Prasasti Keraton Agung Sejagat Ternyata Hanya Batu Biasa, Desainnya Hasil Pencarian di Google

Batu prasasti di Keraton Agung Sejagat ternyata hanyalah batu biasa, desainnya hasil pencarian di Google.


zoom-inlihat foto
batu-prasasti-di-kerajaan-keraton-agung-sejagat-kas.jpg
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
Batu prasasti di Keraton Agung Sejagat ternyata hanyalah batu biasa, desainnya hasil pencarian di Google.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Batu prasasti di Keraton Agung Sejagat ternyata hanyalah batu biasa.

Batu prasasti yang dianggap memiliki nilai luhur tersebut bahkan hasil desain yang dicari lewat Google.

isteri batu prasasti yang terdapat di Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung, Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo akhirnya terungkap.

Batu prasasti Keraton Agung Sejagat tersebut sebelumnya disebut-sebut diukir oleh seorang pemahat bernama Empu Wijoyo Guno.

Namun ternyata hal tersebut adalah kebohongan belaka.

Batu prasasti tersebut bukanlah batu bersejarah.

Melainkan hanya sebuah batu biasa yang desainnya pun hasil pencarian lewat Google.

Baca: Ratu Keraton Agung Sejagat Mengaku Keluarga Turut Jadi Korban Bully, Anak sampai Enggan Sekolah

Baca: Raja Keraton Agung Sejagat Minta Maaf dan Akui Berbohong, Nasib Uang Milik Pengikut Belum Jelas

Dilansir oleh Kompas.com, batu berukuran 1,5 meter itu sebenarnya hanya sebuah batu biasa.

Batu tersebut digunakan sebagai penanda bahwa di lokasi tersebut telah berdiri Keraton Agung Sejagat.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskansar Fitriana mengatakan, hal itu diketahui dari penelitian yang dilakukan ahli.

"Ya bisa dicek kok kalau palsu.

"Batunya itu diambil dari lereng gunung karena dari beberapa batu yang sebelumnya kita temukan mempunyai kontur batu sama yang seakan-akan dinyatakan sebagai batu bersejarah," jelas Iskandar di Mapolda Jateng, Kamis (23/1/2020) dikutip TribunnewsWiki dari Kompas.com.

Bahkan desain ukiran gambar pada batu prasasti tersebut juga ternyata diambil oleh Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso dari internet.

Setelah ditemukan desainnya selanjutnya dikerjakan oleh pemahat batu biasa atas pesanan Toto.

Batu prasasti di Kerajaan Keraton Agung Sejagat (KAS) atau Kerajaan Agung Sejagat Purworejo, Senin (13/1/2020)
Batu prasasti di Kerajaan Keraton Agung Sejagat (KAS) atau Kerajaan Agung Sejagat Purworejo, Senin (13/1/2020) (TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati)

"Toto mengakui bahwa ukiran tersebut memang dijiplak dari internet. Ia menggabungkan beberapa simbol agar batu itu seolah-olah batu temuan bersejarah," kata Iskandar.

Sebagai informasi, ukiran gambar dan tulisan jawa pada batu tersebut diketahui mempunyai makna filosofis yang dalam yakni Bumi Mataram Keraton Agung Sejagat.

Sedangkan untuk kata Mataram sendiri mempunyai arti alam jagat bumi yang merupakan mata rantai manusia.

Proses pengerjaannya pun terbilang cukup singkat yakni hanya memerlukan waktu dua pekan.

Sebelumnya, tim penyidik Polda Jateng juga menemukan uang Rp 1,4 miliar yang mengalir ke rekening pribadi Toto.

Sampai sekarang tim penyidik masih menelusuri sumber aliran uang tersebut.

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat
Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat (ST/Facebook via Tribun Jogja)

Toto dan Fanni, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan dan berbuat onar.

Keduanya disebut telah menipu warga dengan mewajibkan pengikutnya untuk menyetor sejumlah uang.

Dalam pengakuannya, Toto menyebut bahwa keraton yang didirikannya hanyalah fiktif belaka.

Hasil pemeriksaan psikologis keduanya telah keluar. Hasilnya, Toto dan Fanni tak memiliki gangguan jiwa.

Keraton Agung Sejagat Akan Dijadikan Desa Wisata

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan rencananya untuk menjadikan bekas Keraton Agung Sejagat menjadi desa wisata.

Menurut Ganjar, lokasi keraton yang berada di lingkungan persawahan terbilang eksotis.

"Nanti dibangun bagus, ada singgasana, kolam, pendopo dan istana, terus jadi desa wisata," kata Ganjar dikutip dari Kompas.com.

"Setiap bulan atau tahun bikin event. Kan banyak kuliner dan keseniannya, kan sayang kalau ditiadakan kan sudah terkenal desa ini. Sudah ramai banget," tambahnya.

Ganjar juga sempat berkeliling dan meninjau seluruh sisi keraton.

Ia melihat benteng yang terbuat dari batako dan bagunan calon pendopo.

Selain itu Ganjar juga mengamati batu prasasti yang diukir dan sebuah kolam yang dikiranya sebagai Sendang Kamulyan.

Baca: Ganjar Pranowo Akui Pernah Balas Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat : Belum Dijawab, Malah Ditangkap

Baca: Raja Keraton Agung Sejagat Berutang Rp 1,3 M, Ratu Tulis Surat untuk Gubernur Jateng Pak Ginanjar

(Kompas.com/Riska Farasonalia)(TribunnewsBogor/Vivi Febrianti)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Gending Sriwijaya (2013)

    Gending Sriwijaya adalah sebuah film drama laga kolosal
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved