Liga Inggris: Analisis Serangan Balik Manchester United yang Bisa Kalahkan Liverpool

Laga besar derbi North-West antara Liverpool vs Manchester United akan tersajid di Stadion Anfield, Minggu (19/1/2020).


zoom-inlihat foto
skuat-unitedddddddd.jpg
Teamtalk.com
Manchester United.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Liverpool saat ini menjadi tim dengan performa paling impresif di lima liga besar Eropa.

Catatan 20 kemenangan dari 21 laga Liga Inggris adalah bukti nyata betapa supernya kekuatan pasukan Juergen Klopp di musim 2019-20 ini.

Meski begitu ada satu laga di Liga Inggris musim ini yang menggagalkan Liverpool meraih tiga poin sempurna, yakni ketika berjumpa rival bebuyutan Manchester United.

Laga pertemuan dua klub tradisional di persepak bolaan Inggris itu berakhir dengan skor imbang 1-1 pada pertemuan pertama di Old Trafford musim ini.

Baca: Hak Siar Liga Inggris Jadi Satu di Antara Penyebab Pemecatan, Helmy Yahya Akan Tempuh Jalur Hukum

Baca: Hasil Liga Inggris Pekan 22: Liverpool Unggul 16 Poin di Puncak Klasemen, Manchester United Berpesta

Marcus Rashford mencetal gol sundulan dalam laga Manchester United vs Aston Vill di Stadion Old Trafford, Minggu (1/12/2019).
Marcus Rashford mencetal gol sundulan dalam laga Manchester United vs Aston Vill di Stadion Old Trafford, Minggu (1/12/2019). (Twitter @premierleague)

Salah satu kunci mengapa Manchester United sukses meredam keganasan sepak bola gegenpressing atau counter-pressing a la Liverpool adalah taktik serangan balik yang mereka miliki.

Secara teknis, Manchester United memang dihuni oleh banyak pemain yang memiliki kecepatan tinggi seperti Marcus Rashford, Anthony Martial dan pemain baru, Daniel James.

Ditambah Paul Pogba yang biasa menjadi orkestrator permainan inkonsisten dan cedera, Ole Gunnar Solskjaer pun menjadikan gaya bermain dengan mengandalkan serangan balik cepat sebagai senjata utama di musim 2019-20.

Hal tersebut bisa dilihat dari tingginya momen serangan balik atau fast breaks yang dibuat Manchester United musim ini dengan angka 20 kali.

fsm berat
Jumlah serangan balik tertinggi di Liga Inggris musim 2019-20 hingga pekan 21.

Positifnya, gaya sepak bola serangan balik pun sukses ketika digunakan Manchester United ketika melawan klub-klub papan atas.

Selain mampu menahan Liverpool dan Arsenal, pasukan Ole sukses mengalahkan Chelsea, Leicester City, Tottenham Hotspurs serta Manchester City pada paruh pertama Liga Inggris musim 2019-20 ini.

Klub-klub papan atas terjungkal karena mayoritas mereka bermain dengan penguasaan bola yang lebih tinggi ketika melawan Manchester United dan sepak bola reaktif seperti serangan balik yang diperagakan Ole Gunnar Solskjaer terbukti manjur.

Ketika menahan Liverpool dengan skor 1-1 pada pekan ke-9 Liga Inggris (20/10/2019), Manchester United hanya memiliki angka 32% penguasaan bola berbanding 68% milik sang tamu.

“Kami (tim) bermain dengan serangan balik cepat bahkan sejak pertama kali saya disini dan itulah Manchester United,” pasca tim asuhannya secara mengejutkan mengalahkan Manchester City dengan skor 1-2 di Stadion Etihad (8/12/2019) dilansir dari Skysports.

Eksploitasi sisi sayap

Namun tak ada gading yang tak retak.

Sepak bola dengan serangan balik khas Manchester United beberapa kali menemui kegagalan ketika melawan tim papan bawah yang seringkali menerapkan taktik bertahan ketika jumpa mereka.

Secara total di Liga Inggris, Manchester United mampu memenangi lima dari enam laga ketika mereka tak dominan menguasai bola, namun hanya menang empat kali dari 14 laga ketika Harry Maguire dkk lebih banyak mengendalikan bola.

Masalah menjadi besar ketika lebih banyak menguasai bola, para pemain Manchester United sulit menggunakan kecepatannya untuk mengeskploitasi ruang karena lawan bermain rapat dan dalam.

Liverpool bermain dengan “memindahkan” playmaker dari gelandang ke bek sayap terutama sisi kanan, Trent Alexandre-Arndold yang seringkali naik membantu serangan.

Marcus Rashford, bintang kemenangan Manchester United dalam laga melawan Tottenham Hotspurs, Kamis (5/12/2019).
Marcus Rashford, bintang kemenangan Manchester United dalam laga melawan Tottenham Hotspurs, Kamis (5/12/2019). (Twitter @premierleague)

Untuk meredam Liverpool yang memiliki dua bek sayap berbahaya dan timnya sangat piawai melakukan transisi permainan, Manchester United harus membiarkan sang lawan menguasai bola lebih banyak, berani menerapkan garis pertahanan tinggi, pressing ketat dan siap mengekploitasi ruang di kedua sisi pertahanan mereka.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved