TRIBUNNEWSWIKI.COM - Akhirnya misteri meninggalnya Lina Jubaedah terungkap, Jumat (31/1/2020).
Pihak Polda Jawa Barat telah melakukan konferensi pers di Polrestabes Bandung, Jawa Barat, terkait hasil autopsi jazad Lina Jubaedah.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap jenazah Lina.
Pemeriksaan saksi seluruhnya berjumlah ada 25 orang yang terdiri dari saksi pelapor & saksi ahli.
Polisi juga melakukan olah TKP di kediaman Teddy.
Baca: Hasil Autopsi Lina Jubaedah: Kematian Wajar, Tidak Ada Kekerasan, Laporan Rizky Febian Tak Terbukti
Penyidik mengamankan beberapa barang bukti diantaranya obat yang dikonsumsi korban, CCTV, dan tabung oksigen.
Pihak kepolisian juga melakukan autopsi langsung di makam Lina.
Setelah pemeriksaan, visum, dan autopsi polisi menyimpulkan Lina meninggal dengan wajar.
Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Lina.
Ibu lima anak ini meninggal dunia karena mengalami sakit kronis.
"Dari hasil penyelidikan, penyidikan, & alat bukti yang didapat terhadap laporan polisi atas nama pelapor Rizky Febian terhadap dugaan tindak pidana pembunuhan dan pembunuhan berencana, tidak terbukti karena peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana," ucap Kombes Pol Saptono Erlangga saat menyampaikan kesimpulan hasil autopsi Lina Jubaedah.
Melansir tayangan channel YouTube cumicumi dengan judul Konferensi Pers Hasil Autopsi Almh Lina Jubaedah, berikut ini 4 fakta tentang hasil Autopsi Lina Jubaedah:
1. Kondisi Jenazah
Pada saat melakukan autopsi, kondisi jenazah telah membusuk.
2. Tak Ada Tanda Kekerasan
Dugaan pembunuhan langsung dibantah pihak kepolisian.
Hal ini karena tidak adanya tanda-tanda kekerasan dalam tubuh Lina.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ungkap Kabid Humas.
3. Pemeriksaan Organ Dalam
Tim forensik tak hanya melakukan visum tubuh bagian luar Lina.
Mereka juga memeriksa organ dalam jenazah Lina.
Pada bagian ini, polisi menyebutkan beberapa penyakit yang menjadi penyebab Lina meninggal Dunia.
Lina meninggal setelah menderita beberapa penyakit.
Hasilnya terungkap penyakit yang diderita Lina menjelang meninggal.
"Ditemukan adanya penyakit kronis hipertensi, batu pada saluran empedu, serta tukak lambung yang luas," ujarnya.
Polisi juga menemukan adanya perbendungan pembuluh darah di paru-paru dan pembesaran sebagian otot jantung.
Polisi tidak menemukan adanya serangan jantung.
Pemeriksaan tidak dapat dilanjutkan karena kondisi organ jantung yang sudah membusuk.
Baca: Sebelum Hasil Autopsi Lina Diumumkan, Adik Bungsu Teddy Sempat Khawatir: Takutnya Direkayasa
"Tidak ditemukan penyumbatan pembuluh darah jantung serta gambaran serangan jantung yang akut," ungkap Kombes Pol Saptono Erlangga.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, autopsi, dan laboratorium forensik, dapat dijelaskan bahwa kematian saudari Lina Jubaedah bukan karena adanya kekerasan maupun racun di dalam tubuh saudari Lina Jubaedah.
Akan tetapi akibat sakit yaitu adanya gambaran penyakit hipertensi yang kronis dan adanya tukak atau luka pada selaput lendir lambung, adanya batu empedu pada saluran empedu, kemudian adanya pembesaran pada organ jantung," lanjut Kombes Pol Saptono Erlangga.
4. Toksikologi
Pihak kepolisian juga melakukan tes toksikologi.
Hal ini untuk mencari tahu apakah Lina meninggal karena diracun.
"Tidak ditemukan adanya zat beracun pada korban," jelasnya.
(TribunnewsWiki/cva)