Pada siaran kali ini, ILC juga menghubungi raja dan ratu Keraton Agung Sejagat.
Akan tetapi, keduanya tak mau berbicara banyak.
Alih-alih memberikan banyak keterangan, mereka banyak terdiam tak mau menjawab pertanyaan Karni Ilyas.
"Pak Totok ini dulunya sehari-hari kerjanya apa ? Sebelum dapat wangsit mendirikan kerajaan," tanya Karni Ilyas.
"Wiraswasta sebagaimana biasanya," jawab Totok Santoso.
"Pak Totok sesungguhnya adalah titisan raja, raja apa ?" tanya Karni Ilyas.
"Nah itu saya belum bisa menceritakan kronologinya karena itu masuk ranah pemeriksaan," imbuh Totok Santoso.
"Tapi saya dengar Pak Totok di pemeriksaan mengaku itu hanya halusinasi ?" tanya Karni Ilyas.
"Itu juga saya belum bisa bercerita karena masih di dalam materi pemeriksaan saat ini. Mohon maaf," ujar Totok Santoso.
Kembali bertanya, Karni Ilyas pun menyinggung soal asal Totok Santoso.
Namun ketika menyangkut perihal pendidikan, Totok Santoso kembali ogah menjawab dengan jelas.
"Kapan Pak Totok pindah dari Jakarta ke Jogja," tanya Karni Ilyas.
"Dari 2014," jawab Totok Santoso.
"Bawa keluarga ?" tanya Karni Ilyas.
"Sendiri," imbuh Totok Santoso.
"Aslinya Pak Totok dari mana ?" tanya Karni Ilyas lagi.
"Kelahiran Wonosobo, tahun 78 lahir. Besar di Kediri," ujar Totok Santoso.
"Pak Totok dulu sekolahnya apa ?" tanya Karni Ilyas.
"Saya belum bisa cerita banyak Pak Karni, karena semuanya masuk ke dalam materi pemeriksaan," ungkap Totok Santoso tegas.
Mendengar respon Totok Santoso yang ogah menjawab soal pendidikan, Karni Ilyas pun menanggapinya.