Rupanya mereka bergiliran meninggalkan kuliah di Semarang utk menguatkan ortu A mendampingi putrinya.
Baca: Viral Kisah Siswa SMP Urus Ibu yang Menderita Kanker Stadium 4 dan 2 Adiknya, Pemkot Beri Bantuan
Baca: Viral Kisah 7 Tahun Pacaran Ujung-ujungnya Kandas, Diselingkuhi saat LDR, Begini Cerita Lengkapnya
Saya saksikan mereka ngelesot di lantai dgn wajah kelelahan tapi berusaha hepi sambil makan nasi bungkus," tulisnya.
Namun, ternyata sosok si A menghembuskan nafas terakhirnya.
Teman-teman si A yang bergantian menjaga si A tampak sangat terpukul.
"Upaya medis terus berjalan, namun akhirnya Tuhan memanggil.
Pecah tangis keluarga & para sahabat.
Jenasah dibawa ke rumah duka, sebuah kota kecil.
Sy tak mampu gambarkan wajah-wajah duka, tak juga perlu berkata-kata, cuma menepuk-nepuk pundak anak-anak muda itu satu demi satu," tulisnya.
Selang setahun, teman-teman si A berhasil lulus dan mereka menyiapkan acara khusus untuk mendoakan si A.
"Waktu berlalu, mungkin setahun kemudian, saya dengar bbrp dari mereka dinyatakan lulus.
Saat yudisium menjelang wisuda ada sesuatu yg tak biasa.
Kawanan ini menyiapkan sesuatu di luar acara resmi, 1 seremoni kecil berisi kenangan dan doa bersama utk teman kesayangan mereka, A," tulisnya.
Teman-teman si A merasa bahwa sosok A memberikan semangat kepada mereka.
Baca: Viral Pernikahan Hanya Dihadiri 11 Tamu, Fotografer Ungkap Kesaksian Rasakan Hal Ini
Baca: Viral Penjual Tahu Cantik, Reaksi Netizen Ada Cincin di Jari, Akui Terima Pesan Bernada Tak Pantas
"Mereka bilang kami lulus atas semangat A, bagi kami dia ada di sini lulus bareng kami.
Hadir di situ ortu A yg relasinya makin kuat dgn para sahabat putrinya.
Salut & cinta saya utk anak-anak muda hebat itu dimanapun mereka kini berada.
Saya rindu Indonesia yg toleran," tulis Lita Widyo.
Melihat indahnya toleransi yang dilakukan mahasiswanya tersebut, Lita Widyo mengaku sangat bahagia.
Lita Widyo mengaku rindu dengan anak muda yang bisa menghargai perbedaan tanpa sekat agama, ras dan suku.
"Saya rindu makin banyak anak muda seperti mereka, yang matanya bening tak terkotori perbedaan, yang punya hati jauh lebih luas dibanding sekedar sekat agama dan ras yang seringkali membutakan," tulisnya.
Tak disangka, postingan tersebut mendapatkan respon dari orangtua si A.