Hari Ini Dalam Sejarah: 15 Januari 1929 - Lahirnya Martin Luther King Jr, Pendeta dan Aktivis HAM

Hari ini dalam sejarah, 15 Januari 1929, lahirnya seorang pendeta Kristen sekaligus aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Martin Luther King Jr.


Hari Ini Dalam Sejarah: 15 Januari 1929 - Lahirnya Martin Luther King Jr, Pendeta dan Aktivis HAM
(Bob Fitch Photography Archive, Department of Special Collections, Stanford University Libraries)
Hari Ini Dalam Sejarah, 15 Januari 1929, lahirnya Martin Luther King Jr 

Hari ini dalam sejarah, 15 Januari 1929, lahirnya seorang pendeta Kristen sekaligus aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Martin Luther King Jr.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari ini dalam sejarah, 15 Januari 1929, lahirnya seorang pendeta Kristen sekaligus aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Martin Luther King Jr.

Nama Martin Luther King Jr. dikenal berkat aksinya menuntut hak-hak sipil dengan tidak menggunakan cara kekerasan ataupun ketidakpatuhan-sipil.

Marting Luther King Jr terinspirasi dari ajaran Kristen dan ajaran aktivisme damai, Mahatma Gandhi.

Lahir di Atlanta, Georgia, 15 Januari 1929, Martin Luther King Jr merupakan anak dari Martin Luther Sr (Senior) dan Alberta Williams King.

Martin Luther King Jr. lahir dengan nama Michael King sama seperti nama ayahnya.

Pemakaian nama 'Martin Luther' terinspirasi saat sang ayah Martin (senior) melakukan perjalanan ke Jerman untuk bertemu dengan Aliansi Baptis Dunia / Baptist World Alliance (BWA) dan mengunjungi situs-situs yang berkaitan dengan pemimpin reformasi Kristen, Martin Luther.

Martin Luther King Jr. adalah anak tengah dari kakak perempuannya bernama Christine King Farris dan adik laki-lakinya A.D. King.

Berkat jasa-jasanya, ia mendapat penghargaan nobel pada tahun 1964 dan menjadi pemimpin Afrika-Amerika sepanjang sejarah. [1]

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 14 Januari 1954 - Pernikahan Marilyn Monroe dengan Joe DiMaggio

  • Kehidupan Masa Kecil


Saat masa kecil, King berteman dengan seorang anak laki-laki kulit putih yang ayahnya memiliki bisnis di dekat rumahnya.

Saat usia 6 tahun, mereka mulai bersekolah.

King sekolah di sebuah tempat untuk orang Amerika-Afrika, sementara temannya pergi ke sekolah untuk orang kulit putih.

Di sinilah perbedaan ras dalam pendidikan membuat King kehilangan temannya.

Ayah temannya itu juga tidak menginginkan King menjadi teman dari anaknya.

King sempat menderita depresi sepanjang hidupnya.

Pada masa remaja, King pernah kesal terhadap orang kulit putih karena selalu melakukan penghinaan 'rasial' terhadapnya dan keluarga.

Saking depresinya, King pernah mencoba untuk melompat dari jendela lantai duanya untuk dengan tujuan mengakhiri hidup, namun dirinya selamat.

Tumbuh di Atlanta, King bersekolah di Booker T. Washington High School.

Di sekolah, ia dikenal karena kemampuannya berbicara di depan umum.

Ia juga merupakan bagian dari tim debat sekolah.

Saat berusia 13 tahun, King menjadi asisten manajer sebuah stasiun pengiriman surat kabar.

Pada tahun pertamanya, ia berhasil memenangkan juara pertama dalam kontes pidato.

Saat perjalanan pulang, ia dan gurunya diperintahkan oleh pengemudi untuk berdiri agar penumpang kulit putih bisa duduk.

King pada awalnya menolak, namun saat gurunya berkata bahwa ia bisa melanggar hukum apabila tidak tunduk.

King menyebut kejadian yang menimpanya ini sebagai, "peristiwa yang membuatku paling marah seumur hidup". [2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Kapal Induk USS Enterprise Terbakar karena Roket Zuni yang Dibawanya Meledak

  • Pendidikan


Setelah lulus dari sekolah dasar, King melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah di Morehouse College, sebuah sekolah untuk orang-orang kulit hitam.

Di sekolahnya ini, King ikut ekstrakurikuler sepakbola.

Lulus pada tahun 1948, King mendapat gelar B.A jurusan Sosiologi.

Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Crozer Theological Seminary di Chester, Pennsylvania dan mendapat gelar B.Div.

Seiring waktu berjalan King melanjutkan pendidikan doktoralnya dalam ilmu Teologi Sistematik di Universitas Boston dan menerima gelar Ph.D pada 5 Juni 1955 dengan disertasi berjudul "Perbandingan Konsep Tuhan dalam Pemikiran Paul Tillich dan Henry Nelson Wieman" [3]

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 13 Januari 1982, Jatuhnya Pesawat Boeing 737-222 di Washington D.C, 78 Tewas

Martin Luther King bersama anak-anaknya
Martin Luther King bersama anak-anaknya (Marvin Koner/Corbis by biography.com)

  • Asmara


Martin Luther King Jr menikah dengan Correta Scott pada 18 Juni 1953 di halaman rumah orangtua kekasihnya di kota Heiberger, Alabama, Amerika Serikat.

Pernikahan mereka dikaruniai empat orang anak yaitu, Yolanda King (1955-2007), Martin Luther King (lahir 1957), Dexter Scott King (lahir 1961), dan Bernice King (lahir 1963).

Selama memiliki istri dan anak, King membatasi istrinya untuk ikut dalam gerakan pembelaan terhadap hak-hak sipil.

King berharap para istrinya untuk menjadi seorang ibu rumah tangga dan ibu dari anak-anaknya. [4]

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah 11 Januari 2010: Miep Gies Wafat, Wanita Penyelamat Anne Frank dan Catatannya

  • Aksi-Aksi King


Pada bulan Maret 1955, Claudette Colvin, seorang perempuan berusia 15 tahun berkulit gelap menolak menyerahkan kursi yang didudukinya di bus kepada seorang pria kulit putih.

Tindakan ini melanggar undang-undang setempat yang saat itu masih memberlakukan segregasi rasial yang cukup kuat.

Saat itu King berada di sebuah komite untuk komunitas Birmingham African-American.

Ia melihat kasus itu sebagai masalah yang perlu diselidiki karena melibatkan anak dibawah umur.

Sembilan bulan setelahnya, insiden serupa terjadi saat seorang perempuan bernama Rosa Parks ditangkap lantaran menolak menyerahkan kursinya kepada seorang kulit putih dalam sebuah bus kota.

Dua kasus tersebut menyulut kemarahan warga kulit hitam dan berujung pada aksi boikot terkenal bernama 'Boikot Bus Montgomery' yang direncanakan oleh Nixon (rekan King) dan dipimpin langsung oleh King.

Aksi boikot bus berlangsung selama 385 hari.

Situasinya menjadi memanas saat rumah King dilempar oleh sejumlah bahan peledak.

Berkat aksi boikot ini, King ditangkap dan dibawa ke pengadilan.

Dalam pengadilan, berakhir sebuah putusan untuk mengakhiri pemisahan ras di semua bus umum di Montgomery.

Peran King saat memimpin aksi boikot bus ini mengubah citra dirinya menjadi tokoh sekaligus juru bicara dari setiap gerakan pembelaan hak-hak sipil.

Banyak aksi-aksi King dalam urusan pembelaan hak-hak sipil seperti di Birmingham, Alabama tahun 1963.

Kemudian di St. Augustine, Florida tahun 1964, di Selma, Alabama tahun 1964, di New York City tahun 1964 dan masih banyak lainnya. [5]

Martin Luther King Jr berada di depan massa tahun 1963
Martin Luther King Jr berada di depan massa tahun 1963 (Corbis by biography.com)

  • Kematian King


Pada tanggal 29 Maret 1968, King pergi ke Memphis, Tennessee untuk mendukung aksi demonstrasi para pekerja kulit hitam.

Para pekerja kulit hitam ini mogok dengan tujuan untuk mendapatkan upah yang lebih tinggi dengan kesejahteraan-keadilan yang lebih baik.

Ketidaksetaraan rasial masih terjadi karena adanya perbedaan gaji antara pekerja kulit hitam dan kulit putih.

Melihat ada hal yang perlu diperjuangkan, King mengikuti aksi dan sepenuhnya mendukung mogok para pekerja ini.

King memesan penginapan di kamar 306 di Lorraine Motel di Memphis, Tennessee.

Pada pukul 18.01 malam hari waktu setempat tanggal 4 April 1968, King sedang berada di lantai dua motel tersebut.

Kemudian seorang pria kulit putih bernama James Earl Ray menembak King dengan sebuah pistol.

Peluru masuk melalui pipi kanan dan menghancurkan rahangnya hingga tembus ke bahu.

Setelah dilakukan operasi, King dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit St. Joseph pada pukul 19.05 waktu setempat.

Pembunuhan King ini menyebabkan terjadinya gelombang kerusuhan ras nasional di Washington D.C, Chicago, Baltimore, Lousville, Kansas City, dan puluhan kota lainnya.

Seiring berjalannya waktu, perbedaan ras di Amerika Serikat mulai berkurang.

Mayoritas masyarakat telah memberi penghormatan bagi para warga kulit hitam.

Pada tanggal 2 November 1983, Presiden AS, Ronald Reagan menandatangani sebuah undang-undang untuk menghormati King dengan menjadikan tanggal 20 Januari sebagai hari libur nasional. [6]

  • Karya


Berikut adalah sejumlah karya dari Martin Luther King Jr:

  • Stride Toward Freedom: The Montgomery Story (1958) ISBN 978-0-06-250490-6
  • The Measure of a Man (1959) ISBN 978-0-8006-0877-4
  • Strength to Love (1963) ISBN 978-0-8006-9740-2
  • Why We Can't Wait (1964) ISBN 978-0-8070-0112-7
  • Where Do We Go from Here: Chaos or Community? (1967) ISBN 978-0-8070-0571-2
  • The Trumpet of Conscience (1968) ISBN 978-0-8070-0170-7
  • A Testament of Hope: The Essential Writings and Speeches of Martin Luther King Jr. (1986) ISBN 978-0-06-250931-4
  • The Autobiography of Martin Luther King Jr. (1998), ed. Clayborne Carson ISBN 978-0-446-67650-2
  • "All Labor Has Dignity" (2011) ed. Michael Honey ISBN 978-0-8070-8600-1
  • "Thou, Dear God": Prayers That Open Hearts and Spirits Collection of King's prayers. (2011), ed. Lewis Baldwin ISBN 978-0-8070-8603-2
  • MLK: A Celebration in Word and Image Photographed by Bob Adelman, introduced by Charles Johnson ISBN 978-0-8070-0316-9 [7]

--

Tribunnewswiki.com terbuka dengan data baru dan usulan perubahan untuk memperkaya informasi

--

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Nama Hari Ini Dalam Sejarah
Tanggal 15 Januari 1929
Peristiwa Lahirnya Martin Luther King Jr.
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.history.com
3. www.history.com
4. www.biography.com
5. www.biography.com
6. www.nobelprize.org
7. www.nobelprize.org


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved