TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral di media sosial kemunculan Sunda Empire membuat publik kembali heboh setelah adanya Keraton Agung Sejagat.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil buka suara terkait kemunculan Sunda Empire.
Ridwan Kamil mengatakan kemunculan kelompok seperti Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire merupakan indikator bahwa persoalan hidup membuat banyak orang mengalami tekanan kejiwaan.
"Banyak orang stres ya di republik ini, menciptakan ilusi-ilusi yang sering kali romantisme-romantisme sejarah, dan ternyata ada orang yang percaya dan menjadi pengikutnya," kata Ridwan Kamil di Bandung, seperti dikutip dari Tribun Jabar, Sabtu (18/1/2020).
Ridwan Kamil juga mengatakan Polda Jabar kini tengah mendalami munculnya kelompok Sunda Empire.
"Tadi malam Pak Kapolda sudah melaporkan. Kalau ada aspek pidana akan kita akan tegas," kata Ridwan Kamil saat ditemui awak media, Jumat (17/1/2020).
Tak hanya itu, Ridwan Kamil meminta warga untuk tetap fokus menjalani kehidupannya dan selalu menyaring berbagai informasi yang beredar menggunakan rasio.
"Gunakan aturan perundang-undangan, jangan mudah percaya terhadap hal-hal yang tidak masuk ke dalam logika asal sehat," katanya.
Sementara itu, mengutip dari Tribun Jabar, Polda Jabar telah memonitor organisasi Sunda Empire.
"Sedang kami dalami apakah Sunda Empire ini serupa dengan Keraton Agung Sejagat yang di Purworejo. Kalau pendalamannya sudah lengkap, kami siapkan langkah-langkah antisipasi," ujar Hendra.
Baca: Kemunculan Sunda Empire Tak Ada Dasar Sejarahnya, Disebut Menyalahi Aturan dan Memecahkan NKRI
Baca: Mochammad Ridwan Kamil
Diketahui, kelompok Sunda Empire juga tidak terdaftar sebagai ormas dan bukan ormas.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara.
Menurut dia, setiap organisasi atau kelompok yang ingin mendaftarkan diri di Kesbangpol harus sesuai dengan aturan dan mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Memecahkan NKRI
Dikutip dari Kompas.com, mantan Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Purnawirawan Anton Charliyan membeberkan analisa terkait kemunculan Sunda Empire.
Ia menilai munculnya isu kerajaan-kerajaan dan Sunda Empire seperti didesain sedemikian rupa oleh kelompok-kelompok tertentu.
Menurut dia, aneh jika setelah isu-isu terkait agama mereda, sekarang muncul isu kerajaan-kerajaan yang dihembuskan di kalangan masyarakat.
Anton Charliyan berpendapat, tentunya isu seperti ini dinilai bertujuan untuk menggoyahkan kesatuan dan persatuan serta memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Sekarang muncul fenomena kerajaan mungkin sengaja dihembuskan untuk memecah NKRI," Anton Charliyan.
"Kita sudah sepakat sejak tahun 1945 untuk membangun sebuah sistem sebuah Negara yakni NKRI."
"Muncul fenomena demikian hanya untuk memunculkan kebanggaan masa lalu yang tidak artinya. Aneh, kemarin digoyang isu agama. Sekarang muncul seolah seperti budaya." imbuhnya.
Anton Charliyan meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh isu kelompok yang bermunculan saat ini.
Baca: Makam di Halaman Kontrakan Totok Santoso di Sleman Ternyata Makam Janin Ratu Keraton Agung Sejagat
Baca: Suku Sunda
"Ini hanya untuk menghancurkan bangsa dan merongrong negara. Ini hanya mengaku-aku tidak ada dasar sejarah yang jelas Sunda Empire," ungkapnya.
Seperti simbol yang dimunculkan oleh kelompok itu pun tak ada hubungan dan kaitannya dengan sejarah Sunda.
"Motifnya bisa ekonomi diiming-imingi harta yang banyak, ada uang di luar negeri dan bisa saja pasalnya ke arah penipuan dan ketertiban umum. Ini bisa dirumuskan secara signifikan oleh penegak hukum," pungkasnya.
Viral di Facebook
Dikutip dari Tribun Jabar, sebuah postingan dari akun Facebook Renny Khairani Miller pada 9 Juli 2019 lalu menghebohkan publik.
Postingan tersebut menjadi viral lantaran beredarnya foto-foto kegiatan Sunda Empire.
Ia bahkan menulis, sistem pemerintahan dunia dikendalikan koordinat 0.0 di Bandung sebagai mercusuar dunia.
Baca: Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Sunda Empire, Keduanya Sama-sama Klaim Hal Mirip
Baca: Tak hanya di Purworejo, Keraton Agung Sejagat di Klaten Miliki 29 Orang Pengikut
"SUNDA EMPIRE - EARTH EMPIRE, dalam menyambut Indonesia baru yg lebih makmur dan sejahtera, dgn system pemerintahan dunia yg dikendalikan dari koordinat 0.0 di Bandung sebagai mercusuar dunia."
"Masa pemerintahan dunia yg sekarang akan segera berakhir sampai dgn tgl 15 Agustus 2020."
"Mari kita persiapkan diri kita utk menyongsong kehidupan yg lebih baik dan sejahtera."
"Agar kita tidak menjadi budak di negara sendiri dan hidup hanya utk membayar tagihan yg terus naik dan biaya hidup yg terus melambung tinggi apalagi biaya pendidikan anak yg tdk gratis, setelah itu kita tua dan mati, terus pikniknya kapan??" tulisnya.
Dalam foto tersebut, terlihat ada sejumlah orang yang mengenakan seragam seperti seragam militer.
Mereka juga mengenakan baret yang warnanya berbeda-beda, ada biru dan hitam.
Sementara itu, di unggahan lainnya dari warganet tersebut, disebutkan mengenai informasi acara dari Sunda Empire tersebut.
Ada acara pertemuan Sunda Empire yang disebut dilaksanakan pada 15 April 2019 di Bandung.
Tak tanggung-tanggung, dalam postingan tersebut, tertulis ada pernyataan perubahan dari Vatikan ke Atlantic.
Terlihat beberapa orang juga mengenakan pakaian bercorak loreng seperti seragam miiter.
Selain itu juga terdapat beberapa bendera, yang salah satunya seperti bendera Amerika Serikat.
Dalam kartu anggota tertulis posisi, rank, hingga title.
Dalam kartu juga tedapat dua logo.
Pertama, logo bergambar dua ekor singa seperti memegang mahkota.
Sedangkan, logo lainnya, seperti mahkota yang dikelilingi daun dan bertuliskan "Pacific Territory".
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (TribunJabar/Syarif Abdussalam/Nazmi Abdurrahman/Kompas.com/Putra Prima Perdana)