Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari ini dalam sejarah, 29 Januari 1820, Raja George III wafat.
Raja George III merupakan pemimpin Kerajaan Inggris dan Irlandia.
Masa pemerintahan George III tercatat lebih lama daripada para pendahulunya.
Selama memimpin, ia berhasil membawa pasukan Inggris memenangkan pertempuran melawan Prancis dalam Perang 7 Tahun.
Ia juga berhasil memimpin pasukan Inggris untuk mengalahkan pasukan Napoleon, Prancis pada tahun 1815.
Namun, penyakit gangguan saraf yang dideritanya selama 10 tahun, membuatnya harus menjauh dari kehidupan publik.
Pemimpin Inggris yang tidak mempunyai selir ini wafat pada usia ke-82
Ia digantikan oleh anaknya, Pangeran Wales, yang naik tahta menjadi Raja George IV. [1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 29 Januari 1886 Karl Benz Patenkan Mobil Bahan Bakar Bensin Pertama di Dunia
Pemerintahan George III di Kerajaan Inggris #
Pada tahun 1760, menginjak usia 20 tahun, George III mengantikan kakeknya, George II sebagai raja Inggris dan Irlandia.
Setelah dinobatkan menjadi raja, ia berharap dapat langsung memerintah.
Namun, Raja George III kesulitan mendapatkan menteri yang bisa ia percaya.
Baru pada tahun 1770, ia resmi menunjuk Lord North, sebagai Menteri Utama.
Lord North terbukti mampu mengelola Parlemen dan bersedia mengikuti segala kehendak kerajaan.
Tetapi saat George III mengeluarkan kebijakan paksa terhadap para penjajah Amerika, di sinilah timbul Perang Amerika untuk kemerdekaan.
Hilangnya negara-negara koloni Inggris, berakibat pada lahirnya kelompok oposisi terhadap kerajaan.
Kendati banyak pihak yang menentang kebijakan kerajaan, George berhasil membangun kepercayaan di parlemen.
Memasuki tahun 1784, saat George III menunjuk William Pitt sebagai perdana menteri, ia berhasil meraih suara mayoritas parlemen.
Setelah Pitt naik menjadi Perdana Menteri, George III resmi berhenti bercampur tangan dalam urusan pemerintahan.
Namun demikian, George III masih ikut campur dalam urusan-urusan besar seperti emansipasi kaum Katolik pada tahun 1801. [2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Pesawat Ulang-alik Challenger Amerika Serikat Meledak, Tewaskan Semua Kru
Wafat #
Pada tahun 1765, penyakit yang membuat George III menderita mulai mengusik hidupnya.
Ia didiagnosa menderita gangguan saraf pendek.
Memasuki musim dingin tahun 1788-1789, penyakit yang dialaminya semakin bertambah parah dan membuatnya tak bisa memimpin.
Pada 1810, Raja George III secara resmi telah kehilangan akal alias gila.
Ia sempat dianggap korban dari penyakit keturunan Porfiria, sebuah kelainan dalam darah yang menyebabkan penyakit mental apabila tidak dirawat.
Selama masa-masa pesakitannya, Raja George dirawat oleh istrinya, Charlotte Shopia yang dinikahinya pda 1761.
Resmi pensiun dari kerajaan, putranya, Pangeran Wales diangkat menjadi pemimpin wilayah.
Baru setelah George III meninggal pada 1820, Pangeran Wales naik tahta menjadi Raja George IV. [3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Trajan Naik Tahta dan Membawa Kekaisaran Roma Mencapai Luas Maksimumnya
--
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)
| Informasi Detail |
|---|
| Nama | Hari Ini Dalam Sejarah |
|---|
| Tanggal | 29 Januari 1820 |
|---|
| Peristiwa | Meninggalnya Raja George III |
|---|
Sumber :
1. www.bbc.co.uk
2. www.biography.com
3. www.history.com