TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sunda Empire menjadi perbincangan masyarakat dan viral di media sosial.
Jika Keraton Agung Sejagat mengklaim bahwa mereka adalah kerajaan yang menjadi juru damai, Sunda Empire pun tak jauh berbeda.
Sunda Empire yang diduga bermarkas di Bandung, Jawa Barat itu mengatakan dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020.
Baca: Pesan Terakhir Lina Sebelum Wafat untuk Calon Istri Sule, Ibu Rizky Febian Minta Maaf dan Doakan Ini
Baca: Philip Hasudungan Situmorang, Keturunan Batak yang Diwisuda Menjadi Perwira Tentara Amerika Serikat
Hal tersebut diungkapkan melalui sebuah postingan Facebook milik Renny Khairani Miller pada 9 Juli 2019 lalu.
Mereka mengklaim bahwa sistem pemerintahan dunia akan dikendalikan dan bepusat di kota Bandung.
Bahkan mereka mengimbau untuk jangan mau diperbudak negara.
Baca: Soal Kemunculan Sunda Empire-Earth Empire, Pemkot Bandung: Jangan Aneh-aneh
Berikut keterangan dalam unggahan tersebut:
'SUNDA EMPIRE - EARTH EMPIRE Dalam menyambut Indonesia baru yang lebih makmur dan sejahtera,
dgn system pemerintah dunia yg dikendalikan dari titik 0.0 Bandung sebagai Mercusuar Dunia.
Masa Pemerintahan Dunia yg sekarang akan berakhir sampai dengan tangg 15 Agustus 2020.
Mari kita persiapkan diri kita uyk menyongsong kehidupan yg lebih baikdan sejahtera.
Agar kita tdk menjadi budak di negara sendiri dan hidup hanya utk membayar tagihan yg terus naik
dan biaya hidup yg terus melambung tinggi apalagi biaya pendidikan anak yg tdk gratis,
setelah itu kita tua dan mati, terus pikniknya kapan???'
Baca: Hak Siar Liga Inggris Jadi Satu di Antara Penyebab Pemecatan, Helmy Yahya Akan Tempuh Jalur Hukum
Baca: Dipinang Ponari, Aminatuz Zuroh Baru Tahu Calon Suaminya Pernah Viral sebagai Dukun Cilik
Namun setelah ditelusuri kembali pada Jumat (17/1/2020), unggahan tersebut sudah tidak ditemukan di akun Renny.
Tak hanya akun Renny saja, namun akun Facebook Slamet Riyadi Messi Jr. juga mengunggah informasi mengenai Sunda Empire.
Unggahan tersebut dilengkapi beberapa berfoto yang menampilkan orang-orang berseragam dan menggunakan baret biru tengah foto bersama.
Baca: Sunda Empire Terlihat di Lingkungan UPI Bandung, Ridwan Kamil: Banyak Orang Stres Ya
"Setelah Jawa Tengah, kini Jawa Barat.. Kerajaan baru diumumkan di Bandung..
Nama Kerajaannya Sunda Empire (Kekaisaran Sunda) Pasti seragamnya beli di pasar ciroyom..
Sudah terbentuk struktur kayak pemerintahan, ada perdana menteri,
ada panglima, ada rapat kabinet, meeting lintas negara, dan lainnya...," tulis pemilik akun Slamet Riyadi Messi Jr.
Baca: Ridwan Kamil Buka Suara terkait Munculnya Sunda Empire: Banyak Orang Stres di Republik Ini
Dipantaui Polisi
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian saat ini sudah memonitor kegiatan tersebut.
Hal itu dikatakan langsung oleh Ditreskrimus Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono seperti dikutip dari Kompas.com.
“Saya sudah memonitor itu, tapi kami masih pantau dan dalami apakah serupa dengan Keraton Agung Sejagat di Purwarejo, kan beda-beda ini.
Memang sudah memonitor itu giat yang dimaksud," kata Hendra, Jumat (17/1/2020).
Baca: Kemunculan Sunda Empire Tak Ada Dasar Sejarahnya, Disebut Menyalahi Aturan dan Memecahkan NKRI
Muncul karena isu kerajaan
Sementara itu, mantan Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Purnawirawan Anton Charliyan membeberkan analisa terkait kemunculan Sunda Empire.
Ia menilai munculnya isu kerajaan-kerajaan dan Sunda Empire seperti didesain sedemikian rupa oleh kelompok-kelompok tertentu.
Menurut dia, aneh jika setelah isu-isu terkait agama mereda, sekarang muncul isu kerajaan-kerajaan yang diembuskan di kalangan masyarakat.
Baca: Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Sunda Empire, Keduanya Sama-sama Klaim Hal Mirip
Anton Charliyan berpendapat, tentunya isu seperti ini dinilai bertujuan untuk menggoyahkan kesatuan dan persatuan serta memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Sekarang muncul fenomena kerajaan mungkin sengaja dihembuskan untuk memecah NKRI," Anton saat dimintai keterangan wartawan di rumahnya di Kota Tasikmalaya, Jumat (17/1/2020).
"Kita sudah sepakat sejak tahun 1945 untuk membangun sebuah sistem sebuah Negara yakni NKRI."
"Muncul fenomena demikian hanya untuk memunculkan kebanggaan masa lalu yang tidak artinya.
Aneh, kemarin digoyang isu agama. Sekarang muncul seolah seperti budaya." Ujar dia.
Baca: Hindia Siap Gelar Konser Tur Bayangan di 5 Kota Besar, Tiket Full Booked dalam Waktu 2 Jam
Tak terdaftar sebagai ormas
Sedangkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung Firdi Ligaswara mengatakan, Sunda Empire-Earth Empire tidak terdaftar sebagai ormas maupun organisasi kepemudaan (OKP).
"Yang pasti SE-EE ini tidak terdaftar di Kesbangpol.
Akan kita telusuri," ujar Ferdi Ligaswara, Jumat (17/1/2020).
Baca: Tes Kepribadian - Ungkap Karaktermu lewat Pilihan Pohon yang Akan Anda Tanam di Kebun
Dia memastikan gerakan yang dilakukan oleh SE-EE adalah nyeleneh serta menyalahi aturan.
"Jangan yang aneh-aneh. Tidak ada negara dalam negara," jelasnya.
Menurut dia, setiap organisasi atau kelompok yang ingin mendaftarkan diri di Kesbangpol harus sesuai dengan aturan dan mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Sudah jelas aturannya harus mengakui NKRI," pungkasnya.
Baca: Trending di Twitter, BTS Rilis Single Black Swan Padukan Pertunjukan Seni dari MN Dance Company
(TribunnewsWiki.com/Saradita/Kompas.com)