Kisah Soeharto, Siapkan Pengganti Sebelum Lengser, Tak Berambisi Jadi Presiden Seumur Hidup

Kisah Soeharto, Sudah Siapkan Pengganti Sebelum Lengser dari Presiden, Akui Dirinya Tak Ada Ambisi


zoom-inlihat foto
presiden002.jpg
INDONESIAINSIDE.ID
Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kisah Soeharto, Sudah Siapkan Pengganti Sebelum Lengser dari Presiden, Akui Dirinya Tak Ada Ambisi.

Soeharto ternyata telah menyiapkan penggantinya sebelum mundur dari jabatan sebagai presiden.

Seperti diketahui, Soeharto secara resmi menyatakan mundur sebagai presiden Indonesia pada Mei 1998.

Setelah berkuasa selama 32 tahun, kekuasaannya tumbang setelah adanya krisis multidimensi yang saat itu melanda Indonesia.

Termasuk juga melambungnya harga sejumlah kebutuhan pokok.

Akibatnya, gelombang reformasi pun meledak.

Kelompok reformis mendesak Soeharto agar segera mundur dari jabatannya.

Karena desakan dari berbagai pihak, Soeharto kemudian memutuskan mundur.

Presiden Soeharto ramalkan kondisi Indonesia tahun 2020, sudah diingatkan tahun 1995, sudah mulai terbukti?
Presiden Soeharto ramalkan kondisi Indonesia tahun 2020, sudah diingatkan tahun 1995, sudah mulai terbukti? (instagram/tututsoeharto)

Meski demikian, sebelum didesak mundur dari jabatannya, Soeharto sebenarnya sudah pernah ditanya mengenai sosok yang akan menggantikannya.

Itu seperti yang terdapat dalam buku "Sisi Lain Istana, Dari Zaman Bung Karno Sampai SBY", karya J Osdar.

Dalam buku terbitan tahun 2014 itu disebutkan, beberapa bulan menjelang Pemilu 1997, tepatnya pada bulan Maret 1997, Soeharto pernah berdialog dengan anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Dialog tersebut terjadi di Bina Graha, komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Saat itu, anggota KNPI tersebut menanyakan sesuatu kepada Soeharto.

Yakni, mengenai pengganti Soeharto.

"Apakah Bapak tidak mempersiapkan pengganti sehingga dapat melanjutkan pembangunan?" tulis Osdar menirukan pertanyaan anggota KNPI tersebut.

Mendapati pertanyaan itu, Soeharto pun bereaksi.

Saat itu, Soeharto senyum, dan batuk-batuk kecil.

Selanjutnya, Soeharto memberikan jawabannya.

"Mekanisme dan sistemnya sudah ada, orangnya juga sudah ada, yakni satu dari 180 juta orang.

Masak tidak satu dari 180 juta orang yang mampu jadi presiden.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved