Bell's Palsy

Bell’s palsy adalah suatu kondisi ketika otot-otot wajah melemah dan mengalami kelumpuhan, hal ini menyebabkan perubahan bentuk wajah hanya pada salah satu sisinya.


zoom-inlihat foto
bells-palsy.jpg
www.kompasiana.com/
Ilustrasi kelumpuhan pada wajah akibat penyakit Bell's Palsy

Bell’s palsy adalah suatu kondisi ketika otot-otot wajah melemah dan mengalami kelumpuhan, hal ini menyebabkan perubahan bentuk wajah hanya pada salah satu sisinya.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebagian besar orang menganggap penyakit Bell's Palsy adalah stroke karena kemiripan pada gejalanya, yaitu kelumpuhan.

Namun, kenyataannya tidak, kedua penyakit tersebut berbeda.

Bell’s palsy hanya terbatas pada otot wajah dan sebagian besar penderita dapat pulih sepenuhnya dalam waktu enam bulan. (1)

Bell’s palsy adalah suatu kondisi ketika otot-otot wajah menjadi lemah mengalami kelumpuhan.

Kondisi ini biasanya menyebabkan perubahan bentuk wajah hanya pada salah satu sisinya dalam periode waktu tertentu.

Penyakit ini terjadi ketika saraf yang mengontrol otot-otot wajah meradang, bengkak, atau tertekan.

Bell’s palsy disebabkan oleh trauma yang terjadi pada saraf kranial ke tujuh.

Kelumpuhan pada bell’s palsy terjadi karena susunan saraf yang mengontrol otot-otot di wajah tertekan karena infeksi virus, antara lain herpes simpleks, varicella-zoster, Epstein barr, cytomegalovirus, dan jenis penyakit sifilis dan lyme.

Pengidap diabetes, HIV, wanita hamil atau orang yang sedang dalam proses pemulihan diri dari infeksi virus biasanya rentan mengalami bell’s palsy. (2)

Kondisi yang sering kali diduga stroke ini menyebabkan terkulainya otot-otot wajah, berkedut, lemah, nyeri di sekitar telinga dan peningkatan sensitivitas terhadap suara.

Menurut sebagian besar penelitian, secara global, ada lima belas hingga tiga puluh kasus bell's palsy per seratus ribu populasi ditemukan setiap tahun. 

Selain itu, bell's palsy menyumbang enam puluh hingga tujuh puluh lima persen dari kasus kelumpuhan wajah akut dan sebanyak enam puluh tiga persen terjadi di sisi kanan wajah. (3)

Ilustrasi Bell's Palsy
Ilustrasi Bell's Palsy ()

Baca: Penyakit Lyme (Lyme Disease)

Baca: Tanda dan Gejala Kepribadian Ambang, Penyakit Mental yang Diderita Ariel Tatum Sejak Usia 13 Tahun

  • Gejala


Gejala atau tanda penyakit bell's palsy:

  • Meneteskan air liur.

  • Kesulitan makan dan minum.

  • Ketidakmampuan untuk membuat ekspresi wajah seperti tersenyum atau mengerutkan kening.

  • Otot berkedut di wajah.

  • Mata dan mulut kering.

  • Sakit kepala.

  • Kepekaan terhadap suara.

  • Iritasi mata pada bagian yang mengalami kelumpuhan.

  • Diagnosis


Diagnosis bell's palsy dilakukan dokter dengan melihat riwayat penyakit dan kesehatan secara menyeluruh, demikian juga pemeriksaan fisik yang detail.

Pemeriksaan fisik ini juga meliputi beberapa tes, di antaranya adalah tes darah untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan penyebab lain dari bell’s palsy.

Selanjutnya, tes elektromiografi untuk memeriksa tingkat kerusakan pada saraf serta pemindai dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Rangkaian tes tersebut dilakukan untuk mencari kemungkinan lain penyebab kelumpuhan saraf wajah.

Sebenarnya, bell’s palsy sendiri belum diketahui jelas penyebab pastinya.

Mengupayakan diri untuk terhindar dari faktor-faktor pemicu yang diuraikan di atas adalah salah satu pencegahan bell’s palsy.

Selain itu, mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dan makanan yang memperkuat otot.

Misalnya putih telur, ikan, daging ayam, dan keledai yang dapat meminimalisasi kemungkinan terkena bell’s palsy.

Menghindari diri dari terpaan angin dingin juga cara efektif supaya terhindar dari serangan bell’s palsy. 

Angin dingin yang dimaksud bisa berupa dari kipas angin, AC, maupun suhu alami udara. (4)

  • Pengobatan


Pengobatan bell's palsy biasanya tergantung tingkat keparahan risiko dan gejalanya.

Terapi bell’s palsy umumnya memiliki rencana terapi, obat, dan pemulihan yang umum.

Terapi bell’s palsy bertujuan untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah timbulnya komplikasi.

Terapi tersebut dilakukan dengan cara mengonsumsi obat-obatan dari dokter dan fisioterapi.

Namun, kadang-kadang obat dan pengobatan lain juga diperlukan, yang mana tujuan pengobatan ini adalah memperbaiki fungsi saraf wajah, mengurangi kerusakan saraf dan melindungi bagian mata.

Pengobatan yang paling umum termasuk prednison untuk mengurangi peradangan pada saraf.

Agen antivirus seperti asiklovir (biasanya digunakan untuk mengobati infeksi herpes) bila dokter mencurigai adanya peran infeksi virus pada penyakit bells palsy yang dialami.

Selain itu, perawatan mata untuk mencegah mata kering dan abrasi pada kornea. (4)

(TribunnewsWiki.com/Ronna)



Nama Bell's Palsy
Definisi Kondisi ketika otot wajah melemah dan mengalami kelumpuhan
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved