Fakta Baru Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Kobe Bryant, Terungkap Upaya Pilot Sebelum Insiden

Fakta terbaru kecelakaan helikopter yang tewaskan Kobe Bryant, terungkap upaya pilot sebelum insiden, berikut hasil investigasinya


zoom-inlihat foto
kobe-bean-bryant.jpg
https://www.facebook.com/Kobe/
Kobe Bryant


Pelatih bisbol Orang Coast College, John Altobelli, turut menjadi korban jatuhnya helikopter tipe Sikorsky S-76B di Calabasas, California, Amerika Serikat, Minggu (26/1/2020) waktu setempat.

John Altobelli tidak sendiri, ia bersama istri dan anaknya, Keri Altobelli dan Alyssa Altobelii.

Alyssa ialah rekan setim Gigi di Mamba Academy.

Kobe Bryant dengan jersey LA Lakers nomor 24
Kobe Bryant dengan jersey LA Lakers nomor 24 (thesource.com)

Rencananya, helikopter tersebut memang sedang menuju Mamba Academy di Thousand Oaks, California. Di sana ada pertandingan basket yang melibatkan Gigi dan Alyssa.

Di dalam helikopter juga terdapat Christina Mauser, asisten pelatih basket di sebuah sekolah di Newport Beach, Orange County.

Korban lainnya adalah Payton Chester, yang juga merupakan setim Gigi.

Payton juga tidak sendiri, ia ditemani ibunya, Sarah Chester.

Adapun korban terakhir adalah pilot Ara Zobayan.

Penyelidikan kecelakaan helikopter yang menewaskan semua penumpang ini masih terus berlanjut.

Namun, tiga hal yang sejauh ini sudah bisa dijadikan gambaran, dikutip dari Kompas.com :

1. Jarak pandang rendah

Helikopter melewati daerah Calabasas yang berkabut.

Hal ini membuat pilot memiliki jarak pandang rendah.

Pakar penerbangan dan pilot, Kurt Deetz, mengatakan kepada Los Angeles Times bahwa ia mengira kecelakaan itu lebih disebabkan oleh cuaca buruk daripada masalah teknis.

2. Izin penerbangan

Helikopter masih diperbolehkan untuk terbang dan mengantongi izin SVFR atau aturan penerbangan visual khusus.

Izian SVFR ini memungkikan pilot terbang dalam kondisi cuaca buruk sekalipun.

3. Upaya investigasi

CNN International melaporkan, penyelidik masih berjuang menemukan petunjuk sejauh ini.

Upaya untuk memulihkan tubuh para korban sudah dimulai sejak Senin (27/1/2020), tetapi bisa memakan waktu berhari-hari, mengingat medan dan kondisi lokasi yang sulit.

Dilansir BBC, ada tim berjumlahkan 20 orang dari Los Angeles dan akan bekerja sama dengan Lembaga Regulator Penerbangan Sipil (FAA) yang melakukan investigasi ini.

Mereka akan berfokus mengumpulkan puing-puing helikopter untuk nantinya digunakan sebagai petunjuk.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Nirmala Maulana Achmad)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved