Gadis 12 Tahun Asal Gresik Hebohkan Media Luar Negeri, Tulis Surat Marahi Perdana Menteri Australia

Gadis 12 tahun asal Gresik, Jawa Timur hebohkan media internasional setelah menulis surat untuk 'marahi' Perdana Menteri Australia.


zoom-inlihat foto
gadis-12-tahun-asal-gresik-jawa-timur-hebohkan-media-internasional.jpg
Istimewa/ABC
Gadis 12 tahun asal Gresik, Jawa Timur hebohkan media internasional setelah menulis surat untuk 'marahi' Perdana Menteri Australia.


Dalam laporan Reuters, Indonesia mengimpir 283.000 ton pada 2018, atau setara dengan berat rata-rata 123 ekor badak putih.

Pekerja mengambil sampah plastik impor untuk bahan bakar tungku pemasak kedelai pada industri tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Selasa (18/6/2019).
Pekerja mengambil sampah plastik impor untuk bahan bakar tungku pemasak kedelai pada industri tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Selasa (18/6/2019). (Kompas.com)

Pada 2019, aktivis lingkungan Ecoton menuduh Canberra menyelundupkan sampah plastik dan kertas dalam jumlah besar.

Oleh masyarakat di sejumlah tempat di Jawa Timur, bisnis pengolahan sampah pun muncul demi mendongkrak perekonomian mereka.

Seperti usaha yang dikelola Eko Wahyudi.

Dilansir LA Times, dia mengaku pernah mempunyai 20 pegawai dengan rerata upah harian 3,5 dollar AS atau Rp 47.800 per hari.

Setelah itu, sampah yang tak bisa didaur ulang seperti plastik bakal dikirim sebagai bahan bakar di pabrik pembuatan tahu.

"Sampah dari negara asing berarti ada pekerjaan di sini. Semua orang bergantung pada industri ini, baik kaya maupun miskin," ucap Eko.

Nina, gadis asal Gresik, Jawa Timur, ini menulis surat kepada Perdana Menteri Australia Scott Morrison, di mana dia meminta agar Australia menghentikan ekspor sampah plastik mereka.(Istimewa/ABC)
Nina, gadis asal Gresik, Jawa Timur, ini menulis surat kepada Perdana Menteri Australia Scott Morrison, di mana dia meminta agar Australia menghentikan ekspor sampah plastik mereka.(Istimewa/ABC) (ABC)

Kirim surat kepada Jerman dan Trump

Selain kepada PM Australia Morrison, Nina diketahui juga mengirim surat serupa kepada Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden AS Donald Trump.

"Mengapa Jerman mengirim sampah itu ke Indonesia? Saya ingin masa depan saya lebih baik. Saya ingin Indonesia bersih," kata Nina dalam suratnya kepada Merkel.

Kepada Merkel, Nina bercerita bagaimana dia pernah membeli ikan yang ketika dibuka perutnya, dia menemukan sampah.

Sementara kepada Trump, Nina menulis sampah yang diekspor oleh AS sudah membuat sungainya "sangat kotor dan bau".

"Mengapa kalian selalu mengirim sampah ke negara saya? Mengapa tidak kalian kelola sendiri?" keluh Nina di suratnya.

Dari surat yang dia kirimkan, salah satunya mendapatkan balasan audiensi dari Duta Besar Jerman, Peter Schoof, pada awal Januari.

Nina berharap bisa bertemu Duta Besar Australia Gary Quinlan.

Namun, dia mengaku hingga kini belum bisa bertatap muka dengannya.

"Saya ingin mereka (Australia) tak lagi mengirim sampah plastik ke Indonesia. Saya berharap mereka mengambilnya lagi," pungkasnya.

Baca: Pria Ini jadi Pemulung karena Kapalnya Lenyap, Kini Kaya Mendadak Temukan Benda Ini di Tempat Sampah

Baca: Dibuang Ibunya di Tong Sampah saat Masih Bayi, Pria Ini Kini Jadi Sukses hingga Berharta 867 Miliar

(Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved