TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bebeberapa waktu lalu terdapat kasus seorang anak meninggal dunia karena terpatuk ular weling yang ditangkapnya sendiri.
Anak laki-laki yang masih duduk di bangku SD bernama Hadi Ramdani (11) tersebut ditemukan sang ibu dirumahnya dengan kondisi menggaruk lantai dan mulut berbusa.
Hadi kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (22/1/2020).
Baca: 5 Kisah Unik Pawang Ular Indonesia: Ratu Ular, Dikubur bareng Ular hingga Tewas saat Mandikan Ular
Baca: Teror Kemunculan Ular Kobra di Berbagai Daerah Justru Menjadi Berkah Pemilik Usaha Kuliner?
Dikutip dari Kompas.com, Hadi merupakan warga RT 04/RW 09, Pasirjati, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat.
Hadi pertama kali menemukan dan menangkap ular weling di area belakang rumahnya pada Selasa, (21/2/2020).
Ular tersebut kemudian disimpan dalam akuarium di rumahnya untuk dipamerkan kepada kawan-kawannya di sekolah keesokan harinya.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Plt Camat Ujung Berung, Didin Dikayuana yang dibuhungi oleh Kompas.com pada Kamis (23/1/2020) pagi.
Sebenarnya Hadi telah banyak diperingatkan warga dan teman-temannya mengenai bisa ular weling bisa membahayakan nyawanya.
Namun Hadi bersikukuh telah membuang bisa ular tangkapannya tersebut.
Nahas, Hadi terpatuk sesaat setelah memperlihatkan ular tersebut pada kawan-kawanya.
Hadi kemudian memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan menyimpan kembali ular tersebut ke dalam akuarium.
Kondisi rumah Hadi pada saat sepi karena kedua orangtuanya sedang tidak berada di tempat.
Tak diketahui secara pasti kapan tepatnya Hadi mulai merasakan gejala bisa yang masuk dalam tubuhnya melalui patukan ular weling.
Hingga akhirnya ditemukan sang ibu dalam kondisi menggaruk lantai dengan mulut berbusa.
Hadi kemudian dibawa ke RSUD Ujungberung namun nyawanya tidak terselamatkan.
Tentang ular weling
Dilansir oleh Kompas.com, peneliti reptil dan amfibi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), Amir Hamidy, Sabtu (24/8/2019), berikut ciri-ciri ular weling:
- memiliki pola gelang berwarna hitam-putih di area punggung dan bagian bawah tubuhnya berwarna putih polos,
- kepala berwarna hitam atau gelap polos tanpa pola,
- bentuk ekor lancip
- bisa ditemukan di area pemukiman penduduk dan sawah,
- merupakan ular yang lebih aktif di malam hari daripada siang hari,
- memiliki bisa yang mematikan.
Amir mengimbau pada masyarakat untuk tidak mendekati ular weling apalagi mengganggu ular tersebut.
"Ya sudah, biarkan ular itu diusir saja. Toh kalau diusir dengan alat sederhana pun juga pergi," ujar Amir.
Amir mengatakan bahwa warna pola ular weling yang begitu mencolok menjadi penanda bahwa ular tersebut memiliki bisa yang mematikan.