Hal ini terbukti dengan beberapa pembelian seperti Harry Maguire dan Aaron Wan-Bissaka pada musim panas lalu untuk memperbaiki skuad yang dimiliki Ole.
Meski perubahan tak terjadi dalam sekali peristiwa alam rotasi bumi, Manchester United tetap saja mempertontonkan performa yang tidak layak sebagai klub besar yang sedang bertransisi.
Saat ini Manchester United tertinggal 30 poin di belakang rival abadi mereka, Liverpool yang sangat nyaman berada di puncak klasemen Liga Inggris musim 2019-20.
Andai meraup tiga poin penuh atas Burnley, Manchester United sebenarnya bisa mendekatkan diri dengan Chelsea yang duduk di peringkat empat atau zona Liga Champions, karena The Blues pun hanya bermain imbang melawan Arsenal.
Baca: Hasil Liga Inggris Pekan 22: Liverpool Unggul 16 Poin di Puncak Klasemen, Manchester United Berpesta
Baca: Liga Inggris Pekan 19: Manchester City Kembali Tumbang, Saatnya Liverpool Klaim Juara?
Setelah menderita kekalahan ke-12 di Liga Inggris semenjak diangkat sebagai pelatih tetap atau permanan di Manchester United, Solskjaer harus bertanggung jawab atas hasil tersebut.
Ole pun sudah seharusnya meminta manajemen Manchester United untuk mendatangkan pemain-pemain baru, jika melihat para pemain-pemain muda yang ia tampilkan tak selalu siap berlaga dengan intensitas Liga Inggris.
Pelatih berusia 46 tahun itu mengambil alih jabatan dari Jose Mourinho sejak Maret 2019.
Ole yang kala aktif bermain adalah seorang penyerang itu sudah memenangkan 19 pertandingan, imbang 11 dan kalah 15 pertandingan di semua kompetisi ketika menangani Manchester United.
United kehilangan 18 poin dalam 12 pertandingan terakhir di Liga Inggris musim 2019-20.
Dan raihan 34 poin hingga pekan ke-24 ini berarti defisit 11 angka dengan pekan yang sama dibandingkan musim 2018-19 lalu.
(Tribunnewswiki.com/Bolasport.com/Haris/Hugo Hardianto)