TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peristiwa mengharukan terjadi pada Kakek Samirin (68).
Sekitar dua bulan lalu, Samirin terpergok satpam perkebunan kemudian dilaporkan atas dugaan pencurian.
Barang yang dicuri atau diambil oleh Samirin bisa dibilang cukup sepele.
Yaitu getah karet seberat 1,9 kilogram atau senilai Rp 17 ribu di perkebunan PT Bridgestone, Tapian Dolok, Simalungun, Sumatra Utara.
Pencurian tersebut diakui oleh Samirin dengan alasan agar getah tersebut dapat dijual.
Sehingga uang yang didapatkan dapat dibelikan rokok.
Samirin juga mengakui jika dirinya baru pertama kali mencuri getah karet di perkebunan milik merek ban ternama tersebut.
Baca: Cerita Napi di Timika yang Bebas Usai Dipenjara 1,6 Tahun : Dijebak, Teman Saya yang Mencuri
Baca: Aksi Pencurian 20 Ton Cokelat Merek Milka, Palsukan Dokumen hingga Bawa Truk Plat Nomor Curian
Dikutip dari Tribun Medan, pihak kepolisian langsung mengamankan Samirin dan melimpahkan berkas perkaranya pada Kejari Simalungun pada (12/11/2019) lalu.
Atas perbuatannya tersebut, Samirin dinyatakan telah melanggar U Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan.
Oleh jaksa, Samirin dituntut dengan ancaman 10 bulan kurungan.
Hingga akhirnya, pada Rabu (15/1/2020) hakim memutus perkara Samirin dengan hukuman penjara 64 hari atau 2 bulan 3 hari.
Tuntutan tersebut segera membuat pihak keluarga mengucap syukur.
Hal tersebut lantaran ketika putusan dijatuhkan, Samirin telah menjalani kurungan selama 63 hari.
Sehingga berdasarkan tuntutan tersebut, Samirin akan segera dibebaskan satu hari setelah putusan dibacakan.
Bahagia bisa kembali berkumpul dengan cucu
Samirin sudah dapat bernafas lega ketika bebas dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIA Kota Pematangsiantar, Kamis (16/1/2020).
Samirin pulang didampingi pengacara Seprijon Saragih dan Anggota DPR-RI Hinca Panjaitan.
Kedatangan Samirin disambut hangat oleh sang istri, Sumiati, serta anak dan cucu-cucunya di rumah sang anak yang berlokasi di Huta Dolok Maraja, Tapian Dolok, Simalungun.
Samirin langsung dipeluk keluarga sebelum masuk rumah.
Samirin langsung disambut dengan teh manis dan gorengan.
Mereka berkumpul dengan lesehan di dalam rumah.
Samirin mengatakan senang bisa berkumpul dengan keluarga.
Kakek yang memiliki 12 cucu ini juga tampak tersenyum saat berbincang-bincang dengan anak, menantu, dan cucu-cucu.
Samirin mengatakan tidak akan lagi mengulangi perbuatannya yang mencuri getah karet.
"Senang bisa bertemu lagi dengan cucu dan anak-anak. Iya tidak lagi (memungut getah karet)," ujarnya.
Kumpulkan koin ganti rugi
Pengacara Seprijon Saragih mengungkapkan pihaknya sudah mengumpulkan koin.
Koin tersebut akan digunakan untuk mengganti kerugian PT Bridgestone senilai Rp 17 ribu.
Koin itu akan diserahkan langsung ke perusahaan raksasa itu.
"Kami akan serahkan langsung ke perusahaan sebagai ganti rugi. Kalau mereka tidak terima akan kita kirim melalui paket,"ujarnya.
Dukungan juga didapatkan dari Anggota DPR-RI, Hinca Panjaitan.
Hinca Panjaitan mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di areal kebun PT Bridgestone untuk tetap berhati-hati.
Ia berharap masyarakat untuk tetap menaati hukum yang berlaku.
"Yang ada sekitar Bridgestone tetap hati-hati dan menaati hukum yang ada,"kata Hinca Panjaitan.
Hinca juga meminta kepada PT Bridgestone untuk tidak mudah melaporkan hal yang sepele.
Apalagi, kejadian tersebut menimpa masyarakat kecil yang memungut getah hanya seberat 1,9 kilogram yang memiliki nilai jual Rp 17 ribu.
"Kami mengajak Bridgestone untuk memperlakukan warga sekitar dengan manusiawi. Jangan sidikit-sedikit anda melaporkan ke polisi," kata Hinca Panjaitan.
"Polisi pun gunakan hati nurani sebelum memproses perkara yang terlalu kecil nialinya. Ini pelajaran yang kita ambil. Agar penegak hukum menghukum yang besar-besar, jangan yang kecil begini saja. Sehari pun tak layak ini seharusnya ditahan," lanjutnya.
Baca: Karet
Baca: Permen Karet
Baca: Peluru Karet
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang)