TRIBUNNEWSWIKI.COM - Baru-baru ini publik digemparkan dengan adanya Keraton Agung Sejagat.
Keraton ini berada di Purworejo, Jawa Tengah.
Tak main-main, Keraton Agung Sejagat juga dipimpin oleh raja dan ratu.
Mereka ialah Totok Santosa Hadiningrat dam Kajeng Ratu Dyah Gitarja.
Kini, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka .
Hal itu berkaitan dengan modus penarikan dana dari pengikut, dengan embel-embel akan diberikan jabatan dan gaji yang besar.
"Kami akan mendalami berapa banyak korban yang sudah mengumpulkan iuran dan motif lain yang akan kami ungkap," ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelda Daniel saat pengungkapan kasus di Mapolda Jateng, Rabu (15/1/2020).
Baca: Fakta Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat: Buka Usaha Angkringan hingga Ingin Jadi Youtuber
Baca: Psikolog Duga Raja Keraton Agung Sejagat Idap Delusi Grandiose: Tak Sesuai dengan Realita Sebenarnya
Rupanya munculnya keraton atau kerajaan baru tak hanya terjadi di Purworejo.
Dilansir dari Kompas.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan muncul kerajaan baru di Kecamatan Cepu, Blora.
Kerajaan yang memiliki nama Keraton Djipang itu sudah muncul sejak tahun 2014.
Namun, Ganjar menyebut adanya perbedaan Keraton Djipang dengan Keraton Agung Sejagat.
Menurut Ganjar, Keraton Djipang memiliki orientasi untuk pengembangan pariwisata.
Memang di lokasi tersebut dulunya sudah berdiri Kadipaten Jipang.
Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, adanya Keraton Djipang juga bertujuan untuk menjaga kelestarian sejarah tersebut.
Ganjar mengatakan keraton ini tidak meresahkan masyarakat.
Sebab itulah tidak ada keributan yang terjadi di sana.
Meski demikian, Gubernur Jawa Tengah selama dua periode ini mengatakan akan tetap ada pemeriksaan.
"Maka nanti biar dicek oleh Kesbangpolinmas kami," ujar Ganjar di Semarang, Kamis (16/1/2020), dikutip oleh Kompas.com.
"Itu beda dengan yang di Purworejo (Keraton Agung Sejagat)."
"Kalau di Purworejo itu kan ngeri, kalau ndak dukung disumpahin tidak selamat, dikutuk dan sebagainya.
"Kalau yang di Blora ini tidak ada ancaman seperti itu," kata Ganjar dikutip dari Tribunnews.com.
Pihaknya menegaskan akan melakukan kordinasi dengan stakeholder terkait.
Namun demikian, untuk penanganannya akan berbeda dengan yang ada di Purworejo sebelumnya.
"Selama ini relatif tidak ada geger genjik (keributan) di sana."
"Beda penanganannya, biar nanti didalami Kesbang," tambahnya.
Baca: Ganjar Pranowo
Baca: Taj Yasin
Ganjar Pranowo Sikapi Adanya Keraton Agung Sejagat
Sebelumnya, Ganjar Pranowo juga sempat menyikapi adanya Keraton Agung Sejagat.
Ia mengusulkan untuk dibuat desa wisata terkait ditemukannya kerajaan yang bernama Keraton Agung Sejagat.
Hal tersebut disampaikan Ganjar Pranowo dalam video yang diunggah di kanal YouTube Talk Show tvOne, pada Selasa (14/1/2020).
Ganjar Pranowo menuturkan sebelumnya, Keraton Agung Sejagat lebih baik dikomunikasikan untuk tidak dibuat kerajaan.
Melainkan sebuah desa wisata yang seolah seperti kerajaan.
Karena lengkap memiliki aktribut seragam hingga bendera identitas.
Ganjar mengungkapkan, apabila dibuat desa wisata, akan diadakan karnaval yang menjadi pariwisata seni dan budaya.
Usul tersebut juga menurut Ganjar akan mendatangkan pengunjung.
Tidak hanya itu, dengan dibuat desa wisata akan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat sekitar maupun pemerintah daerah.
"Kalau ada niatan yang baik dikomunikasikan mungkin tidak membuat kerajaan, dibuat desa wisata saja," terang Ganjar.
"Kalau dibuat desa wisata karnaval kaya gitu malah ramai, dapat duitnya halal lagi."
"Maka jadi pertunjukan pariwisata seni budaya tahunan nanti akan lebih menarik," lanjut dia.
"Dikombinasikan dengan masyarakat semuanya ikut, jadi seolah kerajaan saja," imbuhnya.
Ganjar mengungkapkan, sempat salah memahami informasi terkait Keraton Agung Sejagat.
Ketika ditanya oleh rekan media soal keraton itu, Ganjar justru memberikan saran untuk menanyakan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Ganjar juga menyarankan untuk mengundang beberapa pakar yang sesuai dengan bidangnya.
Karena saat itu Ganjar menangkap informasi soal Keraton Agung Sejagat merupakan penemuan situs peninggalan yang baru.
Meski demikian, Ganjar menuturkan sebelumnya tidak pernah ada kasus mengenai pembuatan sebuah kerajaan seperti sekarang ini.
"Belum, saya saja sampai misleading," tutur Ganjar.
"Awal-awal ditanyai kawan wartawan 'Pak Ganjar ini lagi viral di Purworejo ada kerajaan baru' saya kira ditemukan satu situs."
"Makannya saya bilang coba ditanya dulu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan undang para pakar," tambahnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin) (Tribunnews.com/Kompas.com/Riska Farasonalia)