Berbeda dengan Keraton Agung Sejagat, Ganjar Sebut Kerajaan di Cepu Blora Punya Orientasi Pariwisata

Setelah Keraton Agung Sejagat, Gubernur Ganjar Pranowo sebut di Cepu ada Kerajaan Djipang yang punya orientasi pariwisata


zoom-inlihat foto
gubernur-jawa-tengah-ganjar-pranowo-meninjau-rumah-pompa-kali-tenggang-di-jalan-nasional.jpg
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau Rumah Pompa Kali Tenggang di Jalan Nasional, Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/1/2020). Dalam tinjauannya, Ganjar memastikan Rumah Pompa Kali Tenggang berjalan dengan baik sehingga bisa mencegah banjir yang ada di kawasan pesisir Semarang Utara.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Baru-baru ini publik digemparkan dengan adanya Keraton Agung Sejagat.

Keraton ini berada di Purworejo, Jawa Tengah.

Tak main-main, Keraton Agung Sejagat juga dipimpin oleh raja dan ratu.

Mereka ialah Totok Santosa Hadiningrat dam Kajeng Ratu Dyah Gitarja.

Kini, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka .
Hal itu berkaitan dengan modus penarikan dana dari pengikut, dengan embel-embel akan diberikan jabatan dan gaji yang besar.

"Kami akan mendalami berapa banyak korban yang sudah mengumpulkan iuran dan motif lain yang akan kami ungkap," ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelda Daniel saat pengungkapan kasus di Mapolda Jateng, Rabu (15/1/2020).

Baca: Fakta Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat: Buka Usaha Angkringan hingga Ingin Jadi Youtuber

Baca: Psikolog Duga Raja Keraton Agung Sejagat Idap Delusi Grandiose: Tak Sesuai dengan Realita Sebenarnya

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelda Daniel didampingi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Sutisna menggelar konferensi pers di Polda Jateng, Rabu (15/01/2020). Polisi menetapkan Toto, raja Keraton Agung Sejagat sebagai tersangka.(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelda Daniel didampingi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Sutisna menggelar konferensi pers di Polda Jateng, Rabu (15/01/2020). Polisi menetapkan Toto, raja Keraton Agung Sejagat sebagai tersangka.(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA) (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

Rupanya munculnya keraton atau kerajaan baru tak hanya terjadi di Purworejo.

Dilansir dari Kompas.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan muncul kerajaan baru di Kecamatan Cepu, Blora.

Kerajaan yang memiliki nama Keraton Djipang itu sudah muncul sejak tahun 2014.

Namun, Ganjar menyebut adanya perbedaan Keraton Djipang dengan Keraton Agung Sejagat.

Menurut Ganjar, Keraton Djipang memiliki orientasi untuk pengembangan pariwisata.

Memang di lokasi tersebut dulunya sudah berdiri Kadipaten Jipang.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, adanya Keraton Djipang juga bertujuan untuk menjaga kelestarian sejarah tersebut.

Ganjar mengatakan keraton ini tidak meresahkan masyarakat.

Sebab itulah tidak ada keributan yang terjadi di sana.

Meski demikian, Gubernur Jawa Tengah selama dua periode ini mengatakan akan tetap ada pemeriksaan.

"Maka nanti biar dicek oleh Kesbangpolinmas kami," ujar Ganjar di Semarang, Kamis (16/1/2020), dikutip oleh Kompas.com.

"Itu beda dengan yang di Purworejo (Keraton Agung Sejagat)."

"Kalau di Purworejo itu kan ngeri, kalau ndak dukung disumpahin tidak selamat, dikutuk dan sebagainya.

"Kalau yang di Blora ini tidak ada ancaman seperti itu," kata Ganjar dikutip dari Tribunnews.com.

Pihaknya menegaskan akan melakukan kordinasi dengan stakeholder terkait.

Namun demikian, untuk penanganannya akan berbeda dengan yang ada di Purworejo sebelumnya.

"Selama ini relatif tidak ada geger genjik (keributan) di sana."

"Beda penanganannya, biar nanti didalami Kesbang," tambahnya.

Baca: Ganjar Pranowo

Baca: Taj Yasin

Tangkap Layar YouTube TV One Masyarakat Purworejo, Jawa Tengah, tengah digemparkan oleh munculnya sebuah kerajaan baru. Bernama Keraton Agung Sejagat, kerajaan ini diklaim tak hanya memimpin wilayah Purworejo, melainkan juga dunia. Mereka juga mengklaim memiliki sebuah keraton dengan bentuk kekinian namun belum selesai dibangun di Desa Pogung Juru Tengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah.
Tangkap Layar YouTube TV One Masyarakat Purworejo, Jawa Tengah, tengah digemparkan oleh munculnya sebuah kerajaan baru. Bernama Keraton Agung Sejagat, kerajaan ini diklaim tak hanya memimpin wilayah Purworejo, melainkan juga dunia. Mereka juga mengklaim memiliki sebuah keraton dengan bentuk kekinian namun belum selesai dibangun di Desa Pogung Juru Tengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah. (Tangkap Layar YouTube TV One)

Ganjar Pranowo Sikapi Adanya Keraton Agung Sejagat

Sebelumnya, Ganjar Pranowo juga sempat menyikapi adanya Keraton Agung Sejagat.

Ia mengusulkan untuk dibuat desa wisata terkait ditemukannya kerajaan yang bernama Keraton Agung Sejagat.

Hal tersebut disampaikan Ganjar Pranowo dalam video yang diunggah di kanal YouTube Talk Show tvOne, pada Selasa (14/1/2020).

Ganjar Pranowo menuturkan sebelumnya, Keraton Agung Sejagat lebih baik dikomunikasikan untuk tidak dibuat kerajaan.

Melainkan sebuah desa wisata yang seolah seperti kerajaan.

Karena lengkap memiliki aktribut seragam hingga bendera identitas.

Ganjar mengungkapkan, apabila dibuat desa wisata, akan diadakan karnaval yang menjadi pariwisata seni dan budaya.

Usul tersebut juga menurut Ganjar akan mendatangkan pengunjung.

Sebelum Ditangkap, Warga Pergoki Raja & Ratu Keraton Sejagat Lakukan Hal Aneh di Angkringannya, Sebut Ingin Jadi YouTuber
Sebelum Ditangkap, Warga Pergoki Raja & Ratu Keraton Sejagat Lakukan Hal Aneh di Angkringannya, Sebut Ingin Jadi YouTuber (ST/Facebook via Tribun Jogja)

Tidak hanya itu, dengan dibuat desa wisata akan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat sekitar maupun pemerintah daerah.

"Kalau ada niatan yang baik dikomunikasikan mungkin tidak membuat kerajaan, dibuat desa wisata saja," terang Ganjar.

"Kalau dibuat desa wisata karnaval kaya gitu malah ramai, dapat duitnya halal lagi."

"Maka jadi pertunjukan pariwisata seni budaya tahunan nanti akan lebih menarik," lanjut dia.

"Dikombinasikan dengan masyarakat semuanya ikut, jadi seolah kerajaan saja," imbuhnya.

Ganjar mengungkapkan, sempat salah memahami informasi terkait Keraton Agung Sejagat.

Ketika ditanya oleh rekan media soal keraton itu, Ganjar justru memberikan saran untuk menanyakan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Ganjar juga menyarankan untuk mengundang beberapa pakar yang sesuai dengan bidangnya.

Karena saat itu Ganjar menangkap informasi soal Keraton Agung Sejagat merupakan penemuan situs peninggalan yang baru.

Meski demikian, Ganjar menuturkan sebelumnya tidak pernah ada kasus mengenai pembuatan sebuah kerajaan seperti sekarang ini.

"Belum, saya saja sampai misleading," tutur Ganjar.

"Awal-awal ditanyai kawan wartawan 'Pak Ganjar ini lagi viral di Purworejo ada kerajaan baru' saya kira ditemukan satu situs."

"Makannya saya bilang coba ditanya dulu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan undang para pakar," tambahnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin) (Tribunnews.com/Kompas.com/Riska Farasonalia)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved