Pedagang Kelelawar di Pasar Tomohon Tak Khawatirkan Virus Corona yang Diduga dari Hewan Liar

Wabah virus corona diduga berasal dari hewan liar, namun pedagang di Pasar Tomohon tak khawatir kuliner ekstrem yang dijualnya terjangkit virus


zoom-inlihat foto
kelelawar-tomohon-737y73.jpg
TRIBUNNEWS / DANY PERMANA
Pedagang di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, menggelar paniki (kelelawar) untuk dijual pada pembeli, Sabtu (9/3/2013). Pasar Tomohon banyak disebut warga sebagai pasar ekstrem karena menjual binatang-binatang yang tak lazim dikonsumsi seperti kelelawar, tikus, ular, anjing, sampai kucing.(TRIBUNNEWS / DANY PERMANA)


"Untuk pencegahan virus corona kita harus waspada, memang kita tetap harus waspada dan kita harus menjaga kebersihan, terutama kebersihan diri kita," katanya.

Baca: Total 7 Orang di Singapura Terinfeksi Virus Corona, 2 Pasien Baru Itu Tinggal di Marina Bay Sands

Menurut salah satu penikmat daging kelelawar, Jackson Latjandu, kuliner ekstrem adalah makanan sehari-hari warga Tomohon.

Jackson menyebutkan konsumsi daging ekstrem tersebut tidak berpengaruh pada kesehatannya.

"(Saya) memakan kelelawar, ular, tikus, kodok, kucing, babi hutan, anjing, kera, sejak lima tahun," kata Jackson Latjandu.

"Sekarang sudah 60 tahun masih tetap kuat, sehat," lanjutnya.

Jackson juga meragukan ular dan kelelawar menjadi penyebab merebaknya virus corona karena sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikannya.

Lihat videonya berikut ini:

Diklaim Bersih

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara, Henry Kaitjily, Pasar Tomohon cenderung bersih.

Daging hewan yang dijajakan pun merupakan hasil tangkapan segar hasil perburuan di hutan.

"Banyak yang dijual di sana adalah hasil tangkapan masyarakat lokal, mulai dari kelelawar hingga tikus sawah," kata Henry, dikutip dari Kompas.com, Selasa (28/1/2020).

"Tikus yang dijual juga bukan tikus rumah. Hewan yang dijual juga bermacam-macam," lanjutnya.

Menurut Henry, hewan-hewan liar yang dijajakan bukan hasil penangkaran di dalam kandang.

Henry menyebutkan tidak semua hewan liar, termasuk kelelawar dijual setiap hari karena bergantung pada musim.

Menanggapi kemungkinan penyebaran virus corona, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw mengimbau agar masyarakat selalu waspada.

"Kami imbau agar mereka tetap waspada. Kami juga semakin perketat keamanan sebelum wisatawan China masuk ke Sulut," kata Steven Kandouw.

Steven juga menyebutkan langkah pencegahan terutama dilakukan di pintu masuk bandara, bukan di pasar.

"Untuk pencegahan virus corona, ya, langkah kita adalah mencegahnya dari China dan bukan di pasar. Pintu masuk ke Sulut yang kita jaga," katanya.

Menurut Steven, beberapa warga Tomohon enggan menyantap kuliner daging ekstrem sejak muncul kabar virus corona berasal dari daging seperti kelelawar dan ular.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved