Soekarno Ternyata Juga Pernah Tertipu Raja dan Ratu Palsu, Sempat Diundang ke Istana RI: Ratunya PSK

Presiden Soekarno pernah tertipu raja dan ratu palsu, sempat undang ke Istana Negara, rajanya ternyata hanya seorang tukang becak ratunya seorang PSK.


zoom-inlihat foto
presiden-soekarno-pernah-tertipu-raja-dan-ratu-palsu-sempat-undang-ke-istana-negara.jpg
Dok RI Soekarno - Hotel Indonesia
Presiden Soekarno pernah tertipu raja dan ratu palsu, sempat undang ke Istana Negara, rajanya ternyata hanya seorang tukang becak ratunya seorang PSK.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Soekarno ternyata penrah tertipu raja dan ratu palsu, sempat undang ke Istana Negara, bahkan ratunya adalah seorang PSK.

Di tahun 2020 ini, banyak bermunculan raja dan ratu palsu di antaranya Kerajaan Agung Sejagat, Sunda Empire, hingga seorang pria yang mengakui dirinya sebagai King of King.

Ternyata fenomena ini bukanlah fenomena baru.

Karena pada jaman Presiden Soekarno, juga pernah muncul raja dan ratu fiktif.

Raja dan ratu ini bahkan juga sukses memantik perhatian Presiden Soekareno kala itu.

Hingga preside Soekarno mengundang mereka ke istana negara.

Baca: King of The King Klaim Hartanya 37 Kali Lebih Besar dari Orang Terkaya Dunia, Lantik Semua Raja

Baca: 3 Kerajaan Baru Muncul di Indonesia Awal Tahun 2020, Sunda Empire yang Paling Baru

Rupanya, tak cuma warga biasa saja yang mudah tertipu raja-raja palsu itu.

Presiden pertama RI Soekarno juga pernah mengalaminya.

Bahkan, sang raja dan ratu fiktif itu disambut bak tamu penting di Istana Kepresidenan.

Lantas, siapakah raja dan ratu fiktif yang berhasil memperdayai orang nomor satu negeri ini?

Mereka adalah Idris dan Markonah. Keduanya mengaku sebagai raja dan ratu dari suku Anak Dalam di wilayah Lampung.

Sejarawan alumnus Universitas Pramadina Hendri F Isnaeni seperti dikutip dari Kompas tanggal 26 Februari 2017 mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1950-an.

Saat itu, Soekarno mudah percaya karena "raja" dan "ratu" itu berniat menyumbang harta benda mereka untuk merebut Irian Barat dari kekuasaan Belanda.

Niat keduanya pun disorot sejumlah media massa.

Bahkan, keduanya juga diundang Presiden Soekarno ke Istana Merdeka.

“Raja Idrus dan Ratu Markonah mendapat liputan media massa besar-besaran. Mereka juga sempat diterima Presiden Soekarno di Istana,” ungkap Hendri.

Proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta disambut rakyat.
Proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta disambut rakyat. (Arsip Nasional RI)

Keceplosan bahasa Jawa

Penampilan Ratu Markonah juga tak kalah menarik perhatian.

Markonah yang menjabat sebagai permaisuri Raja Idrus selalu memakai kaca mata hitam saat tampil di hadapan publik.

Namun, tak butuh lama, identitas asli Raja Idrus dan Ratu Markonah pun terungkap. Media massa mulai mengulik latar belakang tamu istimewa Bung Karno itu.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved