggapi masalah tersebut.
Terlebih lagi, orang-orang yang dikarantina itu bukan orang-orang yang positif terkena virus corona.
Mereka hanya akan diobservasi selama 14 hari.
"Tapi saya sih mengimbau saja bahwa masyarakat jangan terlalu berlebihan untuk menanggapi bahwa penyakit ini sangat berbahaya begitu."
"Tapi mari kita sama-sama untuk melihat atau mencermati atau sikapi, bahwa warga negara kita yang datang ini adalah satu warga negara yang sehat dan akan diobservasi tenaga kerja kesehatan," pungkas Wiendra.
(TribunnewsWiki.com/ Ika W)
Baca: UPDATE VIRUS CORONA - 305 Orang Meninggal Dunia, Total 14.556 Kasus Infeksi
Baca: Seorang Pria di Filipina Meninggal Dunia Akibat Virus Corona, Menjadi Kematian Pertama di Luar China