Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana Mengaku Berpangkat Letjen, Klaim Dapat Hentikan Perang Nuklir

Rangga Sasana petinggi Sunda Empire mengaku telah berpangkat Letnan Jenderal dan memiliki sistem untuk hentikan perang nuklir.


zoom-inlihat foto
ki-ageng-ranggasasana-salah-satu-pejabat-sunda-empire.jpg
Sumber: Kompas TV/Michael
Ki Ageng Ranggasasana, salah satu pejabat Sunda Empire memberikan tanggapan atas munculnya foto Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso bersama pimpinan Sunda Empire, Minggu (19/1/2020) di Yogyakarta.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kemunculan Sunda Empire membuat heboh publik setelah adanya Keraton Agung Sejagat.

Bahkan, petinggi Sunda Empire Rangga Sasana mengaku berpangkat Letnan Jenderal.

Tak hanya itu, menurut Rangga Sasana, Sunda Empire mampu menghentikan perang nuklir yang tengah terjadi.

Sistem yang dijalankan oleh Sunda Empire semestinya membuat masyarakat tidak perlu membayar rumah sakit dan sekolah.

Terkait Sunda Empire dapat menghentikan perang nuklir, hal tersebut ditanyakan oleh Karni Ilyas dalam acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (21/1/2020).

"Kemarin memang saya yang sampaikan, saya pertanggungjawabkan bisa," kata Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana dikutip dari video akun Youtube Indonesia Lawyers Club.

Baca: Petinggi Sunda Empire Sebut PBB, Pentagon hingga NATO Lahir di Bandung, Roy Suryo: Kacau Ini Halu

Rangga Sasana pun menjelaskan Sunda Empire memiliki sebuah sistem yang lebih tinggi.

"Sunda Empire memiliki sebuah sistem diantara sistem atau raja sistem yang ada di bumi, maka Bill Gate mengundurkan diri,

Kami Sunda Empire sedang membangun sistem, maka kalau dimas nanyain keratonnya dimana ya ada di dua sistem itu, " kata Rangga Sasana.

Namun, Rangga Sasana mengatakan bahwa Sunda Empire tidak seperti Keraton Agung Sejagat.

Pasalnya, Rangga Sasana mengklaim bahwa istana-istana yang saat ini ada merupakan bagian dari kekayaan Sunda Empire.

Baca: Wakil Gubernur Jabar Katakan Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Tidak Mengganggu Masyarakat

"Tidak membangun keraton baru, istana yang dipakai saat ini adalah kekayaan atas Sunda Empire," kata Rangga Sasana.

"Jadi gak perlu ada iuran ?" tanya Karni Ilyas atau Bang Karni.

"Gak ada, orang punya duit kok, iuran gimana, punya harta kok," jawab Rangga Sasana menggunakan nada tinggi.

Selain itu, menurut Rangga Sasana, Keraton Agung Sejagat telah menyalahi aturan dan pantas menerima hukuman.

"Sudah menyalahi aturan di luar sistem Sunda Empire jadi harus dihukum, " kata Rangga.

Rangga menjelaskan, sejak Perang Dunia II selesai, Sunda Empire memutuskan tidak ada negara atau pemerintahan yang didirikan tanpa seizinnya.

"Karena Sunda Empire setelah Perang Dunia II tidak ada negara atau pemerintahan yang didirikan tanpa seizin Sunda Empire, tanpa izin," kata Rangga Sasana.

Karni Ilyas pun lantas menanyakan soal pangkat yang dipakai oleh Rangga Sasana.

Rangga Sasana mengaku bahwa dirinya memiliki pangkat Letnan Jenderal.

"Saya Letnan Jenderal Nato, resmi," kata Rangga Sasana.

"Baik, makasih Pak Jenderal," tutup Karnil Ilyas.

Baca: Tanggapi Ridwan Kamil, Raden Rangga Sasana Sebut Gubernur Jabar Memalukan: Tak Paham Sunda Empire

Viral di Facebook

Dikutip dari Tribun Jabar, sebuah postingan dari akun Facebook Renny Khairani Miller pada 9 Juli 2019 lalu menghebohkan publik.

Postingan tersebut menjadi viral lantaran beredarnya foto-foto kegiatan Sunda Empire.

Ia bahkan menulis, sistem pemerintahan dunia dikendalikan koordinat 0.0 di Bandung sebagai mercusuar dunia.

"SUNDA EMPIRE - EARTH EMPIRE, dalam menyambut Indonesia baru yg lebih makmur dan sejahtera, dgn system pemerintahan dunia yg dikendalikan dari koordinat 0.0 di Bandung sebagai mercusuar dunia."

"Masa pemerintahan dunia yg sekarang akan segera berakhir sampai dgn tgl 15 Agustus 2020."

"Mari kita persiapkan diri kita utk menyongsong kehidupan yg lebih baik dan sejahtera."

Sunda Empire diketahui dari postingan Facebook Renny Khairani.
Sunda Empire diketahui dari postingan Facebook Renny Khairani. (Facebook.com/ Renny Khairani)

"Agar kita tidak menjadi budak di negara sendiri dan hidup hanya utk membayar tagihan yg terus naik dan biaya hidup yg terus melambung tinggi apalagi biaya pendidikan anak yg tdk gratis, setelah itu kita tua dan mati, terus pikniknya kapan??" tulisnya.

Dalam foto tersebut, terlihat ada sejumlah orang yang mengenakan seragam seperti seragam militer.

Mereka juga mengenakan baret yang warnanya berbeda-beda, ada biru dan hitam.

Sementara itu, di unggahan lainnya dari warganet tersebut, disebutkan mengenai informasi acara dari Sunda Empire tersebut.

Ada acara pertemuan Sunda Empire yang disebut dilaksanakan pada 15 April 2019 di Bandung.

Tak tanggung-tanggung, dalam postingan tersebut, tertulis ada pernyataan perubahan dari Vatikan ke Atlantic.

Baca: Tanggapi Ridwan Kamil, Raden Rangga Sasana Sebut Gubernur Jabar Memalukan: Tak Paham Sunda Empire

Baca: Wakil Gubernur Jabar Katakan Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Tidak Mengganggu Masyarakat

Terlihat beberapa orang juga mengenakan pakaian bercorak loreng seperti seragam miiter.

Selain itu juga terdapat beberapa bendera, yang salah satunya seperti bendera Amerika Serikat.

Dalam kartu anggota tertulis posisi, rank, hingga title.

Dalam kartu juga tedapat dua logo.

Pertama, logo bergambar dua ekor singa seperti memegang mahkota.

Sedangkan, logo lainnya, seperti mahkota yang dikelilingi daun dan bertuliskan "Pacific Territory".

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (TribunnewsBogor.com/Sanjaya Ardhi)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sang Pialang (2013)

    Sang Pialang adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved